Good Night New York

Good Night New York
Ilusi Tak Bertepi



~KAU TELAH LAMA LENYAP DARI PANDANGAN. NAMUN TAK KUNJUNG LENYAP DARI INGATAN. MASIH MEMBEKAS SENYUMMU MENAWAN. SELALU MEMBAYANGI TAK INGIN HILANG~


Tentu saja setelah ucapan Deffa tadi aku memilih untuk pulang dan beristirahat. Masalah kelas? mungkin aku bisa izin dengan Syahla. Selama masa orientasi, aku lebih dekat dengan Syahla yang berasal dari Malaysia. Dia cukup asik dan bahasanya pun sedikit mirip dengan bahasa ku. Jadi aku tak perlu repot berbicara bahasa Inggris dengannya.


Drttt....Drttt


Entah sudah berapa kali hp ku bergetar. Sampai akhirnya karena kesal, aku memilih untuk mensilent hp ku. Agar tetap diam dan tenang.


Jalanan kota New York hari ini sangat ramai dan padat. Banyak sekali yang terlihat sedang terburu-buru. Sesekali beberapa orang tak sengaja menyenggol tubuhku, ketika aku sedang menunggu lampu pejalan kaki untuk menyebrang. Dari arah berlawanan pun nampak jelas para pejalan kaki yang sangat ramai akan mengarah ke sini.


Ting!


Waktunya menyebrang jalan. Perlahan langkahku mulai melaju menapaki trotoar jalan. Dari arah berlawanan pun sama sepertiku yang melangkah maju menapaki trotoar. 10 detik lagi lampu akan berganti, aku harus cepat sampai di sana. 5, 4, 3, 2, 1 Iampu pun berganti. Tapi lagi-lagi langkahku terhenti ketika sampai ditepi. Cepat Kubalikkan tubuhku kebelakang. Mataku sekilas menangkap sosok itu, sosok yang selama ini kurindukan.


" Wi...Wisnu? yang tadi itu Wisnu kan? aku gak salah orang kan? Dia kearah mana tadi? atau ini hanya ilusi? gak! gak mungkin ini pasti nyata! " batinku meronta


Pikiranku benar-benar seperti layangan. Pria itu mirip sekali dengan Wisnu. Ini ilusi? atau benar adanya? jika benar, kenapa dia disini? apa untuk menemui ku? atau untuk tujuan lain?


BRAKK!


" Sorry "


Lamunanku buyar ketika seorang pria tak sengaja menyenggol tubuhku. Saat itu rasanya aku ingin sekali mengejarnya. Tapi apalah daya. Suasana yang sangat ramai, sehingga sulit untukku mencarinya ditengah kerumunan.


Wisnu... batinku dengan nada sedih.


Tak terasa sudah hampir 2 jam aku berdiri di tengah kerumunan. Dengan suasana langit yang sudah mulai menghitam. Dan para pejalan kaki yang berlalu-lalang ke sana kemari. 17.30 waktu Amerika setempat. Aku memutuskan untuk pulang ke apartemen. Ku harap tadi itu bukan hanya sekedar ilusi, tapi memang kenyataan bahwa ia adalah lelaki yang selama ini ku rindukan kehadirannya.


Ku harap, ingatannya juga bisa kembali normal setelah hampir 2 tahun aku tak bertemu dengannya. Ku harap, ini juga adalah waktu yang pas untuk ku dan dirinya bertemu. Dan yang terakhir, ku harap ini bukan hanya sekedar harapan saja.


Walaupun semua itu terasa menyakitkan. Tapi aku ikhlas dengan jalan yang sudah menjadi takdirku. Mungkin banyak orang yang tak suka. Karena cinta aku bisa serapuh ini. Namun inilah adanya. Tak ada yang ku tutupi. Hingga terkadang semesta pun tahu, bahwa salah satu manusia di bumi ini sedang bersedih menahan semuanya sendiri.


Sekali lagi, kalian mau tahu dimana tempat yang paling sepi? jawabannya simple, " Hati ". Sekeras apapun aku melupakannya, tetap saja ia selalu terlintas dalam pikiranku. Lelaki di bumi memang banyak, tapi tak semuanya sama.


Drttt


From Deffa


- Malam


Entahlah satu pesan singkat darinya malah menambah buruk suasana hatiku.


From Deffa


- Maaf soal tadi. Besok jangan lupa ada praktek lagi, dan terus semangat bidadari :)


From Deffa


- Udah tidur? ya udah mimpi indah


Bukan notif dari Deffa yang ku inginkan. Tapi notif yang selama ini sudah tak pernah muncul lagi dilayar hp. Sifatnya yang cuek dan terlihat tak perduli yang ku rindukan.


" Hiks...hiks a...aku aku rindu. Aku rindu semuanya tentang dia hiks... "


BAK! BIK! BUK!


Entah sudah berapa kali aku memukuli tembok apartemen. Sampai tanganku lecet dan berdarah. Lagi-lagi aku tak bisa mengontrol diri. Ya begitulah kira-kira. Diriku yang sebenarnya. Sekarang, siapa yang bisa disalahkan? aku? dia? atau takdir?


" Wisnuuuuu! i Miss you so much! " teriakku kencang seraya mengepalkan tangan.


To be Continued ✨


Mohon maaf ya, segini dulu. Author belum dapat feel nih karena mager banget mau ngetik:') besok atau lusa author bakal up yaw🤗 Tengkyuu udah jadi pembaca setia Wisnu dan Angel 🌈