Good Night New York

Good Night New York
Teater



~TETAPLAH DISISI KU. AGAR AKU BISA SEDIKIT MERASAKAN KEHANGATAN MU:)~


Tampaknya hari ini langit sedang bahagia. Ia menampakkan sinar mentari paginya ke seluruh kota. Begitupun aku. Aku yang siap ke kampus dengan wajah penuh semangat. Dengan senyum yang tak lagi bersembunyi. Kini aku tunjukkan ke dunia, bahwa aku benar-benar bahagia. Aku tak perlu khawatir lagi. Sekarang dia ada didekat ku.


Mungkin ini adalah awal. Ya! awal untukku dan dirinya kembali lagi. Meski harus memakan waktu yang cukup lama, tapi aku yakin dengan sepenuh hati, ingatannya akan kembali seperti dulu lagi.


Apapun konsekuensinya nanti, aku harus siap menerima kenyataan. Jika nanti, pada akhirnya aku dan dia tak bisa bersama kembali, aku pastikan dia tetap harus mendapatkan ingatannya kembali.


" Angel " teriak seseorang dari belakang.


Aku pun tanpa basa-basi langsung memutarkan badan, dan tersenyum kepadanya.


" Kenapa kemarin nangis? gara-gara aku ya? hmmm, jangan terlalu serius. Aku kan cuma becanda " ujar Deffa khawatir.


" Gak kok, aku gak nangis karena kau. Oh ya, besok-besok jangan becanda kayak gitu lagi! " ketus ku seraya memonyongkan bibir.


" Siap putri tembem " sahutnya cepat.


Sontak aku kaget dengan ucapan Deffa barusan. Senyum di wajahku sedikit memudar dan tiba-tiba saja teringat Wisnu. Aku teringat ketika Wisnu memanggilku dengan sebutan " mbemm " dan itu adalah hal kecil yang sangat berharga.


" Permisi, aku duluan ke kelas " singkat ku.


" Eh....


Aku berlari sekencang mungkin menjauh dari Deffa. Entah kenapa tiap kali bertemu Deffa, aku langsung teringat akan Wisnu. Ucapan, gaya bahasanya dan perlakuannya padaku hampir mirip dengan Wisnu. Seakan ada ikatan diantara mereka berdua.


BRAKK!


" Awww " keluhku ketika menabrak seorang lelaki.


" Are you okay? " tanyanya datar.


Suaranya? batinku tak percaya.


Dia menyodorkan beberapa buku milikku yang terjatuh ke lantai. Posisi ini yang aku rindukan selama ini. Dimana dia yang berada tepat di depanku. Jaraknya sangat dekat, sehingga aku bisa dengan jelas melihat wajah yang telah lama tak ku pandang.


" Makasih " singkat ku mengambil buku dari tangannya.


Tanpa sepatah katapun. Dia langsung pergi dari hadapanku dengan ekspresi datar. Ini mengingatkan ku pada dua tahun yang lalu. Dan sekarang, haruskah aku berusaha mencairkan dinginnya es itu? lagi? baiklah, kalau begitu aku akan mencairkannya.


Harus Njel! kau harus bisa! batinku penuh semangat.


_____


Tinggal 5 menit lagi kelas akan segera di mulai. Masih ada sedikit waktu untuk membaca novel, menghilangkan penat dan rasa bosan. Berhubung hari ini hari Kamis, kelas pasti mengadakan acara akhir semester. Semua orang pun bertanya-tanya, acara apa yang akan diadakan sebagai penutupan?


" Good morning all " ucap ma'am Jennifer yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.


" Morning " sahut anak kelas serentak.


" Thanks. Saya akan memberitahu kalian tentang acara yang diadakan sebagai penutup akhir semester ini. Acara kali ini cukup menarik, dan sedikit romance. Sangat cocok untuk kalian yang sedang kasmaran dan falling in love, yaitu teater. Hari ini saya akan membagikan beberapa kelompok berpasangan. Dan kalian bisa langsung berlatih di gedung aula. Acara akan berlangsung 4 hari berturut-turut. Jadi, persiapan diri kalian semua " jelas ma'am Jennifer dengan senyum manisnya.


Semua bersorak histeris mendengar acara yang akan dilaksanakan. Ini adalah pertama kalinya kami semua mengadakan acara penutupan akhir semester. Jadi kami benar-benar menantikannya dengan semangat.


" Oh ya. Untuk tema teater kali ini kampus kita mengangkat tema fantasi romance. Masing-masing dari kalian harus memakai baju yang sesuai dengan tema. Dan satu lagi, kita akan dibantu oleh tim editor dari Indonesia " ujarnya lagi.


Berarti ada Wisnu? hmmm yeyy! batinku kegirangan.


Karena sudah 5 wanita di kelasku yang menjadi korbannya. Dan rumor yang beredar, dia juga pernah berhubungan **** dengan wanita yang berasal dari luar kampus. Semoga saja aku bukan korban selanjutnya.


Sesampainya aku di gedung aula, aku langsung naik ke atas panggung dan bertemu dengan Diego. Dia menyarankan kepadaku untuk berlatih dansa dengannya. Aku dan Diego memutuskan untuk mengambil tema Goblin dan Putri Raja.


" Angel, ayo mulai berdansa " ajak Diego dengan tatapan genit nya.


Baru saja memulai latihan dia langsung dipanggil oleh dosen karena belum mengumpulkan tugas akhir. Terpaksa aku berdansa sendiri dan mengatur alur cerita kepada yang lain.


Pelan tapi pasti aku mengikuti irama musik yang mengalun merdu. Sehingga kakiku dengan lincahnya bergerak kesana-kemari. Aku terus meresapi keindahan musik yang mengalun, dan menghiraukan segala mata yang menatap ke arahku.


BRUUKK!!


" Argh! "


Karena keasyikan dengan lagu, aku tak melihat bahwa aku sudah berada di ujung panggung. Alhasil, aku tersungkur ke bawah. Sontak semua panik karena aku terjatuh. Begitupun Deffa, yang dari tadi memperhatikanku berdansa sendirian.


Rasanya semua badanku remuk tak karuan. Kakiku terasa nyeri dan susah untuk digerakkan. Iris langsung memanggil beberapa penjaga UKS. " Dasar ceroboh! tunggu disitu sebentar " bisik Deffa lalu melintas pergi.


Yang benar saja. Keadaan seperti ini dia malah mengoceh lalu pergi begitu saja.


" Are you okay? " tanya seseorang.


Ucapannya pun langsung membuatku mengadah ke atas. Dia adalah lelaki yang sangat penting bagi ku. Dengan ekspresi datar dan santai, dia menyentuh pergelangan kakiku.


" Hmm sedikit sakit " sahutku dengan jantung yang sudah hampir meledak.


" Kau keseleo. Hei kau yang di sana! cepat panggil petugas UKS dan suruh mereka mengobatinya. Kau, lepaskan sepatumu " ucapnya lalu pergi meninggalkanku.


Tak lama setelah Wisnu pergi meninggalkanku, Deffa datang dengan membawa sebotol air mineral. " Minum dulu " singkatnya lalu menggendongku menuju UKS.


Saat itu aku benar-benar kecewa dengan Wisnu. Ku pikir dia akan menggendongku, rupanya dia hanya bertanya hal yang sama sekali tak penting. Dan malah menyuruh orang lain untuk mengurus ku.


" Apa sakit banget? kau sampe nangis gitu. Bagian mana yang sakit? " tanya Deffa khawatir.


Aku hanya menggeleng cepat sambil menyeka air mataku. Entah apa yang aku tangisi saat ini. Air mata itu tiba-tiba saja mengalir tanpa instruksi dariku. Bak sebuah ember yang berisi air lalu keluar tanpa tumpah.


Kenapa bukan kau saja yang menggendongku? kenapa harus orang lain? batinku sesak.


Deffa menggenggam erat tanganku dan perlahan menyeka air mataku. Sesekali ia mengelus lembut rambut dan pipiku. Dia hangat sekali. Dia benar-benar memperhatikan diriku.


Ketika ada yang sangat hangat, kenapa aku lebih memilih yang dingin?


*****


To be Continued ✨


Hmm si Wisnu jahat banget sih:') kan kasian Angel nya.


Ayo ada yang bisa bantu jawab, kenapa Angel lebih milih yang dingin dibandingkan yang hangat?


Hayukkk comment di bawah ini. Yang jawabannya unik dan menarik aku kasih 10 poin, Chat prib ya:)


Jangan lupa di like, vote, rate, and fav yaaa 🌈


#Gomawo :)