Good Night New York

Good Night New York
Belajar Romantis



" Ihh kok kesal ya padahal dia udah minta maaf, lagian siapa suruh dia dingin gitu arghh " Gumamku pelan. Ku baringkan tubuhku di atas kasur seraya memainkan media sosial milikku. " Bajunya bagus, keknya kalo couple bagus deh "


Drttt... panggilan masuk dari Wisnu


Hallo


Kamu dimana


Rumah, kenapa?


Gak papa, cuman nanya aja


Oh


Udah makan?


Belum


Yaudah turun, aku dibawah (Tut...Tut.. panggilan di akhiri)


" Dia dibawah?, aku gak pakai make up lagi gimana dong " Ucapku panik. Ku oleskan sedikit lipstik di bibirku supaya tidak terlihat pucat lalu bergegas turun ke bawah menemuinya.


" Hai " Sapa ku malu


" Ini makan ya, aku pamit dulu " Sahutnya. Belum sempat mengatakan satu katapun, dia sudah pergi meninggalkan ku. Angel yang melihat kepergian nya merasa sedikit kecewa, karena walaupun mereka sudah pacaran pun, Wisnu tetap masih dingin seperti dulu.


Aku menghela nafas kasar yang dalam lalu bergegas naik untuk makan. Dadaku sesak, entah kenapa aku pun tak tahu. Karena yang kuharap dia bisa menghapus Sifat dinginnya itu menjadi lelaki yang romantis. Mood makan ku hilang, tak selera dan tak lapar. Padahal cacing di perut sedari tadi meminta jatah.


**Grup Bucheeennnn Assooooy 🖤


p


Haii para ledis ( Vina )


Hi ( Ziah** )


**Hai Guys ( Eriska )


Halluu ( Lyla )


Eh Angel mana? (Vina)


Iya nih mana Angel ( Ziah )


Tidur mungkin haha (Lyla)


Apaan woi (Angel)


Nah loh mak lampir keluar haha (Eriska)


Gimana si Wisnu Njel? (Vina)


Gak tau ah, aku jadi bosan kalau gini terus (Angel)


Lah baru juga 2 hari, ajarin biar gak cuek (Ziah)


Capek aah mau tidur (Angel)


Jangan lah udah biarin aja (Angel)


Kan biar dia bisa belajar romantis Njel (Eriska)


Iya Njel, nurut aja kenapa sih (Lyla)


Jalani aja dulu Njel (Ziah**)


" Huftt gak tau lagi harus gimana " Gumamku. Rasanya pengen udahan aja, tapi baru juga 2 hari. Hanya serba salah yang ada di pikiranku sekarang.


Ku lupakan sejenak tentang Wisnu, ku biarkan lelahku menguasai lalu tidur untuk menghilangkan rasanya.


🍁🍁🍁🍁🍁


15.35 WIB. Siang akan berganti dengan sore, dan sudah saatnya aku bangun untuk bersiap menjalankan kewajiban ku kepada sang khalik. Ku bersihkan tubuhku dengan air dingin lalu memberinya sedikit sabun agar terasa lebih segar.


Tak terasa sore pun sudah berganti dengan malam. Saatnya untuk belajar, mengingat UN tinggal beberapa Minggu lagi. Ku persiapkan semuanya supaya lebih matang dan ringan.


*Kring...


Hallo, lagi apa*?


Lagi belajar, kamu?


Lagi merindukan mu


" Omooooo! dia gombal, jadi pengen terbang " Teriakku pelan.


hallo, kok gak ada suaranya. Mbemm


Siapa yang kamu panggil mbemm?


Ya kamulah emang siapa lagi?


Oh aku kira...


Siapa?


Bukan siapa-siapa hehe


Tahan ya sama sifat aku dan ajarin aku biar bisa jadi cowok yang gak dingin lagi. Memang butuh proses lama, kamu yang sabar ya sayang


Iya aku bakal ajarin kamu :)


Malam itu, aku terlihat sangat bahagia sekali. Dia mengatakan hal yang membuatku terbang ke langit ketujuh. Wisnu memang tipe cowok yang tak terlihat berani tapi caranya melindungi ku terlihat rahasia namun sangat terasa.


Dia memang bukan tipe cowok romantis, tapi selalu ingin belajar menjadi yang terbaik. Malam itu dan hari itu aku sadar, tidak semua cowok itu romantis dan semuanya punya cara sendiri untuk mencintai seseorang.


Bersambung....


🍁🍁🍁🍁🍁


Yuks like, komen and vote okeey 🖤


Saksikan terus di next episode ya 🤗