
~SAAT BERSAMAMU, BUATLAH AKU LUPA BAHWA AKU PERNAH TERSAKITI~
Setelah pusing dengan Uji otak, saatnya santai menikmati libur yang cukup panjang. Merebahkan diri di kamar, lalu santai tanpa memikirkan pelajaran.
Paling yang harus dipikirkan sekarang adalah Kuliah. Setelah menikmati libur, sepertinya otak harus di uji kembali dengan menyiapkan seluruh persyaratannya.
" Hufttt... enaknya libur " Gumamku memejamkan mata
Drrt...Drttt
Kepada seluruh Siswa-siswi untuk segera menuju sekolah sekarang juga, untuk menandatangani surat kelulusan, Terimakasih.
" Aduh baru mau ngerasain libur, malah disuruh ke sekolahan CK! " Gerutu ku.
Aku bersiap untuk berangkat ke sekolah, dengan menggunakan jilbab hitam, baju salur hitam putih dan Rok hitam. Ditambah sedikit lipcream dan polesan bedak.
" Waktunya berangkat "
Disepanjang perjalanan aku seperti seorang selebriti saja, semua mata tertuju kepadaku dengan berbagai macam ekspresi. Ingin rasanya aku tertawa keras melihat ekspresi wajah salah satu dari mereka yang melongo.
Tahan Njel jangan sampe ketawa haha, Batinku menahan.
Aku tetap anggun berjalan seraya membalas senyuman orang-orang disekitar ku. Hanya butuh waktu 8 menit untuk sampai ke sekolah.
Yupss sampai di depan gerbang sekolah, para adik kelas yang cowok menjegal langkahku. " Hei kakak cantik, bagi no hp dong " Jail nya.
Aku hanya tersenyum lalu pergi meninggalkannya. " Ih kakak sombong, kak minta dong " Lagi-lagi mereka bertingkah. Ingin rasanya ku teriak di telinganya " Woii Vangke! Coba jangan ganggu! ni orang kayaknya minta di makan! "
" Maaf ya dek, kakak mau ke ruang guru dulu nanti kakak kasih "
" Benar ya kak, jangan bohong " Aku hanya mengangguk pelan. " Eh kakak udah punya pacar belum? " Tanya salah satu dari mereka. " Pasti belum kan? Sama aku aja kak, sayang lah kalau gak diajak pacaran sama aku, apalagi orang ganteng kayak aku kak, susah orang dapatnya " Pedenya.
Batinku " Pede banget ya ampun, kayaknya tadi pagi dia salah makan deh, kayaknya di rumah gak punya kaca ni orang, atau kalau ngaca kacanya suka pecah "
Dari arah belakang suara klakson motor yang membisingkan telinga. Ku toleh sedikit ke belakang, rasanya tak asing bagiku.
Dan benar dia adalah Wisnu dengan ekspresi wajah yang sangar dan menakutkan bak singa kelaparan.
" Naik yang " Ajaknya didepan adik kelas. Sontak aku kaget atas tingkahnya dan tanpa pikir panjang, aku langsung naik ke atas motornya.
Jadi bahan omongan netijen lagi deh. Mereka tercengang dengan omongan Wisnu tadi yang memanggilku dengan sebutan " Yang " Aku sih bahagia sekali pastinya.
" Muka kamu kenapa yang? " Tanyaku heran. " Gak papa " Sahutnya singkat. " Ehem!! kayaknya ada yang cemburu nih " Sindir ku. " Siapa yang cemburu? " Tanyanya ragu. " Gak tau tuh, orang sana kali " jail ku menahan tawa. " Gak cemburu kok. " Kamu ngapain nanggapin mereka? "
" Emang kenapa? tadi mereka minta no hp aku sih " jelas ku lugu. " Kamu kasih? " Kok kepo sih nih orang, susah amat kayaknya tinggal bilang "iya aku cemburu" Pake tanya-tanya segala kayak orang mau lamar kerja aja.
" Kamu cemburu? " Tanyaku sekali lagi. " Hmm " Jawabnya singkat. Aku hanya tersenyum mendengar jawaban darinya. " Maaf ya sayang udah bikin kamu cemburu haha " Tawaku lepas seketika. " Gak lucu yang " Sahutnya.
Selesai menandatangani surat kelulusan, ku berencana ingin siap-siap pulang kampung. " Yang kayaknya sore ini aku mau pulang kampung ke Solo" jelas ku. " Harus hari ini? katanya mau full time bareng aku? besok aja ya yang "
Hampir lupa kalau hari ini full time sama dia. " Ya udah hari ini kita nonton ya di bioskop " Ajak ku. " Siaapp bossku "
08.00 - 14.00 WIB•
Ku habiskan waktu bersamanya, nyatanya bosan juga tapi inilah cara untuk memperbaiki semuanya. Perlahan tapi pasti, sifat yang amat aku benci akhirnya luntur seketika. Ku harap jangan ada lagi kata
" Melepas " dan " kehilangan " diantara aku dan dia.
🍁🍁🍁🍁🍁
Bersambung.....
Yuhuu lagi kasmaran nih. Yuks pantau terus next episode nya. Jangan cuman baca dong reader :( tapi like komen and vote juga yaa 🤗 🖤 terimakasih
lupyu and see u