
~ADA RINDU YANG SELALU JATUH DI TERIK SEPI YANG LUPA BERTEDUH~
Sinar itu menyorot tajam tepat ke wajahku. Seakan memberi isyarat untuk bangun dari tidur yang berkepanjangan. Aku sedikit membuka mataku dan menutup sinar itu dengan telapak tangan. Pelan kuangkat kepalaku seraya tersenyum ketika melihat lelaki dingin itu masih tertidur dengan posisi yang sama sebelumnya. Ku genggam erat tangannya lalu ku usap tangannya lembut. Dalam hati ku berdoa dan berharap agar dia cepat terbangun dari tidurnya. Sudah hampir 3 Minggu Wisnu koma, dan belum juga membuka mata. Aku benar-benar takut dan kesepian menahan rindu sendirian.
Pagi ini aku memutuskan untuk pulang ke rumah dan beristirahat sebentar. Pasalnya ibuku sangat khawatir akan keadaanku yang sudah hampir 3 Minggu tak pulang. Ibuku tau akan kejadian yang menimpa Wisnu setelah kemarin menelpon dan aku sudah menceritakannya.
Aku keluar dari ruangan Wisnu menuju kamar inap rumah sakit. Setengah jalan, aku bertemu dengan seorang wanita separuh baya yang tengah menangis dan berlari menuju ruangan Wisnu. Langkahku terhenti dan seketika membalikkan badan. Aku menyerit heran batinku penuh tanya. Apakah wanita itu ibunya Wisnu?
Ku lanjutkan langkahku menuju ruangan Wisnu untuk bertanya pada wanita itu. Tampak didalam wanita itu menangis meraung-raung seraya memeluk Wisnu. Wanita itu mengelus lembut pipi Wisnu lalu mencium dahi Wisnu. Batinku sontak langsung memutuskan bahwa wanita itu benar ibu Wisnu.
" Angel " Panggil seseorang memecah fokusku. Dia adalah Tian. " Tian. Tian wanita itu....
Tian langsung memotong pembicaraanku. " Ya Njel, dia adalah ibu kandung Wisnu "
Aku mematung dan tertunduk. Aku bisa merasakan kesedihan yang terpancar di wajah ibunya Wisnu. Dia benar-benar sudah merasa kehilangan anaknya. " Aku pulang duluan ya Yan " Ucapku pada Tian. " Hmm hati-hati dijalan Njel " Sahutnya cepat.
Ingin sekali rasanya bertemu dengan ibunya Wisnu. Tapi aku takut, karena suasana hatinya pasti sedang kacau saat ini. Nanti malah membuat suasana semakin kacau. Jadi aku memutuskan untuk pulang ke rumah.
Didalam angkutan umum, ku senderkan kepalaku di jendela. Angin berhembus kencang membuatku mengantuk. Suasana pagi hari di Solo memang sangat sejuk. Ditambah dengan beberapa pohon yang ditanam rapi sepanjang jalan. Kota Solo memang lumayan padat di pagi hari. Tapi tak separah dengan Kota Jakarta.
Sesampai didepan rumah, ibuku langsung menyambutku dengan senyum hangat. Entahlah rasanya sudah lama aku tak melihat senyum semanis itu diwajahnya. Dia berjalan mendekatiku yang tengah membawa tas besar berisi baju. Tiba-tiba saja dia memelukku erat dan mengelus lembut rambutku.
" Banyak-banyak berdoa biar Wisnu cepat sadar ya nak, kamu juga harus bersabar terus " Ucap Ibu menyemangati. Aku menangis tersedu-sedu ketika mendengar perkataan ibu tadi. " Hiksss.... " Tangis ku semakin pecah di pelukannya. Ibu memang sudah tau hubunganku dengan Wisnu. Untunglah dia setuju dan hanya mengingatkan agar tau batasan dalam pacaran.
" Udah yuk masuk " Ajak ibu seraya merenggangkan pelukannya. " Kamu langsung istirahat ya, ibu siapin sarapan dulu " Aku hanya mengangguk seraya menyeka air mataku.
Drttt.... Drttt
Dimana? udah pulang ke rumah ya?
Iya Ly bilang ke yang lainnya ya. Maaf ya aku gak kasih kabar.
Oh oke deh (Tut...Tut)
BRUUKK!!
Ku rebahkan tubuhku ke kasur tanpa aba-aba. Kepalaku terasa pusing sekali. Semua benda yang ada di kamar terasa seperti melayang-layang. Perlahan ku pejamkan mataku untuk sedikit mengurangi rasa sakit.
Drttt....Drttt
Belum sampai 5 menit, hp ku berdering lagi. Dengan posisi kepala pusing, aku mengangkat telpon itu sambil berbaring di atas kasur.
Hallo? Iya Vin?
Njel, Wisnu udah sadar
Apaaa?
To be Continued ✨
Akhirnya Wisnu sadar guyss 🤗 kepo kan? ayok dipantau terus yaw hehe. jangan lupa like komen and vote yaa 🖤 tengkyuu