Good Night New York

Good Night New York
Kecelakaan



~PERIHAL MENUNGGU AKU SELALU HANDAL. TAK PERLU KHAWATIR. AKU SELALU DISINI MENUNGGUMU~


Sore ini, dari jauh aku melihat kerumunan orang di jalanan. Ku pandang kerumunan itu, tanpa bisa berkata apapun. Aku kehilangan kendali, tubuhku terasa tak berdaya. Sulit untuk digerakkan dan air mata yang tak kunjung berhenti. Air itu mengalir layaknya air sungai pada alurnya. Banyak darah yang mengalir, tak tau dari mana asalnya. Darah itu kelihatan masih segar dan sangat berantakan dimana-mana.


Kakiku terasa nyeri saat melihat darah itu. Pikiran ku melayang entah kemana. Aku terjatuh dari tegak ku, lalu mulai terasa pusing. " Mbak? Mbak gak papa? Mbak? " Tanya seseorang padaku. Sontak pertanyaannya membuatku tersadar.


Lalu perlahan mulai berdiri dan berteriak keras " Hiks.. Wisnuuuuuuuuuuuuu!!! " Teriakku histeris seraya berlari kearah kerumunan orang. Aku berlari sekencang-kencangnya tak perduli sudah berapa banyak orang yang ku tabrak agar sedikit memberiku ruang.


" Hiks.....Hiks Wisnu, huh Wis...nu. Aaaah Wisnu huhuhu " Ucapku terbata seraya menangis. Tubuhku melemah saat melihat keadaannya yang penuh dengan darah. Ku angkat kepalanya lalu ku taruh diatas pangkuanku. " Aaaa! Wisnu, Wisnu bangun! Wisnuuuuu! " Tangis ku semakin menjadi-jadi. Orang-orang hanya melihat tanpa berbuat apapun.


Beberapa menit kemudian terdengar suara ambulance yang datang bersamaan dengan mobil polisi. Para perawat mulai mengangkat Wisnu dan memasukkannya kedalam mobil ambulance. " Saya harus ikut dengannya! dia gak kenal siapapun disini. To... long " Ucapku memohon. " Naiklah " Sahut salah satu perawat.


Sedangkan polisi datang dan langsung menangkap orang yang sudah menabrak Wisnu. Setelah di cek, ternyata supir mobil itu sedang dalam keadaan mabuk. Supir itu dibawa ke kantor polisi lalu mobil yang ia gunakan juga ikut dibawa untuk diotopsi lebih lanjut. Apakah supir itu juga menggunakan narkoba atau tidak.


Sepanjang perjalanan didalam ambulance, aku menggenggam erat tangan Wisnu. Dan berkata sambil menangis " Kamu harus kuat Nu! tahan sebentar lagi hiks.... aku mohon Hiksss... "


" Tolong lebih cepat sedikit!! " Bentakku pada supir ambulance itu.


• Rumah Sakit Solo


" Permisi! kasih ruang untuk pasien satu ini keadaannya kritis! " Teriak perawat RS itu.


" Wisnuu tahan sebentar Hiksss....hikss " ucapku lirih.


Mereka membawa Wisnu ke ruang operasi untuk di periksa lalu akan mulai mengoperasi. Karena Wisnu mengalami pendarahan yang cukup banyak di kepala.


Aku hanya tertunduk lemah, semua bajuku penuh dengan darah. Kepalaku pusing karena mencium bau amis dari darah ini. Pandanganku kabur, sedang dadaku sesak dan Isak tangis ku tak kunjung berhenti.


" Ya Allah tolong selamatkan Wisnu hiks... " Ku angkat kedua tanganku seraya berdoa pada yang kuasa. Semoga saja ada sebuah keajaiban yang terjadi untuk Wisnu.


3 jam berlalu, Wisnu keluar dari ruang operasi dalam keadaan belum sadarkan diri. Ia dipindahkan ke ruang UGD dan dinyatakan koma. Betapa sakitnya aku ketika mendengar kabar yang sangat buruk dan menyakitkan.


Hallo Njel? (Suara Vina)


To.. long aku (Ucapku lirih)


Kenapa?


Wisnu kecelakaan di Solo


Apaaaa! aku sama yang lain otw sekarang ke Solo. Angel dengar kau harus tenang oke!


BRUUK!! (Suara Angel jatuh)


Hallo Angel? Angel!


Semua tenagaku terkuras, pandanganku gelap, napas ku tersengal-sengal seketika. Hanya suara teriakan yang bisa kudengar. Perlahan aku mulai merasakan hal yang aneh, dan tak lama setelah itu,


Deg! Aku pingsan.