
malamnya Reyhan,Azka dan elvano menginap di rumah Hani dan tentunya langsung di terima Hani dengan senang hati sebab di juga kurang suka sendirian di rumahnya yang besar itu.
pada pukul 12 dini hari,semua penghuni rumah Hani sudah terlelap, begitupun Hani yang sedang memejamkan mata dengan seluruh kamar yang sudah gelap gulita.
👻👻👻
seorang bocah perempuan duduk memeluk tubuhnya sendirian di rumah yang sangat besar,bocah itu menangis dengan suara yang sangat memilukan tapi tak ada satupun orang yang berusaha untuk menenangkannya.
saat suara-suara bisikan di sekitarnya malah membuatnya semakin mengeraskan suara tangisannya, tapi sayangnya dia hanya sendirian.
sampai ketika sesosok bayangan putih seorang wanita menatapnya tersenyum seakan menertawakan keadaan bocah yang terlihat sangat menyedihkan itu.
bocah itu mengangkat kepalanya saat merasakan aura dingin di sekitarnya,tatapan bocah itu langsung bertemu dengan wanita berpakaian putih yang entah kenapa mulai mendekat ke arah bocah yang mulai ketakutan, tiba-tiba langkahnya semakin cepat bahkan terlihat seperti berlari.
GGRAAKK
wanita itu memegang leher bocah yang mulai meraung-raung ke takutkan, lama-kelamaan tangan wanita itu semakin kuat sehingga bocah itu merasa kesulitan bernapas,saat pandangan matanya mulai menggelap hanya satu kata yang dapat dia dengar.
"MATI...!!!"
👻👻👻
Hani terduduk dengan nafas yang memburu, seluruh tubuhnya basah oleh keringat yang mengucur deras seakan dia baru saja melakukan olahraga keliling ratusan putaran.
"ke-kenapa dia bisa muncul dalam mimpi ku?" Hani memegang kepalanya yang terasa berdenyut,perlahan tangannya berpindah menyentuh lehernya yang tiba-tiba malah terasa sakit.
"tidak mungkin... leherku benar-benar sangat sakit." lirih hani, tangannya terasa gemetar ketakutan, makhluk yang ada di dalam mimpinya adalah makhluk yang sangat dia hindari dan berharap untuk tidak pernah bertemu dengan makhluk itu sekalipun.
perlahan Hani turun dari ranjangnya dan bergerak ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menatap pantulan wajahnya di depan cermin.
tok tok tok
"HANI..!!!HANI...!!!" Hani yang mendengar teriakan serta gedoran di luar kamarnya membuat Hani langsung berlari tergesa-gesa ke sumber suara.
"ada apa?" di tatapnya Azka dan Reyhan yang berdiri pucat di depannya,tergambar jelas wajah ketakutan mereka yang membuat Hani menjadi bertanya-tanya apa yang telah terjadi.
langkahnya terhenti tepat di depan pintu masuk dengan tangan membekap mulutnya serta mata yang melebar dengan menatap tak percaya dengan pandangan di depannya sekarang.
di sana,elvano terangkat menempel dinding dengan mata memutih sedangkan kedua tangannya memegang lehernya sendiri seperti mencekiknya.
"a-apakah itu kau?"walaupun ragu,Hani mengeluarkan suaranya yang seperti bisikan kecil.
angin berembus pelan membuat seluruh tubuh Hani merinding begitupun dengan Reyhan dan Azka yang sudah berdiri di belakang Hani.
Hani hanya diam tanpa berniat maju maupun mundur dari posisinya,tubuhnya seakan kaku.dia ingin melarikan diri tapi mengingat semua temannya akan berada dalam bahaya membuat Hani diam kaku tanpa tahu apa yang harus dia lakukan.
"jangan ganggu semua orang di sini, urusanmu dengan ku bukan mereka...kita selesaikan berdua."cicit Hani dengan mata yang memerah,dia tahu makhluk yang ada di depannya sangat keras kepala dan Hani juga tahu bahwa urusannya dengan makhluk itu tak akan pernah selesai.
"sekian lama,hanya itu yang ingin kamu sampaikan nak?hikkk hikkk" Hani langsung mengalihkan wajahnya menatap lantai, tubuhnya tiba-tiba gemetar tak karuan,mungkin memang sejak dulu kesan makhluk yang ada di hadapannya memanglah sangat menyeramkan.
hantu yang selalu mengganggunya waktu kecil, sampai-sampai hampir membuatnya kehilangan nyawa dan sekarang malah muncul lagi setelah sekian lama menghilang tanpa jejak.
tiba-tiba tubuh elvano langsung jatuh menghantam ranjang,Hani cukup bersyukur karena elvano menghantam ranjang bukan lantai marmer yang keras.
Hani menarik nafas,lalu merapal doa dalam diam walaupun tubuhnya tidak menipu sama sekali karena malah gemetaran hebat.
"bawa elvano cepat,kita ke kos kalian saja...di sini gak aman." setelah di rasanya makhluk itu pergi,Hani langsung berlari ke luar di ikuti Reyhan dan Azka yang membopong elvano yang tidak sadarkan diri.
Reyhan dan Azka cukup heran saat melihat Hani seperti sangat ketakutan,entah apa yang membuatnya menjadi begitu,bahkan hantu kayang saja tidak membuat Hani gemetaran seperti ini.
"ayo cepat...kita tidak punya waktu,aku takut dia akan kembali." Hani langsung memasuki mobilnya,saat di rasanya semua orang sudah masuk barulah Hani melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"makhluk apa itu Hani?"tanya Reyhan yang duduk tepat di samping Hani saat melihat Hani memegang setir mobil dengan erat.
"makhluk jahat pendendam..." jawab Hani yang menaikan kecepatan mobilnya dengan rasa penuh kewaspadaan.
👻👻👻
Bersambung...