I can see you

I can see you
part 37



hani duduk di atas karpet menatap elvano yang sekarang sedang di tangani Reyhan dan azka,leher elvano yang memerah sedang di oleskan salep oleh reyhan dan Azka yang menyodorkan minyak kayu putih di hidung elvano.


perasaan Hani yang was-was masih belum tenang,dia ketakutan setengah mati saat melihat penampakan yang telah lama tak pernah di lihatnya.


hanya satu orang yang ada di pikirannya,anak yang dulu berteman baik dengan makhluk itu tapi anak itu tidak pernah Hani lihat lagi.


Hani berdiri dan berjalan menuju pintu yang akan membawanya ke kamar mandi, walaupun sering di bilang kosan,tempat tinggal Azka tidak jauh beda seperti apartemen,sangat luas.


Hani mencuci wajahnya berulang-ulang dengan air setelah puas mengguyur seluruh wajahnya,perlahan dia mengangkat kepala dan menatap wajahnya frustasi.


sekilas semua kenangan masa lalu yang menakutkan seakan berputar seperti film di dalam otaknya.


kenangan di mana dia di gantung, di tenggelamkan bahkan di siksa secara tidak langsung oleh makhluk tak kasat mata,semua berawal ketika kedua orangtuanya tak lagi ada di sisinya.


"bodoh,bahkan sampai sekarang tubuh mu masih saja gemetar saat melihat makhluk itu." Hani tersenyum sinis menatap cermin,seakan mengejek dirinya sendiri.


"kapan kamu bisa bertindak lebih berani?" lagi-lagi Hani hanya berbicara menatap pantulan wajahnya.


frustasi dengan dirinya sendiri Hani merosot ke lantai dan menjambak rambutnya sendiri,dia tidak mengeluarkan suara apapun melainkan hanya diam dengan tangan yang masih setia menggenggam rambutnya erat.


dadanya terasa sesak,dia sungguh tidak tahu harus berbuat apa. kebingungan mencari alasan dari maksud kedatangan makhluk itu kembali,apakah ada sesuatu yang membuatnya terpancing untuk kembali?tapi apa?


Hani hanya bisa menggelengkan kepala di saat kepalanya terasa berdenyut kesakitan kerena berfikir terlalu keras.


"apa yang dia inginkan?tidak bisakah dia membiarkan aku hidup tenang lebih lama?" seakan tahu dia tidak akan mendapatkan jawaban apapun,Hani langsung berdiri dari duduknya dan merapikan penampilannya lalu keluar dari kamar mandi, bertingkah seakan tak terjadi apa-apa.


👻👻👻


sudah dua hari mereka tinggal di kosan Azka dan disinilah mereka sekarang.di depan pintu rumah Hani yang selama dua hari ini tak pernah mereka datangi.


elvano tidak bersama mereka,setelah sadar dari pingsannya tak berapa lama setelah itu elvano langsung pulang ke tempat asalnya.


tangan Hani tergantung di kenop pintu seakan tak berniat untuk membuka pintu itu,sedangkan Azka dan Reyhan malah saling memandang satu sama lain dengan raut kebingungan.


Hani yang hanya diam membuat Reyhan langsung mengambil alih kenop pintu dan membukanya secara perlahan,dahinya berkerut saat yang pertama kali yang di lihatnya adalah tumpukan sampah makanan ringan yang berserakan dimana-mana.


"Hani...."Reyhan menoleh ke belakang menghadap Hani yang juga menatap aneh apa yang baru saja menyapu matanya.


sebuah koper yang lumayan besar juga tergeletak tak jauh dari tempat mereka berdiri,apakah Hani memiliki tamu yang tak di undang atau adakah yang terdampar di rumahnya selama dia pergi?


Hani kembali melangkah masuk dan malah melihat televisi yang menyala serta sebuah kaki yang menjulur keluar di atas sofa,siapa dia?


karena mendengar sebuah suara, seseorang lelaki berambut coklat itu terduduk dan menatap Hani dengan senyuman lebar.


sedangkan Hani? dia menarik nafas lega,setidaknya dia tahu siapa yang bertanggung jawab akan kekacauan yang ada di rumahnya.


lelaki itu bernama Kevin,lelaki dengan perawakan tinggi berwajah pucat serta memiliki kumis tipis,dia bekerja sebagai arsitek.yang Hani tanyakan sekarang,apa yang membuat Kevin ada di rumahnya pada saat ini?


"datang mengacau dan membawa teman...sopan sekali." Hani tersenyum sinis pada Kevin yang nyengir kuda seakan tak memiliki salah apapun.


satu hal yang harus kalian ketahui,Kevin adalah seseorang yang memiliki kemampuan yang sama seperti hani hanya saja Kevin lebih profesional sedangkan Hani masih amatir.


"anak yang sangat manis..." Kevin menunjukkan senyuman yang memamerkan gigi kinclong seperti iklan piring yang biasanya ada di televisi.


Kevin berdiri menubruk hani memeluknya dengan erat menghiraukan Reyhan dan azka yang menatapnya tajam.


"temanmu sangat menyeramkan." jika Kevin menatap ke belakang Hani maka Hani juga akan menatap ke belakang Kevin,teman Hani adalah manusia maka berbeda dengan kevin yang lebih memilih berteman dengan makhluk tak kasat sama.


"kamu lebih berani ternyata,membawa dua ekor serigala ke rumah..."Kevin menatap Reyhan dan Azka dengan wajah tak bersahabat.


tak jauh berbeda dengan Reyhan dan Azka yang juga menatap Kevin seakan mengajak untuk berperang,pikiran mereka di penuhi tanda tanya,siapa lelaki menyebalkan yang ada di hadapan mereka sekarang?


👻👻👻


Bersambung...