
Dia? mau apa kembali lagi?
" Huh, setelah sekian lama tak ada kabar " Gumam ku pelan. Wisnu yang berada di depan ku seketika berhenti dan melihat ke belakang. Dia menatap heran, karena ekspresi ku yang tiba-tiba menjadi aneh. " Mau diam disitu saja? " Panggilnya. " Eh iya " Aku tersadar dari diam ku dan bergegas lari ke arahnya.
Sepanjang guru menerangkan pelajaran, aku hanya melamun tak karuan. Kemunculan nya membuat pikiran ku kacau dan membuat ku bertanya-tanya, mengapa dia kembali? apa alasan dia meninggalkan ku dulu? kepala ku hampir saja meledak karena nya.
Ku lupakan ia sejenak, fokusku ku kembali ke pelajaran, yaa walaupun aku merasa bosan dengan pelajaran hari ini. Ku miringkan kepalaku ke atas meja, lalu ku pejamkan mataku untuk menghilangkan rasa kantuk. Karena aku duduk paling belakang, jadi guru tak terlalu memperhatikanku.
" Pelajaran hari ini selesai, kita lanjutkan Minggu depan. Selamat menikmati hari libur " Ucap Guru seraya pergi meninggalkan kelas. " Angel, huii Njel. Hisss dasar tukang tidur " Ucap Vina membangunkan ku. Aku mengucek mataku sambil menguap. " Apaan? ganggu aja " Sahutku ketus. " Malam Minggu ni ada acara gak? " Tanya Ziah bersamaan dengan yang lainnya. " Rebahan is my life " Jawabku seraya memejamkan mata. " Dasar tukang tidur " Ketus Eriska. " Bodo " Singkat ku.
Mereka beranjak pergi dari tempat ku menuju kantin. Aku tak menanggapi mereka dan asik melanjutkan mimpiku. Tring... satu pesan masuk, " Aisshhh jinjah mengganggu saja " Gumam ku seraya melihat isi pesan itu. Nanti aku tunggu di depan gerbang sekolah
Sontak aku terbangun dari tidurku setelah melihat isi pesan singkat dari Wisnu. Aku senyum-senyum sendiri seperti orang gila, dari arah pintu masuk kelas Ziah dan yang lainnya melihatku sambil geleng-geleng kepala. " Apa liat-liat!!" Teriakku kepada mereka. Mereka hanya memberi lubang hidungnya kepadaku dari jauh sambil tertawa. Aku mengabaikan tingkah konyol mereka, dan segera membalas pesan itu, Oke sip.
Bel pulang berbunyi, aku mati kegirangan karena pasalnya dari tadi aku menunggu waktu pulang. Maklumlah namanya juga lagi kasmaran hehe. Aku memasukkan semua buku-buku ku lalu bergegas turun ke bawah. " Woii Njel, giliran pulang aja no satu " Teriak Eriska. Aku tak menanggapi teriakannya, yang ku pikirkan sekarang adalah jantungku yang tak hentinya berdetak kencang. Ku cepat kan langkahku menuju gerbang, dan dari jauh pun sudah bisa kulihat wajah tampan itu. Semakin ku percepat langkahku untuk mendekati nya. Aku menyentuh lengannya dengan menggunakan jari telunjukku. Sontak saja dia terkejut melihat aku yang sudah berada di dekatnya, aku pun tersenyum kepadanya. " Aku boleh naik kan? " Tanyaku ragu. " Jalan saja " Sahutnya pelan nyaris tak terdengar. " Ha? " Tanyaku lagi, karena aku benar-benar tak mendengar jawabannya. " Naiklah " Singkatnya. Mendengar jawabannya aku pun tersenyum dan langsung naik ke atas motor miliknya.
Sepanjang perjalanan menuju kos, aku diam seribu bahasa. Tak tahu harus ngomong apa, dan tak punya topik pembicaraan. Ku tarik napas ku dalam dan ku beranikan diri untuk memulai obrolan duluan. " Kau ada acara malam ini? " Belum sempat aku berbicara dia sudah bertanya duluan. " Ha acara? hmm sepertinya tak ada " Jawabku gugup. Lama sekali tak ada jawaban dan akhirnya dia bertanya lagi " Nanti malam bisa menemaniku ? " Tanyanya lagi.
" Kemana? " Dan tak terasa sudah sampai di depan pagar kos ku. " Nanti malam aku jemput " Sahutnya seraya pergi dari hadapanku. " Ehh maka... " Belum sempat aku mengucapkan terima kasih dia sudah pergi duluan.
Aku bergegas menuju ke kamar, dan seperti biasa sesampainya di kamar aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur yang empuk. Nanti malam pakai baju apa? aduhh gak punya baju lagi, gimana ni! ( Padahal bajunya banyak :v dasar cewek ).
Tin... " Eh dia sudah datang " Ucapku seraya berlari ke bawah. Dia menatapku tanpa ekspresi apapun, lalu mengisyaratkan untuk naik ke atas motor miliknya. Kami berkeliling Kota Bandung yang indah saat malam dengan lampu-lampu kota. Kami pun turun di sebuah jembatan yang biasanya dikunjungi oleh wisatawan, berjalan kaki sambil menikmati pemandangan malam dan meminum thai tea coklat karamel yang tadi sudah di pesan oleh Wisnu.
" Wuaahh bagusnya pemandangan malam Kota Bandung, tolong fotoin aku dong " Ucapku sambil memberikan hp milikku. " Narsis " Gumam nya. Aku hanya tertawa saat dia menggeleng-gelengkan kepalanya. " Satu, dua, tiga " cekrek
" Makasih, kau mau ku fotoin? " Tanyaku sambil menyeruput Thai tea. " Gak, makasih " Sahutnya membuang muka. Kami berjalan sambil menikmati mobil dan motor berlalu lalang. " Bagus kan pemandangan nya " Aku melirik ke arahnya sambil tersenyum lebar. Dia pun juga menatap wajahku seraya tersenyum tipis. " Kata-katamu di kereta kemarin belum selesai, sebenarnya kau mau ngomong apa? " Tanyanya. Hmmm waktu itu? ahhh itukan batinku. " Ah itu, anu ah waktu itu Aduh mati kutu deh ah itu " Aku seketika gagap. " Apa? " tanyanya lagi.
" Sebenarnya aaa...aku, aku su..suka padamu " Jawabku tersipu malu dan menundukkan kepala.
Bersambung....
🍁🍁🍁🍁🍁
Jeng jeng akhirnya terungkap deh hahaha. Yuks pantau terus next episode ya :3
Jangan lupa Like, komen, dan vote
love u all and g.night 🖤🖤🤗