Good Night New York

Good Night New York
Meet you



~KAKI INGIN MELANGKAH PERGI, NAMUN HATI ENGGAN MENGUCAP PERMISI~


Ku putar badanku untuk melihat orang itu, kedengarannya suaranya tak asing dan sudah pernah ku dengar.


Dan..... Dia?


Apa saat ini aku sedang bermimpi? kenapa mimpinya indah sekali? kalau emang ini adalah mimpi maka aku gak akan pernah membuka mata batinku.


Lelaki itu tiba-tiba mendorong kepalaku pelan kebelakang. Sontak lamunanku buyar karena tingkah nya. Aku langsung menatap wajahnya dalam, lalu mulai melangkah mendekatinya dan aku memeluknya erat. Aku menangis sejadi-jadinya di pundak lelaki itu.


" Hiks...Hiks sebentar aja " Ucapku lirih. Lelaki itu langsung membalas pelukanku dan mengelus lembut rambutku. Tak ada suara yang keluar dari mulutnya, hanya ada suara Isak tangis ku yang terdengar.


" Miss you " Ucapku di pundaknya.


" Too mbemm " sahutnya singkat.


Ya, lelaki itu adalah Wisnu Melviano Harris. Entah kenapa dia bisa ada di Solo. Dan kenapa dia bisa menemukanku ditengah kerumunan orang. Padahal kalau dipikir-pikir suasana saat itu ramai sekali, mungkin bisa-bisa saling menginjak kaki satu sama lain.


Ku abaikan orang-orang sekitar yang memperhatikanku dan Wisnu. Saat ini aku dan Wisnu sedang berada tepat ditengah-tengah kerumunan orang-orang stasiun. Pelukanku makin erat, tanganku tak mau lepas dari lehernya. Memang ada sedikit kekecewaan, tapi dibalik itu semua terdapat rindu yang tak bisa dipendam.


" Hiks... " Perlahan aku mulai melepas pelukannya. Wisnu menatapku dalam lalu menyeka air mataku yang terus mengalir bak air terjun.


" Dasar cengeng " Ucap Wisnu mencubit pipiku. Aku hanya tertunduk malu, karena sudah memeluknya tanpa izin. Dia menarik tanganku dan mengajakku pergi dari kerumunan ramai itu.


Kami duduk disebuah taman di Solo. Suasananya cukup tenang dan tak berisik. Jadi leluasa bagi kami untuk mengobrol bersama.


" Kok bisa ke sini? " tanyaku memulai pembicaraan.


" Mau ketemu calon mertua " Ledeknya padaku. Sontak aku tertawa karena lawakan nya yang cukup menggelikan.


" Ih apaan sih " Sahutku mencubit perutnya.


" Aku tu rindu kamu " Ucapnya kemudian. Aku tercengang mendengar perkataannya. Jarang sekali Wisnu mau bilang rindu. Secara diakan es batu dan dipenuhi rasa gengsi yang tinggi. Jadi kurang familiar mendengar dia mengatakan hal seperti itu.


Wisnu hanya memalingkan wajahnya kearah lain tanpa mau menjawab pertanyaan ku. Dia lalu berdiri dari duduknya dan berjalan menjauh dariku. Sesekali meledekku dengan menjulurkan lidahnya. Aku berdiri dari dudukku dan berlari mengejarnya.


Wisnu berlari semakin jauh dari sisiku, akupun mengikuti setiap langkahnya. Sesekali ia meneriaki ku


" Ayo lari! biar kurus " Teriaknya meledek. Ledekan nya membuatku terpacu untuk lari sekencang-kencangnya.


" Wisnuuuuu! udahan ah capek aku " Teriakku menyerah. Wisnu menggeleng tanda tak mau berhenti. Ia terus-menerus meledek Angel. " Aku haus " Ucapku sekali lagi. Wisnu tak menggubris perkataan Angel.


" Tangkap aku dulu baru kita beli minum " Sahutnya menantang.


Ni orang nyebelin banget sih ih batin Angel kesal.


" Tapi kalau gak dapat-dapat gimana? " Keluhku.


" Hmm harus sampai dapatlah " Sahutnya tertawa terbahak-bahak. Kali ini aku tertantang, emosiku meruap-ruap karena Wisnu. Jadi aku memutuskan untuk mengejarnya dan kalau sudah tertangkap tak akan aku maafkan ataupun aku lepaskan.


Wisnu berlari keluar dari area taman. Dia berlari menuju arah supermarket yang berada didepan taman. " Ayo tangkap " Ucap Wisnu seraya berlari untuk menyebrang.


" Awas ya kamu! " Teriakku membalas.


TIN....TIN....TIN!! (Suara klakson mobil memperingati)


BRAAKK!!!!


" Wisnuuuuuuuuuuuuu!! " Teriakku histeris tangis ku pecah seketika.


🍁🍁🍁🍁🍁


Bersambung....