I can see you

I can see you
part 34



Tiga bulan kemudian...


banyak orang berkumpul di depan sebuah gedung, tampilan mereka sangat aneh dengan leher mereka melingkar sebuah kalung berhiaskan sebuah makanan ringan seperti permen.bagi perempuan,rambut mereka di ikat sebanyak tanggal lahir mereka.


hari ini adalah ospek untuk mahasiswa baru dan hani menjadi salah satu dari sekian banyak mahasiswa di sana yang berpenampilan aneh.


setelah sekian lama berkumpul,barulah senior-senior berdatangan memberikan arahan yang akan mahasiswa baru lakukan.


Reyhan dan Azka juga ada di sana tapi di barisan yang berbeda dengan Hani karena jurusan mereka tak sama,Hani mengangkat kepalanya saat beberapa senior mulai membagikan mereka menjadi beberapa kelompok.


Hani malah menemukan seseorang yang tak asing di matanya dan itu membuatnya kembali menunduk,ini takdir atau cuma kebetulan?


tepat di kerumunan senior,hani melihat elvano berdiri tegap dengan almamaternya,dia belum menyadari keberadaan Hani di sekitarnya dan itu memudahkan Hani untuk bersembunyi dari elvano.


sialnya Hani,elvano malah jadi mentor pengurus kelompoknya membuat Hani tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri lagi.


"baiklah,kalian semua ikut saya..."ucap salah satu senior yang mengontrol kelompok Hani,sekitar ada 3 orang senior yang mengurus mereka.


ternyata semua orang di kumpulkan di sekitar rerumputan perkelompok,tak jauh dari sana Hani melihat adanya pohon beringin besar dan di bawahnya ada bangku dari kayu.


"ah ternyata ada anak indigo di sini."Hani yang awalnya menatap ke arah pohon beringin menjadi teralihkan saat ada yang menyebutkan kata 'indigo' dan itu berhasil membuatnya cukup risih, ternyata yang mengatakan itu adalah alumni dari sekolahnya dulu.


"anak indigo?"seketika banyak yang menatap kearahnya termasuk elvano yang awalnya tidak mempedulikannya.


kakak senior itu menyuruh Hani berdiri ke depan,mau tak mau Hani melangkah malas-malasan berdiri ke depan menyanggupi permintaan kakak seniornya.


"aku mau tahu,apa saja yang kamu dapat lihat? owh iya,di sini ada rumor kalau pohon itu ada penunggunya..katanya setiap yang duduk di sana akan sakit, bagaimana menurutmu?" ucap senior itu menunjuk pohon beringin yang dari awal memang menarik perhatian Hani.


semua orang menjadi tertarik dengan pembicaraan mereka dan Hani kembali memusatkan perhatiannya ke arah pohon beringin yang menjulang tinggi itu.


"kalian semua ingin tahu?" tanya Hani menatap wajah-wajah orang yang seakan menanti jawabannya.


"katakan saja." senior itu kembali mendesak hani yang membuatnya terpaksa mengatakan apa yang dia lihat.


"di bawah pohon itu memang ada penunggunya, seorang wanita tinggi yang selalu bersih-bersih di sana." jawab Hani saat tatapan matanya bertemu dengan wanita itu yang baru saja dia sebut.


"ha-hantu?lalu kenapa orang yang duduk di sana jadi sakit?"tanya senior itu lagi menatap Hani yang sekarang malah menatap ke sampingnya.


"iya hantu, orang-orang yang sakit biasanya adalah orang yang duduk dengan maksud menantang atau mempunyai maksud yang lain, sebenarnya jika duduk di sana dengan maksud hanya untuk duduk, sepertinya tidak masalah."jawab Hani bergeser sedikit menjauh ke samping kanan,berhasil membuat orang-orang menatapnya penuh tanya.


"pergilah,jangan terlalu lama."saat di perbolehkan,Hani langsung beranjak dari sana secepat mungkin.


👻👻👻


hani diam di koridor kampus menatap ke depan dengan mata menyipit,benar saja di depan sana dia malah melihat yang tak ingin di lihatnya.


wanita baju putih berambut sangat panjang sampai mata kaki,biasa di sebut dengan kuntilanak.wajahnya tertutup sepenuhnya oleh rambut,Hani yang melihat hal itu kembali melanjutkan jalannya berpura-pura tidak melihat apapun.


sayangnya dia malah mengikuti jalan Hani yang membuat Hani memberhentikan jalannya berbalik arah dan menatap tak suka pada makhluk yang berdiri di depannya.


kuntilanak itu malah tertawa membuat seluruh tubuh Hani merinding,awalnya dia ingin menjadi pemberani tapi saat melihat kesunyian di sekitarnya membuat dia tidak dapat berfikir jernih.


hani malah berlari cepat ke tempat mereka awalnya berkumpul dan kuntilanak itu malah melayang mengejarnya,dia sudah seperti sedang syuting film,dimana beradegan kejar-kejaran dengan kuntilanak,sungguh ini benar-benar tidak seru sama sekali.


BRUKKK...


tubuh Hani seperti baru saja menabrak sesuatu,kepalanya seakan terbentur sangat keras.


Hani terduduk di lantai dengan memejamkan matanya sambil memegang kepalanya yang berdenyut,perlahan mengangkat kepalanya dan melebarkan matanya.


dia terduduk menghadap seseorang yang juga terduduk di hadapannya yang sama-sama memegang kepala.


"kamu gak papa?"setelah berdiam cukup lama, seseorang itu mengeluarkan suaranya.


"ka-kamu?"terlihat jelas hani sangat terkejut saat melihat seseorang yang ada di depannya, lelaki yang ingin dia hindari malah muncul di hadapannya seperti mimpi.


"lama tidak berjumpa...Hani." lelaki itu adalah elvano,lelaki yang berhasil bangun dari komanya.


Hani hanya diam tanpa mengeluarkan suaranya,dia berdiri berniat meninggalkan elvano yang entah kenapa membuatnya gelisah tak menentu.


"maafkan aku hani karena sudah melibatkan kalian dalam masalahku,tidak bisakah kamu memaafkan ku?" itu adalah kata terakhir yang Hani dengar setelah dia benar-benar menghilangkan dari pandangan elvano.


👻👻👻


Bersambung...