Good Night New York

Good Night New York
Wisnu Harris POV



~JIKA YANG HILANG BISA TERGANTI. APAKAH YANG PERGI BISA KEMBALI?~


Flashback


Bandung, 12 April 2019


Suasana kota Bandung yang sejuk benar-benar membuat semua orang ingin terus menetap di sana. Sama halnya denganku, yang ingin terus berada di kota kelahiran. Yahh begitulah, walaupun aku punya harapan untuk terus disini dan dekat dengan orang tuaku. Tapi semuanya hanya sebuah angan semata. Karena pagi ini aku harus berangkat ke Amerika untuk studi tour dari kampusku. Semacam penelitian perkumpulan para editor.


Ibu bilang, dari kecil aku sudah menyukai seni dan pandai mengedit semua karya. Entahlah rasanya aku tak pernah menyukai seni. Tapi semuanya terjadi begitu saja, mengalir mengikuti alur. Ibu banyak bercerita tentang hobi ku dulu. Dan tak ada satupun yang ku ingat. Karena aku mengidap penyakit amnesia. Kejadiannya hampir 2 tahun yang lalu. Karena sebuah kecelakaan, aku kehilangan semuanya. Sosok sahabat, dan seseorang yang rasanya pernah berada di hatiku.Aku tak tahu pasti siapa seseorang itu. Yang pasti aku berharap bahwa, yang pergi bisa cepat kembali.


Di masa pemulihan ingatanku ini, aku dibantu oleh malaikat yang tak bersayap, Yaitu ibuku. Beliau selalu bercerita tentang hubunganku dengan wanita bernama Angel Leoni Pramadhita. Katanya tiap kali berada didekat wanita itu, jantungku berdetak kencang dan hampir ingin meledak. Wanita itu juga memiliki senyum manis, rambut hitam panjang tebal yang berkilau, dan bibir yang merah merona.


Tiap kali aku mencoba mengingat-ingat kembali tentang semuanya, tetap saja gagal. Yang kudapatkan hanya rasa sakit kepala yang cukup keras. Sekarang, setelah semua yang ku coba gagal. Aku memutuskan untuk tak mengingat apapun. Ku biarkan semuanya berjalan sesuai rencana yang Maha Kuasa. Biarkan waktu yang menjawab kapan aku bisa kembali merasakan keindahan hidup ini.


Dan aku punya satu pesan untuk semua orang yang kini menunggu kehadiranku " Bersabarlah, Allah sudah punya rencana yang bagus " juga untuk kau wanitaku, yang kini sedang jauh dari pandanganku dan tak tahu dimana keberadaannya, ku harap kau selalu setia menjaga hati dan tetap setia pada satu orang yang bersifat seperti es batu ini.


Jika saat ini aku menghilang dari pandanganmu, semoga hilangnya aku bisa digantikan oleh lelaki baik yang senantiasa menjaga keutuhan hatimu dan menjadikanmu pribadi yang lebih baik lagi. Tenanglah, saat ini aku hanya pergi sementara. Suatu saat nanti, pasti kita bisa cepat dipertemukan jika memang benar sudah ditakdirkan.


Tak terasa 15 menit waktu yang ku habiskan untuk melamun. Jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore. Waktunya bersiap-siap menyiapkan segala keperluan hidup di Amerika. Mungkin sekitar 10 hari aku berada di Amerika dan 5 hari di Kanada.


Berada di negara orang bukan hal yang mudah. Mengingat biaya hidup yang mahal, membuatku harus sedikit berhemat.


Setelah semua selesai, sekarang saatnya untuk berangkat ke bandara. Karena ibuku sedang sakit, dan ayah tak di rumah, aku memutuskan berangkat ke bandara sendirian. Seharusnya aku berangkat bersama rombongan, tapi sepertinya aku sudah telat 5 menit. Jadi aku memilih untuk bertemu di Amerika saja.


______


New York City


" Thank you " ucapku pada supir taksi yang menurunkan ku di depan apartemen.


Apartemennya cukup besar dan dekat dari kampus. Sehingga untuk ke kampus, aku tak perlu naik angkutan umum. Yahh kali ini aku mendapat kunci apartemen no.12 yang pastinya di lantai atas. Tak masalah sih, karena disini ada tangga manual dan lift. Jadi jika lift rusak atau penuh, aku bisa menggunakan tangga manual.


Tepat pukul 17.30 aku berjalan menuju kampus. Seperti yang telah kubilang. Kota New York di sore hari memang sangat ramai. Apalagi di persimpangan jalan dan di trotoar jalan. Yaps! kali ini aku menunggu giliran untuk menyebrang.


Sedikit agak lama menunggu lampu pejalan kaki. Tapi jika aku menerobos, maka akan ditangkap oleh polisi lalu lintas. Dan yang lebih fatalnya adalah, bisa-bisa terjadi kecelakaan.


3....2.....1 Ting!


Waktunya menyebrang jalan.


Perlahan langkahku berjalan menuju arah berlawanan dengan santai. Semua orang tampak terburu-buru. Mungkin karena hari yang semakin lama semakin malam.


Deg! Deg! Deg!


"Ha? kenapa ini? kenapa jantungku tiba-tiba saja berdetak kencang? apa karena aku tadi gak sengaja nyenggol tubuh wanita itu saat menyebrang? Tapi kenapa? aku aja gak kenal dengan wanita itu " Batinku sedikit heran.


******


To be Continued ✨?


Yuks like, vote, and rate 5 bintang dulu yaw 😍 tengkyu reader setia Wisnu and Angel 🖤🐣


G. Night 🌈🥀