
Ku abaikan begitu saja pesan darinya. Bagiku dia sudah tak penting lagi, karena sekarang dia hanya masa laluku.
Pagi ini aku memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar taman Nasional Bandung. Aku memang menyukai bunga di sekitar taman, apalagi bunga yang berwarna putih.
Ku sempatkan untuk berfoto di taman itu sembari menikmati keindahannya. " Harum " Gumamku. Aku sangat menyukainya, rasanya ingin sekali kubawa pulang semua bunga-bunga yang ada di taman ini ke kos ku.
Kring...kring...
" Eh "
Hallo?
Kenapa pesan ku diabaikan?
Deg... suaranya? di... dia? batinku.
Dengan cepat ku matikan telpon itu dan aku bergegas pulang menuju rumah. Ingin belajar melupakan tentang dia, tapi kenapa dia kembali lagi. Dulu dia pergi tanpa alasan, sekarang kembali lagi tanpa alasan juga. Apa mau dia sebenarnya? Banyak sekali pertanyaan yang ingin ku tanyakan kepada dia.
Aku berjalan pelan menuju kos ku yang tak terlalu jauh dari taman.
Tiba di depan kos, Ra.. Raka? di..di..a kenapa? . Tepat di depan pintu Kos ku, mataku menangkap sosok lelaki tinggi nan putih dengan manik mata yang indah dan menawan.
Lelaki itu berjalan menuju ke arahku, seraya melambaikan tangannya. " Angel " Teriaknya seraya mendekat. Aku berjalan mundur Pelan darinya dengan ekspresi wajah yang pucat. Aku benar-benar tak mengerti harus bicara apa dengannya.
" Angel, kenapa malah menjauh? " Tanyanya pelan. Aku berlari sekuat tenaga menjauh darinya dan tak sadar meneteskan air mata. Sakit, kenapa sesakit ini hikss Batinku sesak. Aku berhenti di sebuah cafe lalu menyeruput secangkir kopi susu.
5 Panggilan dari +62, " pasti Raka " Gumamku membalik hp ke atas meja. Ku lirik jam tangan milikku, sudah menunjukkan pukul 12.30. Ku putuskan untuk pulang ke kos dan berharap semoga dia sudah pulang.
Sesampai di depan gerbang kos, ada sebuah coklat Silverqueen ukuran besar sekali di letakkan di luar. Dengan cepat aku mengambil dan membaca surat yang ada di coklat tersebut.
Maaf waktu itu aku pergi tanpa alasan dan sekarang kembali lagi ke hadapanmu. Mungkin kau terkejut sekali makanya kau berlari seperti tadi. Aku hanya ingin berbincang bersama denganmu seperti dulu. Ingin sekali meminta maaf dan meminta kesempatan kedua agar bisa bersamamu kembali. Isi dari suratnya.
Ku remuk isi surat itu lalu ku sobek menjadi bagian yang sangat kecil. Ku usap dadaku yang sesak sekali setelah membaca isi surat itu. Ku tinggalkan sobekan itu di tanah begitu saja, lalu aku bergegas naik ke atas untuk merebahkan tubuhku di kasur.
Drttt..
" Eh bergetar "
P
Lagi apa?
" Dari Wisnuuuuu aaaa " Teriakku kegirangan. Dengan cepat ku balas pesan itu.
Baring sih, kalau kau lagi apa?
Duduk saja di kamar
Oh sendirian?
Ya.
Kau sudah makan?
Sudah tadi
Baguslah
Hmmm masih bingung belum ada rencana
Kalau kau?
Aku juga belum terpikir hehe
Haha sama rupanya
Iya, aku ingin sekali jadi editor hehe
Wahh bagus tu keren juga
Iya, tapi sepertinya akan coba tes polisi
Semuanya bagus, sekarang tinggal pilih salah satu sesuai kemampuan
Lama sekali, belum ada balasan. Aku menunggu hingga dia membalasnya, walau kantuk yang berat, tapi tetap ku tahan. Ku bolak-balik badan ku kekiri dan Kenan seraya melihat ke Hp.
Drttt... Yesss dibalas Batinku bahagia.
Kau sudah tidur?
Belum
Oh, Hmm
Apanya yang Hmm?
Tak ada, kau mau tidak?
Mau apa?
Mau tidak menyukaiku? eh bukan maksudnya mau tidak suka dengan sikap ku dan diriku?
Haha aku mau :)
Makasih :)
Jadi kita?
Kita?
Bukan apa-apa hehe
Iya kita pacaran :)
" Aaaaaaaaaa mau terbang rasanya, eh tanggal berapa sekarang?. Hmm tanggal 4 " Gumamku senyum-senyum sendiri layaknya orang gila.
Bahagia dan bahagia, hanya itu yang aku rasakan sekarang. Pengen jungkir balik di kasur rasanya haha, dan ingin sekali mengobrak-abrik isi kamar.
Bersambung.....
🍁🍁🍁🍁🍁
Makin penasaran kan? Yukss nantikan episode selanjutnya.
Love u all and night