
~JIKA KEBOHONGAN ADALAH KUNCI JALAN KELUARNYA, MAKA AKU AKAN TERUS BERBOHONG AGAR SELALU BISA MEMBUKANYA DENGAN KUNCI~
Bip...Bip
Berkali-kali alarm itu berbunyi, tapi selalu ku abaikan dan kembali ke posisi enak ku. Padahal sinar matahari pagi sudah menyorot tajam ke arahku.
Tok...tok
" Angel " tok..tok....
" Aduh siapa sih pagi-pagi udah berisik ahhh! " Gumamku seraya merenggangkan seluruh otot badan.
" Angellllllll! " Panggilnya makin keras dengan ketukan pintu yang semakin kencang.
Sumpah ni orang minta kena gampar ah!
Akhirnya aku menyerah, karena aku sudah tak tahan dengar suara ketukan pintu yang sangat berisik. Aku bergegas duduk lalu berdiri membukakan pintu kamarku.
" Si...a..pa sih.... Ucapan ku terpotong ketika melihat siapa yang berdiri di depanku. Alhasil ingin rasanya ku banting pintu kamar lalu kembali tidur.
" Bantu Tante isi air di bawah, jangan jadi pemalas! " Ucapnya memperingati. Dengan sekuat tenaga ku banting pintu kamarku lalu menguncinya.
" Heii jangan dibanting dasar gak tau di untung! " Teriaknya dari bawah.
" Apaan sih, dia kan punya anak kenapa harus aku! emang aku anaknya apa! seenaknya menyuruhku! tolong ya aku disini bayar bukan numpang! Lagian siapa dia sedarah juga gak! paling sedarah sama ibuku doang! Arghhh kesal banget sih pagi-pagi gini!!!!! " Ucapku sendiri dengan sumpah serapah.
Setelah selesai marah-marah dan melalui banyak drama, akhirnya aku ingat kalau hari ini ada janji sama si Wanita genit itu. Dengan cepat ku cek hp ku, dan benar saja dia menyepamku di WhatsApp.
Ku lirik jam di hp dan ternyata " Ya ampun gawat! CK! kok bisa lupa sih " Dengan cepat aku bersiap dengan memakai lipstik dan sedikit polesan bedak. Lalu berangkat tanpa mengingat perintah tanteku.
Aku berlari kebawah dengan terburu-buru, " Heh Njel mau kemana, kan tadi disuruh isi air "
" Angel buru-buru Te gak ada waktu lagi "
" Heeeeh Angellllllll, lagi susah air niiii " Teriaknya kencang. Siapa peduli dengannya, yang kupikirkan sekarang adalah bertemu wanita itu.
Akhirnya sampai juga, " tapi dia yang mana ya? gawat aku gak tau lagi wajahnya yang mana ". Pasalnya WhatsApp nya tak ada profil. Inisiatif ku adalah menelponnya, kalau diantara kerumunan orang sedang di posisi mengangkat telpon, maka dialah orangnya.
Berdering.....
" Kok gak diangkat sih ni orang "
Ku berjalan sambil menelpon, tapi belum diangkatnya juga. Ku telpon hampir 5 kali tapi belum ada jawaban darinya.
Hingga akhirnya telpon ku diangkat Hallo? Kau dimana? Udah disini Dimana nya? Aku memakai jilbab Coklat susu Aku memakai jilbab merah maroon, aku di dalam caffe Keluar sekarang! Tut...Tut
Aku sengaja tak mau masuk ke dalam caffe, karena tak mau membuat keributan di dalam, alhasil aku memilih bertemunya di luar agar lebih leluasa saat mengintrogasi nya. Cukup lama menunggunya diluar, yah semacam menunggu kedatangan Ratu Elizabeth saja.
" Duh jadi ikan asin lama-lama aku disini, mana panas. Emang gak ada otak tu orang! "
*Kring...kring...
Hallo? Hmm Aku udah di luar ni, kau yang mana sih! Aku di dekat kursi tunggu caffe sedikit jauh dari caffe Oke aku ke sana sekarang Hmm Jangan dimatiin dulu telponnya, aku bentar lagi sampe ni*
Di...dia? dia wanita yang waktu itu bukan? apa aku yang salah lihat? dia semakin dekat. Benar, dia wanita yang waktu itu gak sengaja ku tabrak. Jadi dia? dia mantan Wisnu?, Batinku tak percaya dan tiba-tiba saja lemas.
" Kau? wanita yang waktu itu menabrak ku kan? Wah dunia ini sempit ya. Jadi kau pacar Wisnu? " Tanyanya memecah fokusku.
" Hmm begitulah kira-kira, ku harap kau paham maksudku jangan ganggu Wisnu, kalau bisa pergi dari hidupnya, karena Wisnu bilang kau hanya mantan nya gak lebih "
" Oh ya? kenapa gak tanya sekali lagi ke dia, siapa tau dia bohong. Karena yang aku tau, dia juga masih menyimpan perasaan padaku "
Apa? apa ini? apa Wisnu berbohong?
" Aduhh tolong ya jangan mengarang cerita. Wisnu itu gak mungkin bohong, kau aja yang terlalu pede "
" Kau percaya begitu saja? " aku mulai kesal dan mengepalkan kedua tangan.
" Cukup!! ku peringatkan kepadamu jangan pernah mengganggunya lagi! kalau kau masih ganggu, ingat aku bisa mematahkan kakimu kapanpun! " Ancam ku.
" Wah jangan emosi dong, kalau gitu aku pergi duluan " Pamitnya.
Maaf Wisnu kali ini aku harus bertanya padamu, walaupun kau pacarku, tetap saja aku gak bisa percaya begitu aja, Batinku kesal.
🍁🍁🍁🍁🍁
Tuh kan Andini takut, makanya jangan macam-macam sama Angel. yuks pantau terus next episode nya, jangan lupa like komen and vote yaa 🖤🤗
Author mau tidur dulu hehe Night reader 💋