
~LONGGARKAN PELUKAN, BERPISAH SEJENAK~
Sudah cukup dengan semua drama kemarin. Saatnya pulang ke kampung halaman dan menikmati liburan yang cukup panjang.
Pagi ini tepatnya jam 09.00, aku memutuskan untuk memesan tiket kereta dan berangkat pada jam 10.30. Semua media sosial milikku sengaja tak ku aktifkan, pasalnya aku masih kesal dengan kejadian kemarin. Aku memilih break Sebentar dengan Wisnu, karena ingin menenangkan pikiran dan diri. Untunglah Wisnu mengerti, dan setuju dengan ajakan ku.
Ku hirup udara segar di sebuah caffe dekat stasiun kereta seraya menikmati secangkir kopi susu sambil menunggu waktu keberangkatan.
Ding... Dong
Diberitahukan kepada seluruh penumpang keberangkatan kota Solo, silahkan menuju kereta sekarang juga. Karena kereta akan berangkat 7 menit lagi. Terimakasih
" Saatnya berangkat " Gumamku pelan. Aku berdiri lalu bergegas meninggalkan caffe menuju kereta.
Drrt...Drtt satu pesan masuk
Hati-hati dijalan Mbemm 🖤
Ku abaikan pesan itu begitu saja. Semua mood ku ambyar seketika karena pesan itu. Biarlah gak usah dibalas Batinku. Ku lanjutkan perjalanan menuju kereta, karena aku takut akan ketinggalan kereta.
Untuk seluruh penumpang keberangkatan kota Solo, kereta akan segera berangkat dalam hitungan 1,2,3.....
" Huftt akhirnya " Ucapku menghela nafas kasar dan dalam.
Aku memilih duduk di dekat jendela, dengan posisi kaca yang terbuka dan udara segar yang masuk sedikit-demi sedikit. Ku hirup udara itu dalam seraya merasakan kesejukannya.
Tiba-tiba saja langit mulai menangis, sepertinya ia merindukan seseorang. Ku tutup jendela kereta itu, karena air matanya mulai masuk dan membasahi tempat dudukku.
" Permisi " Ucap seorang pria tinggi.
" Iya? "
" Bolehkah saya duduk disini? kursi di sana sudah diisi oleh seorang ibu dan anaknya "
" Silahkan "
Pria itu memiliki wajah yang cukup tampan dan berlesung pipi. Hidungnya mancung, sepertinya satu tahun diatas ku. Dia terlihat sangat bersih dan...
" Hmm, nama ku Angel " Sahutku seraya membalas jabat tangannya.
" Senang bertemu denganmu " Aku hanya mengangguk pelan.
Ding....Dong
Diberitahukan kepada seluruh penumpang kereta keberangkatan Solo, bahwa kita sudah sampai ditempat tujuan. Terimakasih
" Aku duluan ya " Ucapnya tersenyum lebar. Tanpa menunggu jawaban dariku, ia langsung hilang dari pandanganku begitu cepat.
Sepertinya dia seorang dokter muda, pasalnya dari tadi aku melihat banyak sekali alat-alat untuk pasien sakit di dalam tasnya.
"Sudahlah kenapa malah mikir dia sih Njel" Gumamku.
Hujan semakin deras, terpaksa aku menunggu di stasiun kereta. Semua anggota keluargaku dari tadi tak bisa dihubungi. Jadi aku harus menunggu hujan reda dan pulang dengan sebuah angkutan umum.
Suasana ramai, udara semakin dingin. Pasalnya dari tadi hujan tak kunjung reda. Sedangkan waktu semakin lama semakin sore. Tubuhku sudah mulai menggigil dan cacing di perut sudah berdemo menyuruh makan.
Aku melihat sebuah rumah makan yang tak jauh dari stasiun. " Tapi kalau aku ke sana basah kuyup dong? malah tambah dingin. Kalau aku terus disini, aku pasti mati kelaparan, huuu " Keluhku pelan.
" Ah! " tubuhku tersenggol seseorang cukup keras. Memang suasana cukup ramai, jadi aku tak bisa berbuat apa-apa, mau marah juga tak berhak, Karena itu tempat umum.
" Huftt " ku menghela nafas kasar tanda kekesalan.
" Butuh tumpangan? " Sepertinya ada seseorang yang ngomong deh dibelakang aku, Batinku.
Ku putar badanku untuk melihat orang itu, kedengarannya suaranya tak asing dan sudah pernah ku dengar.
Dan..... Dia?
🍁🍁🍁🍁🍁
Hayok tebakan dia siapa coba? haha yuks pantau terus next episode nya di novel aku ya. jangan lupa like komen and vote yaa 🤗 Terimakasih reader