Good Night New York

Good Night New York
Menemanimu (Part 2)



~DI BAWAH ALIS MU HUJAN BERTEDUH. DI MERAH MATAMU SENJA BERLABUH~


Rintik hujan mulai terdengar. Seakan menandakan bahwa ada yang menangis tak kala rindu yang menggebu. Mataku tetap terjaga hingga se larut ini, tak bosannya memandangi wajah lelaki yang tampan dan mempesona sedang terbaring lemah tak berdaya. Jari jemariku sibuk menggenggam tangannya erat.


Aku selalu menunggu dia tersadar dari tidurnya yang panjang. Dan berharap bisa kembali sehat seperti sebelumnya. Entah kapan itu, tapi aku selalu berdoa kepada yang Kuasa agar lelaki ini bisa cepat membuka mata.


Setelah 1 Minggu di rumah sakit, semua berkas untuk masuk kuliah menjadi terbengkalai. Aku tak pernah lagi mengurusnya. Liburanku tertunda, santai ku tak ada hak lagi. Karena bagiku sekarang, ada hal yang paling penting diatas yang penting.


Aku keluar dari ruangan Wisnu untuk menemui para sahabatku. Di sana tampak ada Tian yang baru saja datang dari Bandung. Mukanya kelihatan sedih ketika mendengar kabar bahwa sahabatnya kecelakaan. Perlahan aku berjalan mendekatinya dengan senyum yang ku paksakan.


" Kapan sampai? " Tanyaku pada Tian.


" Sekitar 15 menit yang lalu Njel " Sahutnya menatapku.


" Udah kabarin orang tua Wisnu? "


" Udah, mereka lagi dalam perjalanan " Sambar nya cepat.


" Aku nemuin Wisnu dulu ya Njel " Sahutnya lagi. Aku hanya mengangguk pelan seraya tersenyum. Semua sahabatku tampak kelelahan, karena seharian sibuk menghiburku. Mata mereka memerah dan kantung mata mereka menghitam. Aku tak tega melihat mereka seperti itu, rasanya ingin sekali menangis. Tapi aku harus kuat didepan mereka, dan tak boleh kelihatan lemah.


" Guys, kalian pulang aja ke rumah aku. Istirahat di sana sekarang udah larut. Besok kalian kan mau pulang ke Bandung " Ucapku sambil duduk di samping Eriska.


" Hmm gak deh kita di sini aja nemenin kau Njel. Kita juga gak jadi pulang ke Bandung " Sahut Vina cepat.


" Lah kok gak jadi pulang ke Bandung? katanya mau nyiapin berkas kuliah "


" Bisa diatur kok heheh " Sahut Ziah tertawa kecil.


Sungguh beruntung aku mendapat sahabat seperti mereka. Yang rela menghabiskan waktunya untuk di sampingku. Tak terasa air mataku jatuh secara teratur membasahi pipi. Lagi-lagi usahaku gagal untuk menahan air mata ini. Perlahan aku menyekanya lalu mulai memeluk mereka erat.


Mereka semua tersenyum seraya mengelus rambutku.


" Iya Angel. Kita semua seneng bisa bantu kau " Sahut Lyla seraya menangis. Aku benar-benar terharu dan bahagia punya mereka. " Kita istirahat yuk. Angel kan belum makan dari tadi pagi " Ajak Eriska. Mereka semua hanya mengangguk setuju.


________


" *Ayo kejar Mbemm. Katanya mau kurus ayoo! "


" Angel ayo jangan cuma duduk "


" Angellllllll*! "


Huh!


Sontak aku terbangun dari tidurku karena bermimpi buruk. Aku bermimpi bertemu Wisnu. Tanpa sadar lagi-lagi air mata itu jatuh membasahi pipi. Kali ini lebih banyak dari biasanya. Aku menangis tersedu-sedu dalam hangatnya malam. Sendirian, tanpa tau seorangpun. Mataku memerah, dadaku sesak sulit sekali untuk bernapas.


Setelah kejadian yang menimpa Wisnu, membuatku merasa tak pernah bisa bernapas lega. Selalu saja ada yang sesak dan mengganjal. Kulihat waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga. Perlahan aku berjalan menelusuri lorong rumah sakit menuju ruangan Wisnu. Sama seperti sebelumnya, aku selalu duduk di samping Wisnu yang sedang tertidur pulas.


" Aku di sini NU. Kamu kapan bangun? emangnya gak capek ya tidur terus? Ayo bangun Nu hiks.... "


🍁🍁🍁🍁🍁


To be continued :(


Author gak bisa berkata-kata lagi kebawa suasana Hmm:(((