
~CINTA MEMBUAT KITA MENGERTI ADA BAHAGIA SEBELUM AKHIRNYA PATAH HATI~
Aku berlari dari kamar menuju rumah sakit. Dan tak memperdulikan kepalaku yang pusing. Semua beban ku, ku tahan agar bisa menemui Wisnu. Aku senang bukan kepalang ketika mendengar Wisnu sadar dari komanya. Bersyukur adalah hal yang paling pertama aku ucapakan kepada sang Kuasa. Akhirnya doaku terkabul selama ini. Sudah lebih 3 Minggu Wisnu koma dan hari ini ia bisa melihat isi dunia lagi.
Aku langsung memesan ojek agar tak kejebak dalam kemacetan. Sesekali ku suruh tukang ojek itu mengebut agar bisa sampai di rumah sakit. Tapi keadaan macet yang membuat aku harus menunggu lama. Tanpa pikir panjang, aku turun dari motor tukang ojek itu dan berlari menuju rumah sakit.
" Eh neng " Ucap tukang ojek itu kaget.
" Ni pak bayarannya. Karena macet saya lari aja deh pak " Sahutku seraya berlari meninggalkannya.
Aku berlari sekencang-kencangnya ditengah kemacetan kota Solo. Suara bising dari klakson mobil dan motor terdengar nyaring sekali. Sampai-sampai membuat kepalaku tambah sakit. Perlahan aku mulai menghentikan langkahku untuk menarik napas. Dan setelah itu melanjutkan perjalanan ku menuju rumah sakit. Seketika aku menjadi bahan tontonan orang, karena berlari dalam keadaan yang berantakan. Tanpa mandi dan ganti baju. Tapi aku tak perduli dengan tatapan orang-orang disekitar. Saat ini tujuanku hanya ingin melihat Wisnu.
Setelah sampai didepan rumah sakit. Aku berlari menuju lift. Sayangnya saat itu lift penuh jadi aku terpaksa menggunakan tangga manual. Kalau harus menunggu pasti lama. Jadi mau tak mau aku harus mengambil keputusan yang tepat. Satu persatu anak tangga ku naiki. Pandanganku semakin lama semakin kabur. Semua yang ada di sana menjadi gelap, napas ku tersengal-sengal, dadaku sesak sekali. Aku terdiam sejenak dan terduduk dengan posisi jongkok untuk menguatkan diri dan sejenak menghilangkan rasa sakit.
Ku usap wajahku pelan dan mulai berdiri lalu melanjutkan langkahku menuju ruangan Wisnu. Kakiku terasa sangat sakit sekali. Karena aku baru sadar kalau aku menggunakan sepatu yang berhak. Jari-jari kaki ku menjadi lecet dan berdarah. Tapi aku tetap melanjutkan langkahku walaupun rasanya semua anggota tubuhku rengkuh. Satu langkah lagi menuju ruangan Wisnu. Dan Deg!
" Ah " Aku tersungkur ke lantai karena kakiku belum sampai pada anak tangga. Ku kumpulkan semua tenagaku untuk bangkit dari jatuh. Aku membuang napas dengan kasar lalu mulai lagi berlari menuju kamar Wisnu.
BRAKK!
" Wisnuuuuu " Teriakku cepat dengan mendobrak pintu ruangan.
Di sana terlihat ada banyak orang. Ada Ibu dan Ayah Wisnu, Tian, para sahabatku, dan dokter. Aku langsung berlari mendekatinya. " Wis... Wisnu. Alhamdulillah ya Allah huh " Rintih ku seraya menangis. Semua hanya menatapku tanpa berkata sepatah pun.
Betapa bahagianya aku melihat Wisnu yang sudah membuka matanya. Sontak aku langsung memeluknya dan menangis dalam pelukannya.
BRUUK!
" Ha? " Tiba-tiba dia mendorongku menjauh darinya. Ekspresi nya berubah, dahinya menyerit heran dan seakan kaget dengan aksiku tadi. Tatapan nya sangat berbeda sekali, dia bukan seperti Wisnu yang aku kenal.
" Ma...maaf kau siapa ya? " Tanya Wisnu sambil menyeritkan dahi.
Deg!
Aku melotot, jantungku berdetak kencang dan mulutku terasa berat digerakkan. Bak disambar petir, kakiku bergetar tak mau diam. Semua bulu kudukku merinding, aku menatap seluruh orang yang ada di sana dengan tatapan tak mengerti dengan pertanyaan Wisnu tadi.
" Yan. Maksud per...pertanyaan Wisnu tadi apa? Dia pasti lagi bercanda kan? " Tanyaku pada Tian yang sedari tadi hanya mematung seraya menunduk.
Semua orang di sana tak menggubris pertanyaan ku. Mereka membisu dengan ekspresi wajah yang sedih.
" Kamu bercanda kan Nu? " Tanyaku sedikit tertawa. Lagi-lagi Wisnu menatapku heran dan menyerit.
" Wisnu! jangan becanda! gak lucu hikss... " Aku memegangi tangannya seraya menangis.
" Kau ini siapa sih? Aku benar-benar gak kenal. Kalian semua juga siapa ha? " Tanya Wisnu sedikit kesal.
Aku emosi sekali melihat tingkah Wisnu yang sangat berbeda. Ku tarik dalam napas ku lalu ku buang secara sembarangan. " Jangan becanda Nu! candaan mu gak lucu sama sekali! " Bentakku padanya.
" Awwww kepalaku. Keluar kalian semuaaa! " teriaknya pada ku dan yang lainnya. Aku kaget bukan main. Hari itu aku benar-benar tak menyangka Wisnu menjadi sangat kasar. Vina langsung menarik lenganku dan mengajakku keluar ruangan.
" Hiks.... Wisnu kenapa Vin? " Lirih ku.
" Wisnu ilang ingatan Njel. Dokter bilang benturan di kepalanya kuat banget. Akibatnya Wisnu amnesia Njel. Dan yang paling sakit, dokter belum tau kapan ingatan Wisnu bisa kembali " Jelas Vina seraya mengelus punggungku.
" Hah? am....ne...si..a? bohong. Wisnu pasti tadi lagi becanda Vin. Dia pasti mau bikin kaget kita aja dan....
" Gak Njel. Itu bener, kalau kau gak percaya tanya langsung ke dokter "
BRAKK!
Aku terjatuh ke lantai. Seketika semua tubuhku kaku. Air mataku mengalir deras. Tak ada yang bisa ku perbuat. Kenapa malah jadi sesakit ini.
" Hiks huuuh Wis..nu " lirih ku dilantai rumah sakit.
Entahlah rasanya ingin sekali bangun dari tidur dan berharap itu hanya sebuah mimpi buruk. Pandanganku makin lama semakin kabur, gelap, dan kepalaku sakit sekali. Bahkan suara teriakan dari Vina pun tak terdengar lagi.
Perlahan aku berdiri dengan bantuan Vina. Dan tiba-tiba ada seorang wanita yang memelukku erat seraya menangis didalam pelukanku. " Hiks.. sabar ya nak. Kita harus saling menguatkan " Ucapnya. Aku tak tau siapa wanita itu karena pandanganku yang sudah mulai menggelap. Aku hanya bisa membalas pelukannya dan menangis didalam peluknya. Wanita itu mengelus rambutku lembut.
Ssstt
" Eh nak! " Ucap wanita itu.
" Angell! " Teriak semua sahabatku.
Flashback On
Ibu Wisnu POV
" Wisnu. Dokter! dokter pasien membuka mata. Tian panggil dokter sekarang! " Teriakku histeris.
Tian langsung bergegas memanggil dokter. Tak lama dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Wisnu. " Alhamdulillah ya Allah nak. kamu udah sadar, ibu kangen nak " Ucapku seraya menatapnya.
" Ka..kau siapa? " Sahut Wisnu menahan sakit.
Deg!
Rasanya jantungku tak berdetak mendengar Wisnu berkata seperti itu. Kakiku melemas, aku mematung dengan mata yang berkaca-kaca.
" Sebaiknya ibu ikut ke ruangan saya sekarang " Ucap dokter berkacamata itu. Aku mengangguk, dan mengikuti dokter itu berjalan.
" Tian jaga Wisnu ya " Ucapku meminta tolong pada Tian.
Dokter mulai menunjukkan hasil scan di kepala Wisnu. Dan juga beberapa ronsen tangan kiri Wisnu.
" Wisnu mengalami hilang ingatan untuk sementara waktu karena benturan di kepalanya cukup kuat dan ada beberapa struktur kepalanya yang berubah. Dan untuk tangan kiri Wisnu, dalam waktu 3-4 bulan akan segera pulih " jelas dokter padaku.
" Astagfirullah amnesia dok? jadi kira-kira kapan anak saya bisa pulih ingatannya? " Sahutku seraya menutup mulut dengan telapak tangan.
" Hmm itu yang belum bisa saya prediksikan. Yang jelas ibu harus banyak membantunya memulihkan ingatannya. Dan jangan lupa berdoa pada sang pencipta " jelasnya lagi.
Seketika aku merinding mendengar penjelasan dari dokter. Perlahan aku keluar dari ruangannya menuju ruangan Wisnu. Sesampai di sana, terlihat para teman-teman Wisnu berkumpul didepan pintu ruangan. Mereka hanya berdiri tanpa berani masuk ke dalam.
" Kalian gak masuk nak? " tanyaku pada mereka. Kompak mereka menggeleng cepat.
" Ayo masuk sama ibu " ajak ku pada mereka.
Wisnu menatap heran ke arahku dan teman-temannya. Ia sama sekali tak mengenali mereka. " Kalian siapa? kenapa kalian bisa kenal aku? " tanyanya santai. Para teman Wisnu kaget bukan main, mereka tak menyangka bahwa Wisnu ilang ingatan.
" Bentar lagi Angel kesini " ucap Vina pelan. Semua mata menatap Vina dengan ekspresi wajah yang pucat. " Kenapa dikasih tau Vin? " Tanya Eriska sedikit berbisik. " Setidaknya dia harus tau tentang keadaan Wisnu Ka " Bisik Vina pelan.
BRAKK!
" Wisnuuuuu! " Teriak Angel tiba-tiba dari arah pintu ruangan Wisnu.
_______
Angel POV
Sekitar 5 menit yang lalu aku membuka mata. Terlihat jelas aku masih berada di rumah sakit yang sama dengan Wisnu. Aku di infus karena banyak kekurangan cairan.
" Angel! " Teriak ibuku dari luar. Sekilas mataku melirik kearah suara ibuku. Aku semakin menangis menjadi-jadi ketika ibu memelukku erat. Perasaanku bercampur aduk saat itu. Tubuhku semakin lama semakin melemah. Untung saja dokter dengan cepat menyuntikkan obat agar maggh ku tak parah.
Dari kecil aku memang sudah mengidap penyakit maggh. Tak jarang setiap aku panik, maka aku akan pusing dan pingsan. Ditambah aku yang memang jarang sekali makan nasi. Dokter bilang maggh ku telah akut. Jika tak cepat diatasi akan membahayakan keselamatan ku.
Kondisiku saat ini sangat melemah. Aku tak bisa menemui Wisnu. Walaupun Wisnu tak mengenaliku tapi tetap saja aku harus membantunya mengembalikan ingatan.
" Ibu, Wisnu amnesia. Dia gak ingat aku " Ucapku lirih. Ibu hanya tersenyum lalu mengusap air mataku. Dia terus saja mencoba menyembunyikan air matanya dariku. " Sssuutt. Kamu harus banyak berdoa dan berusaha membantunya nak " Sahut ibu tersenyum lebar. Aku hanya mengangguk pelan.
Kriek....
" Pasien atas nama Angel Leoni Pramadhita boleh pulang siang ini " ucap perawat perempuan yang tiba-tiba muncul.
Ibuku sibuk mempersiapkan kepulangan ku. Perlahan aku bangkit dari tidurku dan bersiap untuk pulang ke rumah. Ibu menuntunku keluar ruangan. Dan di sisi lain terlihat Wisnu yang duduk di kursi roda sambil didorong oleh ibunya. Aku hanya bisa menatapnya dalam. Ingin sekali menemuinya tapi itu akan sia-sia saja. Dia kembali menjadi lelaki dingin lagi.
Aku melanjutkan langkahku menuju pintu utama rumah sakit. Dan tak sengaja aku menyenggol seorang wanita tua yang sedang berjalan. " Eh maaf. Saya tak sengaja " ucapku menunduk. Wanita itu hanya tersenyum seraya berkata " Iya tak apa nak " lalu pergi meninggalkan ku. Tepat wanita itu pergi dari hadapanku, secara tak sengaja mataku dan mata Wisnu saling menatap. Dia menatapku dengan tatapan datar sedang aku menatapnya dengan tatapan penuh rindu.
Aku pasti akan membantumu mengingat semuanya Nu. Bersabarlah Batinku meronta.
To be continued 😥
Sad bgt deh :') gak kebayang kalo sampe Angel dan Wisnu putus. Pasti ngamuk dong para reader haha. Yuks ah terus pantau next episode nya 💋
Tapi jangan lupa like komen and vote yaa 🖤 tengkyuu