
~ADA BANYAK HAL YANG INGIN KU TANYAKAN PADAMU, KECUALI PERPISAHAN~
Sebelum pulang ke Solo, aku akan bertanya kepada Wisnu sekali lagi tentang Andini. Karena aku gak tau mana yang bohong, Wisnu atau Andini. Wisnu bilang dia gak ada perasaan apapun lagi sama Andini, tapi Andini bilang kalau Wisnu cuma pura-pura padahal sama-sama masih sayang.
Seketika otakku hampir mau pecah, karena masalah ini. Ku tenangkan pikiran ku sejenak dengan sebuah teh hangat dan roti coklat. Setelah tenang, baru aku akan menemui Wisnu. Menit berlalu jam pun berganti, tapi aku benar-benar tak siap untuk bertemu Wisnu. Pasalnya aku takut Wisnu yang akan berbohong.
Sekitar pukul 16.00 ku beranikan diri untuk bertemu dengannya. Siap tak siap aku harus mendengar jawaban darinya. Sesampai di tempat yang telah dijanjikan sebelumnya, aku mematung melihat ke arah tempat itu. Dan ternyata mataku menangkap gambar yang sama sekali tak ku inginkan. Andini, wanita itu berada tepat di depan Wisnu, mereka berbincang tampak serius. Aku lemas, apakah ini balasan karena aku sudah berselingkuh dari nya? atau memang inilah cara untuk menjauh dari Wisnu?
Ku berdiam diri cukup lama, hingga akhirnya Andini pergi dari hadapan Wisnu. Inilah kesempatan ku menemuinya. Ku percepat langkahku, setelah sampai didepan nya ku hanya diam tanpa berkata apapun.
" Mau pesan apa mbem...
" Gak usah langsung aja. Aku mau nanya sama kamu. kamu masih sayang gak sama Andini? jawab jujur "
" Gak, gak ada lagi perasaan sama dia "
" Sekali lagi aku tanya, kamu masih sayang gak sama dia? " Wisnu terdiam sejenak kemudian menarik nafas dalam dan panjang.
" Oke aku jelasin ke kamu tolong dengar baik-baik. Jadi dulu aku sama dia pacaran tanpa kejelasan, dia gak ada kabar dan aku anggap udah putus, tapi sebenarnya kami belum ada kata putus sama sekali. Terus dia muncul Njel, aku bingung gak tau mau ngomong apa, emang masih ada sedikit perasaan ke dia, tapi kalau untuk balik ke dia mungkin aku gak bisa. Aku bohong waktu itu ke kamu, karena waktunya belum pas untuk ngejelasin nya. Maaf aku gak bilang yang sebenarnya, maaf Njel aku salah. " Jelasnya.
Serumit inikah cinta? Kenapa malah jadi seperti ini? Harusnya aku gak kenal dia dari awal. Kenapa ada dua rasa dalam satu hati? Walau hanya sedikit tapi tetap ada kan?
Ku palingkan wajahku darinya dan hanya diam seribu bahasa. Entahlah, saat ini aku marah atau kecewa, yang ku tau Semuanya terasa menyakitkan. Lalu aku berdiri meninggalkan nya sendirian tanpa berkata apapun.
" Angel " Panggilnya pelan. Tak ku hiraukan Panggilan nya. Aku hanya fokus pada langkahku, dan benih putih itu tak hentinya mengalir.
Ternyata benar kata orang, kecewa dan cemburu itu tak ada bedanya. Mereka sama, sama-sama menyakitkan hati. Ku kira ini ujian dalam sebuah hubungan, nyatanya balasan karena perbuatan ku yang melanggar. Entah apa jadinya jika semesta tau bahwa aku telah di bohongi, mereka pasti akan tertawa. Pasalnya, layaknya aku, dia juga pernah merasakannya :') .
🍁🍁🍁🍁🍁
Bersambung......
Yuks pantau terus next episode nya :( lagi sama sad bngt ni. jangan lupa like komen and vote yaa 🖤🤗
see u Reader 💋