Good Night New York

Good Night New York
Bertemu Masa laluku (part 2)



" Hikss hikss kakak, aku rindu sekali " Tangisku pecah di dalam pelukannya. " Iya dek kakak juga " Sahutnya memelukku erat.


Kami sudahi acara pelukannya, sekarang waktunya aku pulang ke rumah dan bertemu ibu juga yang lainnya. Aku merindukan mereka semua orang yang tidak ada di sisiku.


" Ibuuuuu " Teriakku seraya berlari memeluknya.


" Aku rindu Bu hikss " Dia memukul kepalaku dan berkata " Kau anak nakal, kalau gak disuruh pulang ya gak pulang " Jawabnya. " Hehe bukan gitu Bu, kan Angel bentar lagi mau ujian Nasional, jadi harus banyak persiapan " Jelas ku padanya. " Ya sudah sana mandi "


" Ahhh empuknya kasur ini huahh ngantuk, lanjut tidur ah " Ku istirahatkan mata dan badanku yang seharian tak hentinya bekerja.


" Angel bangun! udah siang " Teriak ibu dari luar. Ku lirik jam dinding yang berada di tembok depan ku.


" Ya ampun baru jam 6.28 Bu, siang dari mananya " Gumamku pelan sambil menguap. Ya walaupun masih terlihat pagi, tapi sinar matahari menyorot tajam ke arahku, mau tak mau harus bangun.


Ku bereskan kasur yang agak berantakan karena tidurku yang bisa dibilang lasak. Seperti hari-hari biasanya, setiap pagi aku membersihkan diri untuk memulai kegiatan. pagi ini ku sempatkan untuk berolahraga dan berlari kecil.



Aku memang menyukai olahraga voli, jadi wajar saja jika yang ku pilih pagi ini voli. " Sinarnya " Gumamku. Setelah bermain, aku menatap terik matahari yang menyinari wajahku cukup dalam.


" Sepertinya cukup untuk bermain, saatnya pulang " aku bergegas menuju rumah. " Angel " panggil seseorang dari belakang. " Su.. suaranya terdengar gak asing " kubalikan badanku ke belakang untuk melihat orang itu. Deg..... dia lagi


" Angel jangan lari, kasih aku waktu untuk ngomong sama kamu " Langkahku terhenti sejenak. " kita cari tempat ya untuk ngomong " Ajaknya. Aku hanya mengikuti langkahnya pergi.


" Angel biar aku jelasin semuanya kenapa aku pergi tanpa alasan dulu " aku menatap wajahnya penuh kebencian.


" Angel, dulu Aku pergi karena harus berobat " Ucapnya lirih, matanya berkaca-kaca. Sontak aku kaget dengan perkataannya, karena setahu ku dia tak pernah sakit.


" kau sakit apa? " tanyaku tanpa menatap. " Aku sakit tumor " Sahutnya pelan. Aku langsung menatap wajahnya penuh kesedihan, tanpa bisa berkata apa-apa.


" Maaf membuatmu menunggu lama. Aku minta maaf Njel " Tangis ku pecah saat dia meminta maaf, entah kenapa dadaku sesak sekali. " hikss hiks huuuh maafkan aku Raka, ma...maaf " Dia menyeka air mataku yang mengalir deras membasahi pipi.


" terima kasih Njel, kau disini lama? "


" Hmm sekitar seminggu Ka "


" Lumayan lama, jadi aku bisa mengajak mu jalan-jalan hehe " tawanya pelan.


" Hmm " sahutku tersenyum lebar


" kau sudah sembuh? "


" Alhamdulillah sudah di operasi Njel sekitar 2 tahun yang lalu "


" maaf aku pergi tanpa memberi tahumu Njel, aku takut membuatmu khawatir "


" iya gak papa, maaf juga waktu itu aku berlari dari hadapanmu "


" iya aku paham, terima kasih untuk waktumu Njel "


Aku tertawa tanpa henti dengannya, bahagia sekali bisa seperti ini lagi. rasanya sudah lama sekali tidak tertawa bersamanya, aku rindu kamu Raka batinku.


bersambung....


🍁🍁🍁🍁🍁


.


hihi ketemu lagi deh sama mantan. bakal balikkan gak ni? yuks Kepoin di next episode 🖤


jangan lupa like komen and vote 🤗