Good Night New York

Good Night New York
Kandas :)



~KEMUDIAN MALAM MELANJUTKAN TUGASNYA: KOSONG DARI SEGALA PERASAAN~


Langkahku perlahan mundur. Otakku penuh banyak pertanyaan. Apa hubungannya dengan Ibra? Kenapa ujung-ujungnya aku malah terjebak di masa lalu. Padahal ada sebuah kutipan didalam film " Jangan terjebak lagi dalam masa lalu. Karena kau tak akan pernah menemukan pintu untuk keluar "


Semakin di ingat nama nya, semakin membuat kedua tanganku mengepal kuat. Aku pun berlari meninggalkan Deffa dan Diego berada. Entah harus kemana, tapi sepertinya aku tahu keberadaan Ibra sekarang. Langkahku semakin kencang berlari, layaknya seekor kuda yang sedang mengamuk.


Sebenarnya aku tak tahu pasti dimana base camp tempat Ibra dan gengnya nongkrong. Tapi semoga kali ini tebakan ku benar. Sebuah cafe biliar. Tak jauh dari pusat kota dan apartemen ku. Ya! tanpa pikir panjang, apa yang akan terjadi di dalam nanti, aku pun masuk dengan segumpalan dendam plus emosi yang meruap-ruap.


Biji mata bak sebuah jengkol siap mencari sosok yang sedang ku incar. Pojok kiri, baju biru, gaya ootd kekinian. Aku menemukan orang itu. Manusia polos yang punya banyak teka-teki dan rahasia. Segera ku hampiri pria yang sedang tersenyum tanpa beban itu. Walau malam semakin larut, aku sama sekali tak menggubrisnya.


" Ang.... "


PRAKK!!


Satu tanda merah di pipi. Sukses membuatnya terdiam dan malu di tengah kerumunan. Semua orang, pelayan, satpam, bahkan bola biliar pun terheran-heran melihat aksi tampar tanpa aba-aba. Pasalnya ini di luar skenario yang telah Ibra rencanakan.


" Breng*ek! " caci ku lalu keluar dari cafe itu.


Ibra yang masih tampak memegangi pipi menahan sakit itu langsung membuntuti ku. Dan dengan cepat ia melangkah dan menarik lenganku keluar dari cafe. Cengkraman nya terlepas setelah berada jauh dari cafe. Matanya membulat, seakan meminta penjelasan.


Gada otak! udah jelas salah masih minta penjelasan. Oalah dasar stupid bin bloon!


" Apa tadi? kau cemburu liat aku di kerumunan cewek-cewek sexi? " lontarnya sangat pede.


" Huh? heh bambank! denger ya, kau main sama 100 cewek sekalipun aku gak perduli " ketus ku mengacau ucapannya.


" Oalah dasar cewek. Cemburu ya cemburu. Apa susahnya sih bilang cemburu? " cibir nya tetap pede.


" Terserah! Intinya tolong jelasin semua ini " tegas ku cepat.


" Apa? tentang aku sama cewek yang di dalam tadi? gak ada apa-apa kok " sahutnya sambil sedikit memajukan wajahnya.


Ya ampun Gusti. Ni orang kok bloon nya sampe ke sel-sel sih! Kemungkinan besar Mak nya ngidam Aer cucian piring kali ya.


" Apaan sih Ib? gak nyambung. Kenapa kau nyuruh Diego menguntit Wisnu? " pertanyaan yang dari tadi berbelit-belit dan melenceng dari topik. Emang salah aku sih hehe.


Ibra menelan paksa ludahnya. Ia memundurkan dan segera mengalihkan wajahnya ke sembarang arah.


" Apa? Siapa? Diego? Perasaan aku baru dengar sama namanya " ujarnya yang mulai menunjukkan kepolosan seperti seorang bayi berusia 4 tahun.


" JAWAB!!! " pekik ku yang membuatnya mundur satu langkah.


Ia menarik napas dalam lalu mulai menunjukkan wajah keseriusannya.


" Ya. Aku yang nyuruh Diego nguntit Wisnu. Dan....Hmm, aku juga kerja sama dengan Cindy jung. Oh iya, kejadian 3 tahun yang lalu. Hari dimana Wisnu kecelakaan, masih ingat? aku yang ngatur skenario nya. Hebat kan? Tapi sayang, Wisnu belum dead cuma sekedar amnesia " jelasnya seraya tersenyum licik.


Berlian yang selama ini terjaga, akhirnya pecah, turun dan mengalir amat deras. Tubuhku melemas. Dadaku sesak. Bayangkan, kebenaran selama 3 tahun tak pernah terungkap akhirnya terdengar langsung dari mulut dalang nya. Pengakuan nya membuatku tercabik-cabik. Teman sendiri menusukku dari belakang? Waw.


Aku terjatuh dan menangis sejadi-jadinya. Penjelasan Ibra membawa ingatanku ke 3 tahun yang lalu. Penderitaan, kesepian, serta kepedihan yang ku alami saat itu. Apa masalahnya?


" Berhenti buat Wisnu menderita...."


" Bukan Wisnu. Tapi kau Angel. Kau yang selama ini ku buat sengsara dengan Wisnu sebagai boneka nya. Pangeran mu, haha " sangga nya dengan posisi jongkok.


Aku tertegun mendengar kalimat Ibra. Jika dipikir memang benar selama ini aku yang menderita. Tapi semua ditanggung oleh Wisnu. Semua rasa sakit yang nyata, hanya Wisnu yang bisa merasakannya.


" Kalo kau mau, aku bisa berhenti ganggu hidup Wisnu. Tapi.... ada perjanjian yang harus kau tanda tangani dulu " ucapnya lagi.


" Ap...apa? Apa perjanjiannya? cepat beri tau " bentakku menarik baju Ibra.


" Besok pagi di jembatan new York " sahutnya lalu meninggalkannya ku sendirian.


Entah sudah berapa musim ku lalui disini. Rintik mulai turun sedikit demi sedikit. Nampak nya langit sedang bersedih akan bumi yang semakin menua. Kini rintik itu mulai berubah menjadi derasan air sungai.


Sungguh indah menangis dalam hujan. Seberapa banyak air mata yang kita keluarkan tak akan terlihat, karena hujan menutupi serta menghanyutkannya ke dalam rintik. Juga Isak yang sedang ku melodi kan, aku bersyukur karena gemuruh petir menyamarkannya dengan sempurna.


" Angel! " pekik suara bariton khas Deffa.


Ia menarik lengan dan menutupi kepalaku dengan jaket yang ia kenakan. Tubuhku terdekap dalam dada bidangnya. Hujan semakin menjadi-jadi. Air mata pun tak kunjung henti.


Karena kehabisan banyak tenaga. Alhasil aku tak sanggup lagi berjalan. Untungnya Deffa cepat peka. Ia menggendongku dan segera bergegas.


*****


10.15 waktu setempat.


Sesuai kesepakatan tadi malam. Aku ditemani dengan Deffa berangkat menuju jembatan yang terkenal di New York. Terlihat Ibra yang sudah menungguku seorang diri di sana. Tanpa basa-basi ia menyodorkan sebuah kertas perjanjian. Yang isi nya :


DENGAN INI SAYA, ANGEL LEONI MENYETUJUI UNTUK MENJADI ISTRI SAH IBRA, AGAR KEHIDUPAN WISNU BERJALAN SEMESTINYA.


Ha? kenapa isi perjanjiannya alay dan norak? batinku agak jijik.


" Kau tau kan Njel? aku dari dulu udah menaruh hati dan harapan. Jadi tolong kali ini jangan lari lagi " pinta nya sedikit tulus.


" Ya. Udah aku tanda tangani " sahutku seraya menatapnya yang tengah tersenyum lebar.


Setelah selesai berbicara dengan Ibra. Siang ini aku juga sudah punya janji dengan Wisnu. Cafe yang menjadi tempat makan siang pertamaku dengan nya. Suasana hati Wisnu terlihat berbeda dari biasanya. Ia lebih sering tersenyum dan menatapku. Hingga membuatku salah tingkah dengan tatapannya.


" Enak gak makanannya? " tanyanya memulai pembicaraan.


Aku mengangguk cepat seraya mengunyah makanan ku.


" Oh iya. Besok aku balik ke Indonesia "


Uhuk-uhuk!


Aku menghentikan makan ku. Lalu menatapnya tanpa senyum. Ia terlihat kaget dengan suara batuk ku. Dan mengerutkan dahi " Kenapa? takut rindu sendirian lagi? atau.... "


" Wisnu, kita harus putus " potongku cepat.


BRAKK!!


Garpu dan sendok yang sedang ia pegang, tiba-tiba saja terlepas dari genggaman tangannya.


" Kenapa? karena LDR? " tanyanya tegas.


" Gak bukan itu. Sejauh apapun jarak, itu bukan alasan aku "


" Terus apa? " tanyanya sedikit meninggi.


" Aku nyaman sama yang lain! " lontar ku cepat.


Ia mematung sejenak. Lalu mengangguk paham. Setelah selesai menghela napas, ia langsung berdiri menuju kasih dan keluar dari cafe itu.


*****


To be Continued ✨


Next episode :


" Deffa. Sesuai rencana B " ujar Angel.


Ibra membawa Angel dengan mobil yang ia kenakan. Tanpa sadar, Wisnu mencegat mobil itu.


" Minggir! " pekik Ibra.


" Turunin Angel sekarang! " sahut Wisnu cepat.


Sebuah pistol yang sudah di siapkan anak buah Ibra dikerahkan ke arah Wisnu.


Dorr!!


****


Yok Monggo ditunggu kelanjutannya yaa 🖤 like komen vote and rate 5 🌟 tengkyuu 😍