
"hubungi polisi?"tatapan ketiganya kelihatan ketakutan dan Hani tahu akan hal itu,tapi dia tidak ingin mengambil resiko untuk masuk lebih dahulu.
"ya,kita tidak mungkin masuk rumah ini lebih dahulu kan?kita butuh pihak berwajib."jawab
Hani sambil mengusap wajahnya gusar.
"memangnya ada apa di dalam?"Riko menatap Hani dengan tatapan penuh tanya.
Rina Riko dan novan,teman kelompok Hani saling melemparkan tatapan cemas tak karuan yang membuat Hani merasa bersalah telah melibatkan ketiga temannya yang pastinya tidak pernah berada di posisi tentunya.
"sesuatu yang tak di inginkan."jawab Hani yang langsung merogoh kantong roknya, mengambil ponselnya dan mengetik beberapa digit angka.
"halo pak"Hani langsung menyapa di saat panggilannya terhubung sambil melayangkan tatapan pada ketiga temannya yang sekarang menatapnya harap-harap cemas.
"kami menemukan sesuatu yang mencurigakan di jalan xxxx pak."
"....."
"iya pak,baik."
setalah menghubungi polisi,Hani mengalihkan pandangannya pada anak kecil yang melewatinya begitu saja menembus pintu rumah.
"kalian boleh pulang,biarkan yang menunggu di sini."Hani tersenyum melihat wajah pucat temannya,apa lagi wajah rina yang sepucat kertas yang membuat hani sangat merasa bersalah telah menyeret ketiga temanya pada kondisi yang tak mengenakan seperti ini.
"aku akan tetap di sini."jawab Riko dan novan secara bersamaan,membuat Hani tersenyum melihat kelompok kedua teman kelompoknya itu.
"a---aku sepertinya harus pulang."jawab Rina yang mendapat anggukan Hani.
'ah aku jadi merindukan kedua teman ku.' batin Hani yang langsung membuka ruang chat grup nya dan mengetikan beberapa huruf di sana.
tak butuh waktu lama,petugas kepolisian dan ambulans mulai berdatangan mendatangi mereka serta satu mobil yang sangat di kenal Hani yang tentunya sudah ada dua orang di dalam sana.
"di dalam rumah sepertinya ada yang mencurigakan pak,kami mencium bau tak enak"jelas Hani saat seorang petugas menanyakan sesuatu padanya.
"apa yang terjadi Hani?"Reyhan muncul bersama Azka dengan wajah penuh tanda tanya saat mereka melihat ada mobil polisi dan ambulans di lokasi yang Hani beritahu pada mereka lewat pesan singkat.
"kita akan lihat nanti."jawab Hani mengikuti petugas yang masuk,walaupun dia tahu bahwa itu sebenarnya tidak di perbolehkan.
semua orang di buat tercengang dengan apa yang di temukan Hani,ada dua mayat di dalam rumah itu.
mayat anak kecil dengan kondisi yang mengenaskan,bagian tubuhnya banyak luka tusukan bahkan di salah satu bagian tubuh masih ada pisau yang tertancap di sana dan lehernya seperti ada bekas tangan yang seakan ada yang mencekiknya.
kedua temannya Azka dan Reyhan serta teman kelompoknya sudah berlalu pergi saat melihat sekilas, meninggalkan Hani yang masih masih berada di dalam sana.
"menyedihkan sekali."ucap Hani dan berlalu pergi keluar ketempat temannya.
👻👻👻
mereka berlima tidak jadi pulang melainkan duduk Santai di dalam kafe dan makan malam di luar.
"sebenarnya apa yang kamu lihat tadi Hani?"Reyhan bertanya pada Hani yang masih mengunyah makanan membuat Hani melayangkan tatapan datar dan meraih minuman.
"jadi tadi ada anak kecil yang memegang bajuku,tatapannya seperti meminta tolong dan mau tak mau aku harus menolong nya kan?"ucap Hani kembali mengunyah makanan nya.
"apa yang terjadi dengan mereka?"Novan menatap Hani dengan mata meminta jawaban,sebab dia yakin Hani pasti tahu apa yang terjadi.
"hmmm...anak itu di bunuh oleh ayahnya sendiri,aku juga tidak tahu penyebab apa dan ayahnya menyesali perbuatannya,lalu memilih bunuh diri.hanya itu yang aku lihat,bukankah itu menyedihkan?"jawab Hani sambil mengaduk makannya merasa kehilangan nafsu makannya.
"aku tak tahu kamu bisa sekeren ini."ucapan itu keluar dari mulut Riko yang membuatnya menjadi pusat perhatian dari orang yang ada di meja itu.
"ah benarkah?makanya sering perhatian aku,banyak hal keren lain yang bisa aku lakukan."senyum jahil terukir di wajah Hani yang membuat Azka dan Reyhan saling bertatapan.
"cepat habiskan makananmu."ucap Azka yang mengambil sendok di piring Hani dan mengarahkan makanan ke mulutnya.
"makan punyamu sendiri,ah makanan ku berkurang"protes Hani saat melihat piring di hadapannya.
👻👻👻
Hani merebahkan tubuhnya di atas ranjang,menatap langit-langit kamarnya,pikirannya berkecamuk tak tentu arah,seakan ada yang mengganjal tapi dia tidak tahu apa penyebabnya.
"aku belum bertemu elvano seharian ini,anak itu kemana?"tanya Hani pada dirinya sendiri,yang memang tak melihat elvano seharian ini.
baru saja di pikiran,seseorang sudah duduk di sofa menatap Hani dengan senyumannya.
"kamu mencariku?"pertanyaan singkat yang mampu membuat Hani terdiam.
👻👻👻
Bersambung...