Good Night New York

Good Night New York
Hari pertama Kuliah



~MALAM INI MENJADI SAKSI SUATU RINDU YANG MENGGEBU, SUATU RASA YANG MENDEWASA, DAN SUATU HARAPAN YANG TAK KUNJUNG MUNCUL~


Bip...Bip


Sudah beberapa kali alarm ku berbunyi. Tapi kantuk ku masih terjaga. Dan berat untuk bangkit dari tempat tidur. Setelah kemarin mengisi perut dengan hidangan yang lezat membuat tidurku nyenyak. Aku masih belum berganti dari posisi ku yang sudah sangat nyaman. Suasana dingin khas kota the big Apple itu membuat tidurku makin lama.


Bip...Bip


" Ah, lima menit lagi huaah " gumam ku seraya menguap dan berganti posisi.


Entah sudah berapa kali hp ku berbunyi dan bergetar. Karena saking ngantuk nya dengan mudah aku mengabaikan begitu saja.


Tok...tok


" Angel "


" Angel "


Ketukan pintu itu benar-benar mengganggu tidurku. Akupun bangkit, sedikit merapikan rambut lalu berjalan menuju arah pintu apartemen.


" Astagfirullah Angel, udah jam berapa ni? kau bisa telat kuliah " ucap Zafirah membuyarkan kantuk ku.


" HAA! Ya ampun lupa " teriakku ke arah kamar mandi.


" Cepetan mandinya, 8 menit lagi masuk " sambar Zafirah memperingati.


Sudahlah tak ada waktu lagi untuk berdandan. Sekarang saatnya aku berlari menuju kampus. Ini adalah hari pertamamu Njel, masa bisa sih telat. Tak ada sarapan seperti di Bandung, dan tak ada waktu untuk berleha-leha lagi. Masa sudah berubah, saatnya aku membanggakan kedua orang tuaku.


Dari kejauhan pun sudah terlihat berapa panjangnya antrian untuk mendaftar. Shit! gara-gara kesiangan harus antri lama batinku kesal. Aku dan Zafirah mendapat antrian no 155. Ya ampun aku benar-benar capek, ditambah hari semakin panas. Memang, suasana panas itu bisa tersembunyi kan dengan dinginnya udara. Tapi tetap saja kaki ini lelah harus berdiri lama-lama.


Sudah hampir 2 jam aku dan Zafirah berdiri di antrian. Tinggal 3 orang lagi. Aku harus menahan haus dan lapar demi bisa mendapat kelas jurusan. Waktu berlalu, dan kini giliran aku yang harus mengisi biodata dan jurusan yang akan ku ambil.


" Please enter the class directly to get more information " (silahkan langsung masuk ke kelas untuk mendapatkan informasi lebih lanjut) ucap seorang petugas keamanan kampus.


" Thank you " sahutku singkat.


Karena jurusan yang aku ambil berbeda dengan Zafirah. Aku memutuskan untuk berpamitan dengannya menuju ruangan ku sendiri. Suasana kampus sangat ramai dan padat. Bisa dibilang cukup susah untuk masuk ke kelas.


Akhirnya setelah mengalami banyak drama aku bisa juga duduk di kelas jurusan. Jumlah mahasiswa dikelas sangat banyak, mungkin hampir 1000 an lebih. Mereka berasal dari berbagai macam negara. Ya paling banyak berasal dari tuan rumah sih, tapi ada juga yang berasal dari Asia. Contohnya Malaysia dan Singapura. Yaitu Syahla dan Iris yang sama-sama berasal dari Asia. Mereka juga sama sepertiku yang mendapat beasiswa dari sekolahnya.


" Good morning students " sapa dosen lelaki yang sangat mancung.


" Morning " sahut serentak para mahasiswa.


" Let me introduce, my name Abram. I am a lecturer in medicine at Columbia University. I have been serving here for almost 17 years " ucapnya memperkenalkan diri.


" Yes, thank you. OK, this morning I will divide all of you groups, so that you can get to know one another and can directly address the teaching assistant " jelasnya lagi.


Kelompok pun sudah dibagi menjadi 24 kelas. Dan aku masuk di kelompok 12 dengan anggota berjumlah 40 orang. 20 laki-laki dan 20 perempuan. Dalam kelompok ini, aku dan yang lain mendapat tugas untuk mencatat semua tentang universitas ini. Cukup sulit, karena kelompok ku harus mencari sumber dari para dosen-dosen lain.


Jurusan kedokteran memang sedikit rumit, tapi menyenangkan bagi yang menyukainya. Aku sengaja memilih spesialis anestesi. Karena ketertarikan aku pada bedah membedah. Tapi jujur, aku belum pernah mencoba membedah tubuh manusia. Dulu pernah membedah tubuh hewan sih hehe.


Ya! waktunya untuk berkumpul dan membahas mengenai spesialis bedah di kelas. Hanya poin-poin penting saja yang dibahas, untuk materi lebih dalamnya akan disampaikan di lain hari. Setiap poin yang disampaikan oleh Prof. Dr Louis aku catat dan aku tandai dengan kertas penanda.


Prof. Dr Louis itu mengatakan bahwa " spesialis bedah bukan jurusan yang mudah. Harus ditanamkan keberanian dalam diri agar operasi berjalan lancar. Jangan takut dengan darah, jarum, atau alat lainnya. Karena jika kalian telah memilih spesialis ini, kalian akan mengetahui lebih dalam tentang organ tubuh manusia yang tak bisa disentuh atau kalian bedah dengan sembarang. Itu bisa mengakibatkan kematian pada pasien. Banyak kasus yang sudah terjadi, karena kurangnya kemampuan bedah dan keberanian, pasien itu akhirnya meninggal "


Bulu kudukku merinding ketika mendengar penjelasan dari prof. Louis yang sudah lama mengajar di sana. Yang dikatakan nya memang benar. Beda membedah harus dibutuhkan keberanian. Jika tak punya mental sedikitpun, nyawa pasien bisa terancam. Ia juga menunjukkan beberapa jenis penyakit yang sering diatasi oleh para medis.


20 menit sudah prof itu menjelaskan, sekarang waktunya aku istirahat dan pulang. Besok sudah harus praktek cara membedah yang benar dan akan didampingi oleh senior di sana. Ya bisa dibilang asisten dosen atau guru muda yang sedang bermagang. Kenapa bukan guru tetap saja yang langsung turun tangan menjelaskan? itulah pertanyaan ku tadi. Setelah bertanya pada prof. Dr Louis, ia bilang senior di sini tak kalah hebat dengan para guru lama. Mereka juga bisa sembari belajar lebih banyak lagi.


Siapapun yang ngajarin ku besok semoga aja ia gak killer dan sopan batinku penuh harap.


Ternyata kampus di sore hari masih ramai. Malah ada yang memilih kelas malam. Alasan mereka memilih kelas malam karena di pagi hari mereka harus bekerja. Tapi khusus jurusan kedokteran sudah dijadwalkan untuk kelas malam. Mengingat peranan dokter itu penting, jadi semua mahasiswa harus belajar dengan giat.


🍁


17.30


Suasana kota New York sangat cantik di jam segini. Lampu jalan yang sengaja dinyalakan agar menarik perhatian pejalan kaki. Ada banyak daun yang bertiup angin kencang. Rok ku saja hampir terbuka karena kencangnya angin sore.


Sore berganti malam. Malam pun semakin dingin dan kejam. Lagi-lagi rasa rindu itu semakin menggebu dan suatu harapan yang tak kunjung muncul. Entah sampai kapan hubungan ini akan menggantung. Sudah ku coba untuk menghilangkan rasa rindu ini, tapi tetap saja rindu itu curang. Kenapa curang? iya dia curang, dia selalu bertambah dan sialnya dia tak pernah tahu caranya berkurang.


Dan untukmu yang saat ini ku rindu. Semoga kau merasakan hal yang sama denganku. Agar aku tak merasa di curangi oleh rasa rindu yang hanya ku miliki sendiri. Kau tahu? rindu ini menyiksa dan memaksa. Menyiksa hati agar tetap bertahan dengan situasi dan memaksa air mata agar ia turun membahasi pipi.


Dan untukmu malam. Semoga kau tetap setia menjadi saksi bisu atas kerinduanku yang selalu ku ceritkan pada langit malam. Dan ku abadikan di bintang malam yang bersinar tanpa bantuan siapapun. 🌷


 


- Angel Leoni Pramadhita -


 


******


Suka gak sama puisi yang author buat? hihihi. kalo suka jgn lupa like, vote sama rate nya :))


tengkyuu reader ✨