Good Night New York

Good Night New York
The Second Day : Dia lagi?



~INGIN BERJUMPA LALU DUDUK BERDUA BERTUKAR CERITA LALU PULANG BERSAMA~


Hari kedua kuliah dimulai. Mahasiswa satu kelompok pun sudah terlihat berkumpul di kelas. Mereka sibuk membaca poin-poin yang kemarin sudah dijelaskan oleh prof. Dr Louis Vuitton. Di hari kedua ini kelompok ku mendapat urutan ke 5 untuk melakukan praktek bedah. Yang akan dibantu oleh senior handal pilihan prof Louis.


Baru 2 kelompok yang melakukan praktek bedah. Tinggal 3 kelompok lagi yang akan masuk ke ruang operasi. Jantungku mulai berdetak kencang ketika mendengar pembicaraan para kelompok lain. Mereka mengatakan bahwa darahnya benar-benar seperti darah sungguhan. Anyir, amis, kental, merah, dan menggumpal. Jujur, dari dulu aku takut dengan darah. Apalagi sewaktu kecelakaan Wisnu, membayangkan nya saja sudah membuatku bergidik ngeri. Bagaimana kalau memegang nya secara langsung.


Pikiranku melayang-layang, wajahku kecut dan rasanya ingin muntah. Ku tarik napas dalam-dalam lalu mulai menghilangkan semua rasa takut itu. Perlahan aku napas ku mulai teratur. Sembari menunggu giliran, aku menyempatkan diri untuk bermain media sosial milikku. Membalas semua pesan masuk yang belum terbalaskan.


Selama berada di Amerika. Aku tak pernah lagi mengurus semua akun media sosial ku. Kelincahan Ibu jariku menggeser ke atas dan ke bawah memang tak perlu diragukan lagi. Ketika mataku sibuk melihat seisi Instagram. Tanpa sengaja aku melihat cerita yang beratas namakan Wsnuhrs_


Ada rasa rindu yang menggebu dan tanganku tak sabar lagi membuka apa isi cerita itu. Cepat ku klik cerita itu dan menunggu beberapa saat karena jaringan yang sedikit sulit. Hah, akhirnya terbuka batinku bahagia.


Deg!


Mataku menatap lagi wajah tampan nan menawan itu setelah sekian lama. Ya! isi cerita itu adalah fotonya dan teman satu kampusnya. Aku bahagia bukan main, akhirnya aku bisa mengetahui keadaannya sekarang. Dia terlihat sangat sehat, tangannya sudah pulih. Tapi tak tahu dengan ingatannya. Apakah sama dengan tangannya?


Ku ketik satu pesan singkat yang akan ku kirimkan kepada Tian.


From : @anglprmdthleon


To : @Tiangus.23


Hai Tian apa kabar? lama gak chatting dengan mu. Gimana kabar Wisnu sekarang? apa ingatannya udah kembali?


_________


Belum ada balasan dari Tian. Terlihat sekitar 2 jam yang lalu ia aktif. Mungkin belum masuk, mengingat aku dan dia yang beda negara.


" Kelompok 12, silahkan langsung menuju ke ruang operasi " ucap seorang wanita berpakaian perawat.


Terpaksa aku harus menonaktifkan media sosial. Yah, karena di ruang operasi sama sekali tak boleh ada suara apapun, kecuali suara senior yang menjelaskan. Kakiku dengan cepat masuk dengan menggunakan masker dan pakaian khusus bedah. Belum sampai 5 menit di ruangan, aroma anyir itu langsung menusuk tajam ke hidungku. Aduh ya ampun baunya batinku menahan muntah.


" Oke. Silahkan berbaris " ucap pria, senior bedah.


Kelompok ku pun langsung berbaris rapi. Semua tampak kompak dengan baju bedah dan dilengkapi dengan masker berwarna biru.


" Morning semua. Sebelumnya perkenalkan nama saya Mr. Deff, saya ketua senior yang akan membimbing kalian semua untuk belajar cara membedah yang baik dan benar. Tapi, saya tidak sendirian. Ada senior lain yang akan membantu kalian, sesuai dengan jumlah kalian semua. Hanya ada satu orang yang akan belajar dengan saya. Berarti dia adalah orang yang beruntung hehe. Silahkan ambil undian kalian lalu lihat nomor yang kalian dapat. Yang mendapat nomor undian 1 dia yang akan belajar dengan saya. Terimakasih " jelas senior itu dengan bahasa Inggris.


Gerakan para kaki mahasiswa bedah terdengar serentak ketika mengambil nomor undian itu. Bismillah, semoga dapet senior yang gak killer batinku penuh harap.


Dan Yes! aku beruntung kali ini. Karena aku mendapat undian nomor satu. Yang pasti aku bisa belajar dengan Mr Deff ketua senior yang tampan dan terlihat humoris.


" Sudah dibuka? siapa diantara kalian yang mendapat keberuntungan menjadi istri saya? eh maksudnya murid saya " ucap Mr Deff sedikit lawak.


Tanpa menunggu lama, aku pun langsung mengangkat tangan dengan penuh semangat. Sontak semua mata tertuju pada ku dan mereka bersorak gembira, seakan menjadikan ku ratu.


" Waw. Kau yang ku tunggu-tunggu! " ucapnya mengedipkan sebelah mata.


Entahlah rasanya aku ingin terbang ketika mendapat kedipan mata itu. Dia terlihat sangat humoris dan lembut. Tutur katanya sopan dan ramah. Walaupun wajahnya tak terlalu jelas terlihat karena tertutup oleh masker.


Semua bersiap dengan posisi didepan sebuah manekin patung manusia. Patung itu dibuat semirip mungkin dengan manusia. Kali ini aku mendapat bedah pembuluh darah. Mr Deff memberikan ku sarung tangan dan mulai menjelaskan tata caranya.


" Sudah pernah membedah? " tanyanya sambil menggunting baju pasien.


" Itu cukup bagus. Siapa namamu? " tanyanya lagi. Kali ini dia menatap wajahku.


" Angel Leoni Pramadhita " sahutku membalas tatapnya.


BRUUKK!!


Mimik wajahnya berubah drastis. Entahlah ketika mendengar namaku dia mematung dan gunting yang ada di tangannya jatuh. " Eh Mr. guntingnya jatuh. Biar saya ambilkan " ucapku seraya menunduk mengambil gunting.


" Ini Mr " ujar ku menyodorkan gunting itu.


Tak ada jawaban darinya. Matanya hanya menatap wajahku dan sesekali menatap gunting yang ku sodorkan. " Alhamdulillah " ucapnya kemudian. Eh? Alhamdulillah? Mr ini muslim rupanya batinku spontan.


" Kan kita ketemu lagi " ucapnya mengagetkanku.


" Ketemu? emangnya kita pernah ketemu? dimana Mr? kok saya tak tahu " cetus ku heran.


" Masa lupa? ini aku " sahutnya dengan bahasa Indonesia seraya menurunkan masker.


" Hah? kau? Mr Deff itu maksudnya Deffa? " tanyaku tak percaya.


Dia tertawa kecil melihat ekspresi wajahku yang sudah mati tak percaya. Kali ini aku benar-benar beruntung. Ya! beruntung menemukan orang ini lagi. Aku menyeringai malas ketika mengetahui bahwa ketua senior itu adalah pria ini. Tapi ya sudahlah, mungkin memang sudah takdir dipertemukan tapi aku tak berharap untuk DIPERSATUKAN.


" Akhirnya do'a ku terjawab kan " gumamnya sambil melanjutkan guntingan baju.


" Eh apa? " ketus ku ketika mendengar perkataannya.


" Sudahlah lupakan. Sekarang giliran kau yang menggunting baju pasien itu " sahutnya mengalihkan pembicaraan.


Operasi yang dilakukan ini bernama operasi bypass. Yaitu mengalirkan darah yang tersumbat. Teknik yang digunakan pada operasi ini adalah membuang plak atau emboli di pembuluh darah dan memperlebar aliran dengan memasang balon kateter agar aliran darah lancar. Bedah ini memiliki risiko pendarahan, serangan jantung, stroke, pembengkakan kaki, kerusakan otak, dan impotensi.


Aku harus berusaha menahan rasa takut ketika memasangkan balon kateter. Kedua tanganku gemetaran bukan main, salah-salah praktek pertama ku bisa gagal. " Tenang, jangan panik begitu. Nanti malah gagal " ujar Deffa menenangkan.


Dengan mengumpulkan semua keberanian, aku perlahan memasangkan balon itu dengan hati-hati. Jika monitor berbunyi kencang, itu adalah tanda bahwa operasi belum sempurna. Tapi jika monitor berbunyi stabil, maka operasi dinyatakan sukses.


Tak lama kemudian monitor mulai berbunyi nyaring Tit...tit....tit....


Dan akhirnya, operasi kali ini sukses. Aku berhasil menyelesaikan uji coba ini. Sekarang aku bisa bernapas lega dan tersenyum lebar. Walaupun menahan mual karena melihat darah dan organ tubuh manusia yang seperti asli.


Uhwek...


Aku tak kuat lagi menahan mual. Perutku menolak isinya. Dan yang lebih parahnya lagi, aku muntah tepat di baju Mr Deffa. Mataku membulat, aku malu bukan main karena mengotori baju pria itu. Untunglah ia tak mempermasalahkan hal ini. Dengan santainya dia membawaku keluar dari ruang operasi. Dan menyodorkan beberapa tissue basah.


" Bersihin sana. Nanti aku tunggu di kantin, kau yang traktir karena udah ngotorin bajuku " ucapnya meninggalkanku didepan pintu operasi.


******


To be Continued ✨


Like, vote yg bnyk, rate 5 🌟 okeh! :)


Tengkyuu reader 🧡🧡🧡