I can see you

I can see you
part 19



mengeledah semua yang ada di dalam kotak,Hani menemukan testpack,beberapa foto Boni bersama Brian dan sebuah diary serta ada sebuah flashdisk di dalam kotak itu yang membuat Hani penasaran akan isi di dalamnya.


setelah mendapatkan apa yang dia cari,hani Azka dan Reyhan pergi meninggalkan rumah boni.


👻👻👻


'kamu harus tanggung jawab bi,kamu tahu ini anak kamu kan...bi tanggung jawab bi,aku mohon.'*Boni memegang baju Brian dengan wajah penuh dengan air mata,dia menyesal telah melakukan itu bersama Brian.


Brian menatapnya bengis terlihat sangat menakutkan bagi Boni,yang sekarang hanya dapat terduduk meratapi nasibnya yang sudah terlanjur berbadan dua*.


'aku sarankan padamu untuk menggugurkannya untuk nama baik keluarga mu,tapi jika kamu ingin tetap mempertahankannya terpaksa aku tak bisa tinggal diam bukan?' Brian mengancam Boni dengan mencengkram dagunya dengan sangat kuat membuat Boni meringis kesakitan.


'aku akan tetap mempertahankannya.'rintih Boni yang masih dapat di dengar oleh Brian.


'kita akan lihat,seberapa jauh kamu akan bertahan.' setelah mengatakan itu,Brian pergi meninggalkan Boni yang sekarang menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya,dan beberapa saat langsung berdiri mengambil handphone nya yang memang sudah dia sembunyikan dengan baik supaya jika terjadi sesuatu padanya dia bisa melaporkan Brian dengan barang bukti yang dia miliki.


👻👻👻


Hani langsung menatap kedua temannya yang berdiri di sisi kanan dan kirinya yang juga sedang menatapnya,mereka baru selesai menonton Vidio yang ada di dalam flashdisk di dalam kotak yang mereka bawa tadi.


hasilnya memang mengejutkan bagi Reyhan dan Azka,tapi lain halnya dengan Hani yang memang sudah tahu dari dia memegang tangan Boni kemarin.


"bagaimana menurut kalian?apakah ini sudah termasuk bukti yang kuat?"tanya Hani pada kedua temannya yang sekarang saling memandang,dengan perlahan tapi pasti keduanya mengangguk seakan mengatakan 'iya' secara bersamaan.


"kita antar buktinya pada polisi sekarang."putus Azka spontan yang membuat Hani menggeleng tak setuju akan keputusan Azka.


"tidak,kita harus menunjukkan bukti ini ke sekolah dulu..."putus Hani yang di setujui oleh kedua temannya.


keesokan harinya Hani Azka dan Reyhan sudah berada di ruangan guru mereka,dan memberikan semua bukti itu tanpa keraguan.


akibatnya banyak berita yang berkeliaran kemana-mana sampai terdengar sendiri oleh Brian yang sekarang menjadi ketakutan dan memilih bolos,bersembunyi di tempatnya.


kenyataannya memang Boni mati bukan di karenakan bunuh diri,melainkan di dorong dari atas oleh Brian karena saat itu mereka terlibat perdebatan sengit sehingga dengan gelap mata Brian langsung mendorong Boni yang membuatnya terjun bebas menghempas tanah.


awalnya mereka menperdebatkan Brian yang ketahuan oleh Boni memperhatikan seorang wanita yang membuat Boni marah dan cemburu,saat itulah perdebatan mereka terjadi.


alasan Boni memukul wajah Hani saat merasukinya karena wanita yang di perhatikan dan menarik perhatian Brian adalah Hani,maka dari itulah Boni menjadi kesal dan memukul wajah Hani bertubi-tubi.


Brian termasuk anak yang memiliki sedikit gangguan mental,dia sangat takut jika keluarganya tahu apa yang telah dia lakukan,dia takut berita akan kejahatannya sampai ke telinga ibunya dan bertindak menakutkan padannya.


selama hidupnya dia benar-benar tak pernah merasa tenang akan apapun,sejak kecil dia tak pernah di perhatikan dengan baik dan hal itu membuatnya sangat tertekan.ketika orang tuanya memilih mensekolahkannya sedikit jauh dari rumah,dan membiarkan dia tinggal sendiri.


saat inilah dia ingin mencari sedikit kebebasan dan baru mendapatkannya,dia sama sekali tak tahu jika perbuatannya melampaui batas sampai menghamili anak orang,dan sekarang lah dia menjadi sangat ketakutan akan ketahuan oleh orang tuanya,takut akan di hukum dan di sekap di tempat yang gelap dan pengap seperti dulu.


Brian melihat sekelilingnya ketakutan,sampai ketika tatapannya berpusat pada pisau dapur yang terletak tak jauh dari jangkauannya,dan dia melakukan keputusan terakhirnya.


👻👻👻


beberapa hari kemudian,Brian di keluarkan dari sekolah.semejak dia ketahuan telah membunuh Boni,dia sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya.


padahal itu sudah lebih dari seminggu berlalu, keluarga Boni yang tak terima akan kenyataan anaknya yang dibunuh pun mulai bergerak memanggil polisi untuk segera menangkap Brian yang menghilang.


sekarang pihak kepolisian sudah berdiri didepan rumah susun dan menghampiri pemiliknya.


"siang buk,apakah ibuk kenal dengan anak ini?"tanya bapak-bapak berkumis memakai seragam pada wanita paruh baya di depannya sambil menunjukkan sebuah foto.


"Ooo...anak ini ada di lantai dua pak,di kamar no 16 dan anak itu dalam beberapa hari ini tak pernah terlihat wujudnya,tapi ada gerangan apa bapak kemari?"ibuk itu menunjukkan ekspresi kebingungan akan maksud dari pihak kepolisian datang ke rumah susunnya.


"anak ini telah melakukan tindak pembunuhan buk dan kami di perintahkan untuk segera menangkapnya,kalau begitu saya permisi dulu buk."tiga orang petugas itu pergi meninggalkan wanita paruh baya dengan ekspresi terkejut tak percaya terhadap apa yang dia dengar.


mereka sudah sampai di depan pintu bernomor 16,dengan tidak sabaran salah satu dari mereka mengetuk pintu sangat keras.


"keluar sekarang."teriaknya keras untuk menyuruhnya keluar dari rumahnya,karena tak kunjung mendapat balasan dari pemilik rumah mereka pun tanpa pikir panjang langsung mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu Brian.


setelah tiga kali dorongan,barulah pintu itu dapat terbuka dan yang paling mengejutkan adalah bau busuk yang memenuhi ruangan itu membuat mereka langsung bertatapan karena dalam beberapa kasus mereka sering mengalami hal seperti ini.


dapat mereka lihat seseorang lelaki yang terbaring tak bernyawa membusuk dengan kondisi leher yang seperti di gorok dan pisau ditangannya,lelaki itu melakukan tindak bunuh diri.


Brian telah meninggal, mengakhiri hidupnya sendiri...


👻👻👻


Bersambung...