
~ERATKAN GENGGAMAN. KURANGKAN EGO~
Ku pandang dinding besar yang letaknya tepat di sebelah kiri ku. Yaitu dinding pemisah, antara kamar apartemen ku dan apartemen Wisnu. Tentu saja itu membuatku susah untuk memejamkan mata. Sepanjang malam mataku terjaga sampai selarut ini. Sekarang aku tak perlu membayangkan wajahnya, besok pagi aku juga bisa melihatnya secara langsung.
Senyum di wajahku tak kunjung sirna. Sampai-sampai aku tak mau mencuci tanganku sendiri. Aku tak mau nanti wangi maskulin di tanganku bisa hilang. Kalau diingat-ingat terus aku bisa gila. " Kenapa Wisnu makin ganteng ya? hidungnya makin mancung, bibirnya merah tanpa pewarna bibir, rambutnya.... aisshh dasar lelaki dingin ku "
Waktu berjalan begitu cepat. Akhirnya semua mulai terjawab pelan-pelan. Walaupun lelaki itu kembali menjadi dingin, tapi dia tetap Wisnu yang aku kenal. Hanya saja, dulu dia begitu mudah tersenyum. Sekarang tersenyum ataupun tertawa sepertinya sangat sulit. Jika ku perhatikan, dia lebih suka makan sendirian tanpa siapapun, sangat sibuk, dan terkadang lupa waktu.
Entah sampai kapan dia harus tersiksa seperti itu. Tersiksa dari kejamnya dunia. Semua terasa asing untuknya. Mengapa harus dia yang kecelakaan waktu itu? kenapa bukan aku saja? Kalau bukan karena aku, mungkin dia tak bakal jadi seperti ini. Harusnya waktu itu aku tak mengejarnya. Semakin ku ingat, aku semakin merasa bersalah atas kejadian itu.
Tapi itu sudah sangat lama. Kini saatnya aku membuka lembaran baru. Waktunya aku membuka yang baru. Masa lalu tak perlu ku kubur, semua bisa ku kenang tanpa harus di ulang. Aku tak mau masuk kedalam lubang hitam yang sama. " Ah udah jam 00.12 waktunya tidur " gumamku sambil memeluk erat bantal guling.
******
" Good morning duniaaaa " teriakku penuh semangat seraya membuka jendela kamar.
Hari ini aku benar-benar bersemangat sekali pergi ke kampus. Walaupun mata pelajaran yang membosankan, tapi aku harus berlatih. Acara teater akan diadakan sepekan lagi. Jujur, aku malas untuk berpasangan dengan Diego. Tapi mau bagaimana lagi tugas tetaplah tugas!
Aku bersiap lebih cepat dari biasanya dan keluar dari kamar dengan senyum manis yang sudah ku siapkan. Ku perhatikan sekelilingku, kiri dan kanan. " Kenapa lorong kamarku begitu sepi dan menyeramkan. Apa karena ini masih terlalu pagi ya? "
*Kriek....
" Hah!! "
Setelah mendengar suara pintu terbuka, aku kaget dan langsung masuk ke dalam kamar. Entah kenapa aku merasa begitu takut, takut tiba-tiba jantungku berhenti berdetak. Ku intip dari lubang pintu kamarku. Yap! persis seperti dugaan ku. Wisnu berjalan melintas, melewati apartemen ku. Pandangannya hanya fokus ke depan dan sesekali melirik kearah hp miliknya.
" Waktunya keluar! "
Tepat sekali! aku berjalan tepat di belakang Wisnu. Langkahku sedikit ku percepat agar bisa berjalan bersebelahan dengannya. " Hai " ucapku padanya. Dia sama sekali tak menggubris perkataan ku. Dalam hati Apa mungkin dia gak dengar ya? Baiklah aku ulangi perkataan ku. " Haii " Kali ini dia juga tak melirikku sama sekali. Apa kupingnya kemasukan kecoak?
Karena merasa kesal, akhirnya aku memutuskan untuk menghalau jalannya. Tepatnya aku berada di depannya sekarang. " HAI WISNU! " ucapku dengan nada sedikit penekanan. Sontak dahi nya menyerit heran. Dia hanya mengangguk lalu bergeser melanjutkan langkahnya. Ku tolehkan sedikit kepalaku ke belakang. Tentu saja, dia tetap pada pendiriannya. " Kenapa dia jadi begitu dingin? apa tadi malam dia masuk ke dalam kulkas? wah! benar-benar tuh orang " gerutu ku kesal.
Dengan cepat aku berbalik lalu berlari mengejarnya. Mungkin dia merasa sedang di ikuti, langkahnya kini semakin cepat dari tadi. Aku terus berusaha berlari, namun kali ini dia juga berlari. " Hah! kenapa dia lari?apa pagi-pagi begini dia udah ngajak lomba lari? " ucapku dengan napas yang tersengal-sengal.
Akhirnya setelah lari-lari sepagi ini, aku bisa juga satu angkutan umum dengannya. Dia masih sama, hanya fokus pada hp. Tak memperdulikan sekelilingnya dan mengabaikan orang yang ada di sampingnya. Siapa lagi kalau bukan aku!
" Pagi " ucapku dengan senyum menawan.
Dia hanya melirik sekilas dengan ekspresi datar. Tapi aku terus menatapnya tanpa kedip sedikitpun. Sepertinya dia merasa sedang diperhatikan oleh ku. Badannya sedikit digeser ke kanan, sampai mentok dengan kaca. Suasana bus cukup ramai dan sesak. Ada beberapa orang yang tak kebagian tempat duduk. Juga seorang nenek dan kakek.
" Ah nenek, silahkan duduk disini " ucap Wisnu yang beranjak berdiri dari duduknya.
Seakan tak mau kalah, aku juga menyuruh seorang kakek untuk duduk di tempatku. " Silahkan duduk disini Kek " ucapku sambil tersenyum.
******
Tiba-tiba saja langkah Wisnu terhenti. Lalu dengan cepat, ia membalikkan badannya ke arahku. Dia berjalan mendekat kearah ku. Deg! Deg! rasanya jantungku ingin meledak. " Berhenti mengikuti ku " singkatnya. " Aku gak ngikutin kau kok. Orang aku juga mahasiswi kampus Colombia " tegas ku padanya. Dia melirikku tajam, berbalik tanpa berkata apapun. Sekarang aku bebas mengikutinya dari belakang.
Beberapa menit kemudian dia berhenti lagi secara mendadak. Sontak akupun kaget dan tak sengaja berhenti tepat di belakang badannya.
BRUUKK!!
" Ku bilang berhenti mengikuti ku " ucapnya dengan ekspresi datar.
" Siapa yang ngikutin sih, ini kan jalan umum semua orang boleh lewat " celetukku.
" Kalo gitu silahkan jalan duluan "
" Ha? ja....jalan duluan? oke! aku duluan "
" Dasar wanita aneh "
Sekarang Semua sia-sia. Sifat menyebalkan Wisnu sama sekali tak hilang. Dia memang makin tampan, tapi juga semakin menyebalkan. Persis seperti bunglon. Banyak sifat beda tempat. Dasar lelaki dingin! Ku pastikan, tak akan ada wanita yang tahan dengan sifatnya kecuali aku.
" Angelllll " teriak suara yang tak asing lagi.
Suara itu? " Aish kenapa dia harus muncul " Aku membuang kasar napas itu secara sembarang, sebelum lelaki itu sampai tepat didekat ku. Tentu saja, mood ku sedang tak bagus saat ini. Bisa-bisa hari ini aku mencincang Deffa, Makhluk bumi yang sangat percaya diri itu. " Kakimu udah sembuh? lapar gak? oh ya ngomong-ngomong udah minta ke ma'am Jennifer buat ganti posisi Diego? jujur, dia genit aku gak suka. Um, hari ini kau cantik "
" Kenapa dia jadi banyak omong " gumamku pelan.
" Ha? barusan kau ngomong sesuatu? ngomong apa? coba di ulang, Hmm kupingku sedang bermasalah akhir-akhir ini " jelasnya.
" Oh itu aku lupa. Aku harus nemuin ma'am Jennifer pagi ini. Permisi " sahutku seraya berlari darinya.
" Ah heii Angel tunggu, ya!.....
*****
Gimana reader? si Angel harus disatukan sama Wisnu lagi atau gak usah nih? atau si Angel disatukan sama Deffa aja? dokter muda yang tampan, rajin menabung hangat, dan sholeh haha. Atau Deffa buat author aja deh wkwkwk.
Kalo penasaran harus di favorit, like, vote and rate 5 🌟 Arrachi? Biar author up tiap jam hahaha.
Segini dulu dari author. Good Night 🥀