Good Night New York

Good Night New York
Mulai Mencair



Angel " Teriak Ibra dari belakang.


Wisnu yang sedang menatap aku sinis, tiba-tiba mengalihkan pandangannya ke arah Ibra. Aku pun membalikkan badan ku ke arah nya. Kami be3 pun saling tatap.


Wisnu menatapnya dengan tatapan tajam. Ibra berjalan menuju arah kami, lalu tepat berada didepan ku, dia pun menarik lengan ku untuk memindahkan posisi ku ke belakangnya. Namun dengan Cepat lengan ku yang satunya ditarik oleh Wisnu.


Aku sekarang berasa tengah di perebuatkan oleh dua pangeran batinku.


" Lepaskan tangannya " Ucap Ibra santai. Wisnu hanya menatapnya tanpa berkata. " Kau tak dengar? " Suaranya naik satu oktaf. Aku speechless (terdiam) seketika melihat tingkah mereka.


" Kau yang lepas " Ucapnya datar. Kenapa jadi berdebat! Batinku kesal. Aku pun memberontak dan melepas genggaman mereka. " Lepass! " Alhasil mereka pun terkejut karena teriakkan ku.


" Kalian ini kenapa seperti anak kecil! "


" Baiklah kalau begitu aku pergi dulu " Ucap Wisnu seraya pergi meninggalkan aku dan Ibra. Aku dan Ibra terpelongo melihat dia pergi, Dia? lagi-lagi ! batin ku kesal.


" Ayo kita cari makan Njel " Ajaknya.


" Aku tak lapar ". Aku pun pergi meninggalkan nya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Wisnu Melviano Hariss


" Ck, kenapa aku tadi menarik lengan nya " Gumamku pelan seraya tersenyum tipis. Aku pun pergi meninggalkan perpustakaan.


Siapa lelaki itu? Apa satu sekolah dengan ku? Tapi aku tak pernah melihatnya. Pikiran ku kacau karena terus memikirkannya. Sampai-sampai aku hampir saja menabrak seorang perempuan yang hendak menyebrang.


Aku pun reflek membelokkan motorku untuk menghindarinya dan akhirnya terjatuh. " Shitt!, kenapa aku ini! "


Aku melihat ke arah perempuan itu, dan segera menghampirinya. " Kau tak apa? " Di..dia?apa itu dia?. Sontak aku melotot ketika melihat perempuan itu.


" Iya tak apa, aku hanya kaget saja " Dia tersenyum kepadaku. " Dina " Sontak nama itu yang keluar dari bibir ku.


" Eh apa? Dina? " Dia heran saat aku mengucapkan nama itu.


" Ma...maaf " Aku pun pergi meninggalkan nya. Mirip, mirip sekali Batinku.


Aku membasahkan semua tubuh ku dengan air, karena seharian ini badan ku lengket sekali. Sinar matahari tadi siang menyorot dengan tajam ke arahku. Hanya sekitar 15 menit aku mandi, aku keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk, sehingga perutku yang hampir menyerupai roti sobek pun terlihat.


" Huftt, hari ini cukup melelahkan " Aku pun menghempaskan tubuhku ke kasur, dan menatap langit-langit kamar.


*Kenapa perempuan itu mirip sekali dengan nya


Drtt...Drtt* pikiran ku menjadi buyar seketika. Bergegas ku ambil dan ku buka isi pesan itu.


**Angel :


P


P


P**


Mau apa dia?


Me :


**Ada apa?


Angel :


Ku kira kau tak menyimpan No ku**


" Apa sekarang dia ingin bertengkar dengan ku " gumamku pelan.


**Me :


Lalu, harus aku hapus?


Angel :


Terserah!!


Me :


Ok


Angel :


Dasar menyebalkan**!!


" Cihh dasar gadis lugu "


" Tapi kenapa rasanya senang sekali bisa bertengkar dengan nya setiap hari "


" Apa aku sudah jatuh...


Bruuk..


" Ah, yang benar saja kenapa malah jatuh dari kasur "


Aku kembali ke posisi ku tadi di atas kasur. Semakin lama aku pun mengantuk dan menutup kedua mataku, lalu terlenyap dalam mimpi malam.


🍁🍁🍁🍁🍁


Kring..Kring 06.30


Aku membuka mataku, dan " Aaah, sudah setengah tujuh! Huhu bisa telat ni " Aku berlari menuju kamar mandi dan berdandan seadanya. " Ppalli Njel ppalli " Gumamku sembari berlari menuruni tangga. " Tak sempat lagi sarapan "


" Heii! kau ni benar-benar tak berguna ya, sudah jam berapa ini ha! baru akan berangkat ke sekolah? Mau jadi apa kau nanti ! ". Benar saja, sepagi ini sudah mendapat siraman rohani dari Bibiku.


" Aku berangkat, Assalamualaikum " Aku berlari tak menanggapi ocehan dari Bibiku.


"Hei! Dasar anak tak tahu sopan santun! dasar p*l*c*r" Aku tak perduli atas cacian dari nya, karena saat ini yang aku pikirkan adalah agar tak telat masuk kelas.


Duhh eottae?. Pikiran ku kacau sekali, bagaimana tidak. Pasalnya hari ini ada ulangan pada jam pertama.


" Sini kalian semua, berbaris! " Teriak guru piket. Aku berbaris tepat disebelah Wisnu. " Scout Jump 35 kali kalian semua "


" Ha?! 35 kali? sepagi ini? " Gumamku pelan. " Kerjakan sekarang! "


" Huftt, ck " Decak Wisnu terdengar sampai ke telingaku. " Satu! dua! tiga!.... " Teriak semua murid bersamaan.


" Ahh capek! aku ingin sekali menangis :( "


" Angel, kenapa bisa telat? sini tas mu biar ku taruh di kelas " Kata Vina seraya mengambil tasku.


" Terima kasih "


" Baiklah selamat menikmati hukuman mu ma best, haha " Ucap Ziah.


" Kurang ajar kau ! " teriakku. Mereka hanya berlari sambil tertawa.


" Hauss, lapar aahh " Keluhku. Tepat didepan ku ada seseorang yang menyodorkan botol minum ke arah ku " Ini, ambil " Ucapnya datar. Aku yang tadinya menunduk, setelah mendengar ucapannya langsung menegakkan wajahku. Dia lagi! " Makasih, tapi tak usah, aku tak haus " Jawabku ketus


" Ya sudah kalau begitu, aku bu...., belum selesai dia bicara langsung ku rebut botol itu. " Tadi katanya tak haus "


" Kan tadi bukan sekarang " Jawabku penuh alasan.


Dia hanya tersenyum tipis dan duduk disebelah kanan ku. Aku pun memiringkan wajahku ke kanan sambil menghabiskan minumanku. Tumben Batinku heran.


" Semua nya masuk ke kelas dan jangan ada yang telat lagi besok ! " Teriak guru piket.


Dia pun berdiri, lalu pergi meninggalkan ku sendirian. Aku mengikuti langkah itu tepat dibelakangnya. Kami pun berpisah dan masuk ke kelas masing-masing.


Kring..Kringg Bel istirahat


" Ahh pegal sekali kaki ku " Ucapku pelan


" Angel ayo ke kantin " Ajak Lyla.


" Aku tak selera, kalian saja lah "


" Ya sudah kami ke kantin dulu ya " Ucap Eriska.


Drrtt...Drrttt Hp ku berdering. Panggilan dari Kakak


" Kakak? ada apa? Tumben sekali "


" Hallo kak Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam Dek "


" Ada apa? Tumben menel...


kata-kata ku di sangga cepat oleh kakakku.


" Apaaa?! bohong ! kakak pasti bohong! Huhu pasti salah info ! "


" Dek... dek "


Aku menangis meraung-raung, hingga semua teman sekelasku menghampiriku.


" Ada apa Njel? Kata salah satu teman sekelasku.


" Arghhh! ahhhhh bukan pasti kakak bohong ! " Aku menangis makin jadi


" Semua temanku panik " Mereka memanggil Tian sebagai Ketua kelas.


" Ti..tian, An..angel anu si Angel " Ucap Lala panik


" Apa? ongomong yang jelas! " Bentak Tian


" Angel nangis tak mau berhenti " Jawabnya


Tian berlari dari kelas Wisnu menuju kelas nya, Wisnu pun mengikutinya berlari.


" Njel,Njel ada apa? ha ? Ada apa?! " Tanya Tian panik


" Huu bohong! pasti bohong! " Tangisku makin pecah


" Apa yang bohong? Tenang dulu, jelasi ke aku "


" A..aku inginn pulang, pulang! tolong antar aku Tian huuuhu :( " Bulir putih itu tak mau berhenti.


" Iya ayo aku antar " Ucap Tian panik.


" Biar aku saja " Ucap Wisnu


" Cepat!!! aku ingin pulang huhu " Aku berdiri seraya menarik tasku. Wisnu pun mengikutiku berlari, dia menuju ke parkiran dan segera mengambil motor.


Di perjalanan menuju kos " Ada apa? kenapa kau tak berhenti menangis? " Tanya nya tenang.


" Kakekku huhu, kakekku meninggal " Dia menaikkan gas motornya, agar cepat sampai.


Dan belum sempat aku turun dari motor Wisnu, dari arah dalam Bibiku keluar dan meneriakiku. " Heh, jam segini bolos bersama lelaki? benar-benar seorang p*l*c*r kau! "


" Diam kau! diam! aku muak dengan semua caci maki kau! apa yang kau tahu tentangku! Teriakku.


Bersambung....


🍁🍁🍁🍁🍁


Huhu sedih ya readers, kasian Angel :(


yuks baca terus di next episode


Jangan lupa like, comment, and Voteeee


Love u all and see u ❤️❤️