Good Night New York

Good Night New York
Come Back



~Tak ada yang berubah, termasuk perasaanku dalam perihal mencintaimu~


Suasana malam ini hening. Termasuk aku yang mematung dan berpikir apa maksud lelaki itu. Dia mengatakan hal yang tak seharusnya. Dalam kondisi memakai baju rawat inap ia terlihat menahan rasa sakit. Tapi wajahnya memancarkan senyum yang selama ini tak pernah ku lihat. Ia menatapku dengan tatapan sendu namun penuh kebahagiaan.


Langkahnya terlihat tergesa-gesa menuju ke arahku. Ku pikir ini mimpi. Ya! sepertinya ini hanya mimpi karena aku yang terlalu merindukannya. Tapi semakin lama langkah kaki lelaki itu semakin dekat. Hingga tubuh kecilku didekap olehnya. Dia memelukku erat dan aku hanya diam tak membalas pelukannya


" Ma..af " ujarnya terbata.


Tanpa sadar air mataku turun dengan cepat membasahi pundaknya. Aku tetap diam dan tak bergeming. Terdengar nyaring isak tangis lelaki itu. Semakin lama isak itu terdengar kuat dan cepat. Tapi aku masih berpikir bahwa ini hanya sebuah mimpi. Lelaki itu mendekap ku semakin erat. Ia memang tak berkata banyak selain " Maaf "


Ia melepas pelukannya sejenak. Lalu berlutut dihadapan ku. " Maaf, maaf dan maaf. Maaf membuat mu menunggu lama dan menahan kesedihan sendirian. Maaf, aku meninggalkanmu dan memberi beban yang berat. Maaf, aku terlambat. Angel " lirihnya dengan tangis yang tersedu-sedu. Ucapannya membuat tangis ku pecah. Aku menangis sejadinya. Akhirnya aku tak perlu menunggu lagi. Aku tak perlu capek untuk merindu, aku tak perlu berpura-pura menjadi orang asing. Malam ini akan menjadi saksi bisu kembalinya dia, Lelaki ku.


" Aku gak papa. Itu bukan salah mu. 2 tahun memang cukup lama aku menunggu. Rasanya ini seperti mimpi huh... Dulu aku ingin nyerah karena capek. Tapi akhirnya aku bisa bertahan sampe sekarang. Gak ada yang berubah, semua masih terlihat sama " sahutku lirih.


Senyum di wajahnya mengembang. Begitupun aku. Aku yang akhirnya mendapat senyum yang nyata, senyum yang tulus dan penuh kasih. Saat ini hanya rasa syukur yang bisa ku panjatkan. Bersyukur ingatannya kembali, bersyukur ia bisa tersenyum lagi, dan bersyukur karena aku bisa bertahan di sisinya. Walaupun banyak sekali rintangan yang harus dihadapi.


Usia ku tak muda lagi. Aku tak mau mengenal orang baru dan memulainya dari awal. Karena aku tahu, prosesnya pasti akan sama. Jika masih bisa bertahan, kenapa harus berpisah? Memang benar, sebagian orang mengatakan untuk apa bersama jika salah satu dari pasangan itu tak lagi sama? Berpikirlah lebih dewasa. Apa jika kau mencari orang baru, keadaannya akan berbeda? Apa kau mendapat kebahagiaan yang sama dari sebelumnya? Jika kau lelah maka bersabarlah. Karena semua itu hanya sementara. Kau akan tahu nanti jika kau benar-benar bertahan dalam keadaan apapun.


Ia berdiri dan memeluk ku sekali lagi. Angin dingin kala malam itu benar-benar membuatku hanyut dalam peluknya. Air mata pun tak kunjung henti. Tapi makin lama pelukan itu terasa berat. " Wisnu " panggilku pelan. Tak ada jawaban darinya. " Hah! Wisnu. Wisnu bangun, Wisnuu " aku memekik kuat ketika tubuhnya jatuh saat sedang memelukku. Ia lemas tak berdaya.


Aku panik dan langsung berlari menelusuri tiap anak tangga manual. Mencari dan memanggil bantuan para perawat di sana. Untungnya mereka sigap dan langsung menuju lantai paling atas rumah sakit. Apa lagi kali ini? Pikirku penuh tanya.


Drttt... Drttt


Entah sudah berapa kali ponselku berdering. Karena penasaran akhirnya ku buka isi pesan itu " Temui aku sebentar di depan Njel "


Dari jauh aku melihat Deffa dengan keadaan yang sangat kacau, ia terlihat galau dan duduk di cup mobil. Akupun berjalan mendekatinya.


" Keras kepala " cetusnya tiba-tiba.


Dahi ku menyerit tanda tak mengerti maksud perkataannya barusan.


" Lukamu belum di obati. Dasar cewek kepala batu. Luka orang di obati, luka sendiri dibiarin " celetuk Deffa seraya memukul dahi ku.


" Haha. Soal tadi....."


" Ini obati sana. Aku pamit ya " sangkal nya.


" Kau gak mau aku jelasin? " godaku sambil menatap wajahnya.


" Jadi dia orangnya? Hahaha pantas aja waktu pertama kali editor itu datang kau nangis tersedu-sedu kayak anak kecil yang gak di kasih permen " paparnya sambil tertawa jahat.


Mataku menatap tajam ke arahnya sambil mendengus kesal. " Hei! berenti ngatain aku anak kecil. Pulang sana, hati-hati dijalan dan makasih "


Ia mengangguk lalu tersenyum lebar.


Tak berapa lama lengan kuat miliknya menarik tubuh kecilku ke dalam pelukannya. Ia tak berbicara apapun. Hanya tangannya yang mengusap rambutku lembut. Aku terkesiap melihat tingkah Deffa. Ia benar-benar membuatku mematung.


" Bentar. Cuma sebentar " bisik Deffa pelan.


Seusai memeluk ia menghela napas kasar yang panjang. Dan lanjut mengoceh. " Jangan telat! besok ada praktek dan seminggu lagi kau belajar magang di rumah sakit kampus. Siapa tau bisa jadi relawan kalo kerjamu bagus "


Dasar Deffa selalu saja mengoceh tanpa henti.


" Siap Pak Deffa saya mengerti "


" Berhenti ngomong formal. Dan berhenti juga manggil aku bapak " omelnya yang tak terima dengan jawabanku.


" Kau gak jadi pulang? " tanyaku penasaran.


" Kau ngusir ya? ya udah aku pulang! sana cepat masuk " cetusnya dengan nada sedikit meninggi.


Aku lebih dulu pamit dari Deffa. Dan segera menuju kamar inap Wisnu. Lelaki itu tertidur sangat pulas.


" Angel kau pulang aja, biar para editor lain yang jaga Wisnu. Kau keliatan lemas " ujar Toto khawatir.


" Makasih To. Aku pamit ya, tolong jaga editor Wisnu " sahutku cepat.


*****


Sesampainya di apartemen aku langsung menghempaskan diri ke kasur. Berbaring menatap langit-langit kamar. Dan memutar musik kesukaan ku.


" Akhirnya dia kembali. Ini bukan mimpi kan? atau nyata? aku bingung " gumam seraya menampar pipiku kuat.


" Awww " keluhku yang sadar bahwa ini bukan mimpi


🎶Mueosi mueosi ttok gateulkka


Kong kong kong sarangi ttok gati kong


Uri dureun mannamyeon kong kong kong


Yangchireul hal ttaedo kong kong kong kong


Tteoreojyeo isseul ttaen deo keuge kong


Neorang narang tto mueosi ttok gateulkka


Neol algo sipeo hyeoraekhyeong byeoljari


Geureon geo malgo jinjja neo


Sesang nugudo moreuneun neo


Yaegihaejullae gieogui sijakbuteo


Cheot beonjjae geojismalgwa


Cheot sarang ppaego modu algo sipeo


Mueosi mueosi dareun geolkka


I ppaegi ireun ttak irijiman


Neoreul ppaen nan hanaga aningeol


Neol bogo isseul ttaen gaseum tteollyeo


Bogo sipeul ttaen mak gaseumi ullyeo


Dan hanaui ojik hanaga doego sipeo


Neol algo sipeo hyeoraekhyeong byeoljari


Geureon geo malgo jinjja neo


Sesang nugudo moreuneun neo


Yaegihaejullae gieogui sijakbuteo


Cheot beonjjae geojismalgwa


Cheot sarang ppaego modu da


Nae byeoljarin sangcheotuseongi byeol


Sosimhago oeropgo kkachilhae


Neul honjaseo saenggak hago


Honja sangcheobatneun geopjaengiya


Nal ilkeojullae hyeoraekhyeong byeoljari


Geureon geo malgo jinjja na


Sesang nugudo moreuneun na


Yaegihaejulge gieogui sijakbuteo


Cheot beonjjae geojismalgwa


Cheot sarang ppaego modu allyeojulge🎶 (Ost- Secret Romance)


*****


Sorry ya reader author lagi sibuk tugas makanya jarang up:" Jgn lupa like komen vote and rate 5 🌟