
" Baru pertama kalinya aku sepeduli ini terhadap wanita yang belum ku kenal lebih lama " Ucapku pelan. Aku berjalan meninggalkan Loket menuju Parkiran, untuk mengambil motor. Ku gas motor dengan pelan, perlahan meninggalkan Stasiun Kereta.
Dan berhenti di sebuah Minimarket untuk membeli air mineral. " Itu saja Mas? " Tanya kasir itu. Aku hanya mengangguk pelan. Aku menghabiskan isi botol itu (airnya ya bukan botolnya :v), sambil duduk di kursi luar minimarket. " Ahh, segar "
Drrtt...Drtt..Drrrrt
" Hallo Yan.
" Lah kemana lo bro? habis ngantar Angel malah gak balik-balik lagi "
" Males balik ke sekolah lagi, bawakin semua buku ku antar ke rumah "
" Udah, tenang aja bro "
tutt..tutt panggilan diakhiri ....
Kulirik jam tangan ku, 17.30. Sepertinya dia sudah sampai Batinku.
**To : Angel
Kau sudah sampai**?
" Belum ada balasan " gumamku pelan. Aku berdiri dari duduk ku lalu bergegas pergi menuju rumah.
Setibanya dirumah, aku di sambut oleh Ibuku yang sedari tadi duduk dikursi teras. " Dari mana saja kamu? jam segini baru pulang " Aku langsung mengambil tangannya lalu menciumnya. " Ah..itu Bu tadi di sekolah ada Pelajaran tambahan " Ucapku seraya menaikkan kedua alisku. " Kamu gak bohong kan sama Ibu? " Tanyanya tak percaya. " Enggak kok bu, kalau Ibu gak percaya telpon Tian aja " Ucapku santai.
" Ya sudah sini mana Hp mu biar Ibu telpon " Ucapnya seraya mengulurkan tangannya. Aduh tamat riwayat kalau gini caranya Batinku.
" Mana? "
" Apanya Bu? " Tanyaku dengan wajah polos.
" Wisnuuu! " Suaranya naik satu oktaf. Akhirnya aku pun memberikan Hp ku kepadanya dengan pasrah.
" Hallo Nu? ada apa? "
" Tian ini Ibu, tadi kata Wisnu ada pelajaran tambahan benar gak? "
Jawab iya Yan, bantuin aku tolong batinku
" Oh iya Bu, benar kok tapi tadi Tian udah pulang duluan "
" Hmm syukurlah kalau Wisnu gak bohong "
Alhamdulillah, makasih Yan haha Batinku seraya menahan tawa.
" Tuh kan bu, Wisnu gak bohong " Ucapku lega.
" Iya sudah, mandi sana " Aku merampas Hp yang dipegang oleh Ibu lalu berlari ke dalam rumah. " Ehh ini anak! " Teriak Ibuku.
Aku masuk ke kamar sambil tertawa geli. Lalu aku membersihkan tubuhku dan bergegas untuk melaksanakan 3 rakaat satu salam. Seusai itu, aku menghempaskan tubuhku ke kasur dan mengirimi Tian pesan. Makasih bro, sudah bantuin tadi haha
Tak lama dibalas oleh Tian. *Kebiasaan, selalu saja ngasih imbas ke aku.
Sorry bro, genting soalnya haha*. Aku terus tertawa di dalam kamar, pasalnya Tian sudah bisa baca situasi kalau Wisnu sedang berbohong dan itu bukan hanya sekali ini, tapi sudah berulang kali di lakukan oleh Wisnu. Jadi bukan hal baru bagi Tian.
*Bro, kenapa aku sepeduli ini sama Angel? Kau tahu apa alasannya?
Tahulah, kau itu sudah jatuh cinta padanya.
Haha, apa katamu jatuh cinta? gila kau
Wahwah situasi seperti ini masih saja mau bohong. Hei bodoh! kau itu sudah jatuh cinta padanya sejak pertama bertemu. Benar kan?
Haha sepertinya bukan jatuh cinta, tapi jatuh dari kasur
Haiss kau ini, masih saja mengelak
Baru jam segini, sudah mau tidur saja*
Baru ingin menutup mataku, Hp ku berdering lagi. Apa lagi Tian? Batinku. Ku buka Hp ku satu pesan belum terbaca dari Angel. " Balasan Angel " Gumamku.
**Angel :
Iya, sudah sampai sore tadi
Me :
Kalau begitu, istirahatlah
Angel :
Baiklah, sampai bertemu**
" Huftt, kenapa aku sekhawatir ini? " Aku menghela napas kasar lalu memejamkan mataku menghilangkan semua capekku hari ini.
🍁🍁🍁🍁🍁
Pagi ini ku putuskan untuk membereskan rumah, karena kemarin malam adalah acara meninggalnya kakekku.
" Kamu berapa hari disini dek? " Tanya kakakku yang datang entah dari mana. " Seminggu kak " Jawabku singkat. " Lah sekolah mu? bentar lagi kan kelulusanmu dek, nanti malah mengancam nilaimu " Jelasnya panjang lebar. " Gak apa kok kak " Ucapku santai. Dia menghela napas kasar lalu pergi meninggalkanku. Karena kakakku tahu kalau aku keras kepala, jadi dia tak bisa memaksa kehendaknya walaupun itu demi kebaikanku.
Kegiatan beres rumah sudah usai, saatnya mengajak Sasha adikku bermain, ya walaupun dia adik tiri anak dari Ayah tiri ku. Setelah Ayahku meninggal, Ibuku menikahi seorang Karyawan Swasta, dulu aku sempat menentang pernikahan itu. Namun makin hari aku makin mengerti, kalau Ibuku butuh pendamping.
Meski hanya Ayah tiri, tapi dia sudah ku anggap seperti Ayah kandungku. Ayah tiriku sangat baik, ia membiayai sekolah dan hidup keluargaku. Ia tak pernah membedakan anak kandung ataupun anak tiri.
Aku dan adikku memutuskan untuk berkeliling kompleks. Menikmati udara pagi yang segar dengan sorot matahari yang terik. Kami berjalan bertemu banyak teman kecilku. Drrt....Drtt
**Wisnu
Pagi**
Tumben sekali dia batinku heran.
**Me :
Pagi juga
Wisnu :
Kau sedang apa?
Me :
Berjalan-jalan sekitaran kompleks rumah
Wisnu :
Oh iya, Aku Turut Berduka Cita atas meninggalnya Kakekmu. Maaf kemarin aku tak sempat mengatakannya.
Angel :
Tak apa, dan terima kasih atas bantuanmu kemarin** :)
Bersambung.......
🍁🍁🍁🍁🍁
Ciee Babang Wisnunya lagi kasmaran ni hehe
Segini dulu ya Readers terus pantau Next Episode yaa
Jangan lupa like, comment, and Vote yg bnyk :)
Love u all And g.Night ❤️❤️