Geng Motor And School

Geng Motor And School
Bet life vs goodfrees



Di sebuah jalan yang sepi, ada dua kelompok remaja saling berhadapan. Geng Bet Life di sebelah Utara sedang kan geng goodfrees sebelah selatan. Mereka saling menatap dengan sengit. Vino dan Leon yang merupakan ketua dari geng masing masing berdiri paling depan.


"BURUAN OI SEBELUM DATANG KUNTILANAK". Ucap Dino yang mengendik ngeri dengan tempat yang akan mereka untuk melawan geng goodfrees, soalnya tempat tersebut kurang cahaya banyak pohon beringin dan pohon Cemara, seharusnya tempat ini terang karena ada cahaya bulan namun kini gelap karena cahaya bulan terhalang oleh pohon.


"Ck' diam loh ah". decak sebal Gilang


"Gue takut gila, tempat nya seram amat dah! gak ada cahaya nya, kek cinta yang ku yang tak terbalas oleh mu". Ujarnya sambil membuat ekspresi sedih


"Lampu nya disco disco vares". Ucap Andi yang memperhatikan lampu nya mati hidup, mati hidup.


Vares mengeluarkan solatip di saku jaket hitam nya yang berlambang bet life."Diam apa Mulut kalian gue lakban". kata vares dengan tatapan tajam kearah Dino dan Andi.


Andi dan Dino menatap vares bergidik."Ini lebih ngeri dah dari kuntilanak". gumam mereka di dalam hati."Enggak-enggak". Ucapnya sambil Mereka mengeleng kepalanya


"BET LIFE!!"


Seruan kencang dari vino itu menandakan bahwa pertarungan telah di mulai. Alvares, Gilang, Andi, Dino yang tadi sempat bercanda kini berubah serius dan berlari arah kedepan untuk melakukan penyerangan


Anggota inti Geng Bet Life dan geng goodfrees bercampur menjadi satu dan saling membantai satu sama lain. Dengan tubuh yang berbalut jaket kebanggaan masing masing, dua geng motor yang berjumlah 26-26 orang itu saling beradu kemampuan untuk membuktikan siapa yang menang.


"Makan tuhh enak pukulan gue". Ucap andi sambil membanggakan diri sendiri karena telah memukul wajah dari anggota good frees dengan kuat sampai di ujung bibirnya mengeluarkan darah.


Ujung bibir Bimo Yang mengeluarkan darah karena pukulan kuat dari Andi anggota inti Geng Bet Life kini mengelap ujung bibirnya mengunakan jari jempolnya dan menatap tajam ke arah Andi dan menendang perut Andi dengan kuat sampai tersungkur ke tanah.


"Andiiii". Pekik Dino yang jarang nya gak berapa jauh dari andi, Dino mau menghampiri Andi lagipun lawan nya sudah tersungkur ke tanah sambil meringis kesakitan di area selangkang nya, dan gak terduga dari arah belakang dino ada seorang membawa balok yang hendak memukul.


"Awass Dino". pekik Gilang melihat Dino yang hendak di pukul mengunakan balok. Mendengar teriakkan Gilang, Dino pun membalikkan badannya kebelakang dan matanya membelalakkan karena beberapa jengkal lagi balok itu akan mengenai tubuhnya.


Namun balok itu belum mengenainya, karena ada Alvares menahannya."Uhh selamat". Ucapnya lega.


Vares menghempaskan balok itu dengan kuat, sampai balok itu terlepas dari tangan musuh, tanpa aba-aba vares menendang wajah musuh nya itu dengan kuat sampai kepalanya temperlanting ke aspal sampai mengeluarkan banyak darah.


"Bagus Alvares". Puji vino yang masih fokus dengan Leon ketua geng goodfrees yang sudah babak belur di hantam oleh vino namun cowok itu masih aja bisa berdiri dan melawan vino.


Alvares menghampiri Andi dan maju melawan Bimo, cowok tu menyepak perutnya hingga Bimo mundur beberapa langkah. Bimo pun melayangkan pukulan kearah Alvares, namun Alvares berhasil menangkis nya, dan memutar tangan Bimo sampai Bimo teriak kesakitan dan menyepak badan nya sampai badan terhempas kuat ke aspal sampai di wajah nya mengeluarkan darah.


Gilang sudah siap melawan musuhnya hingga musuhnya Sampai patah kaki karena kakinya di injak kuat oleh gilang. Cowok tu pun menghampiri Alvares dan tos tangan.


Begitu juga dengan vino ia sudah membuat Leon ketua geng goodfrees pingsan dan sampai kepala belakang nya bocor sampai begitu banyak mengeluarkan darah hingga pingsan, goodfrees pun kabur dan membopong tubuh Leon ketua geng mereka.


"Banci lu pada, lawan bawa-bawa senjata, abistu sama ae ujung nya kalian juga yang kalah". Teriak gilang sambil terbahak-bahak.


"Huhu... Kalah! nantik sampai rumah jangan sampai nanggis ya?, jangan sampai juga ngadu ke emak! emak aku kalah tadii". Ejek Dino dengan ekspresi meledek. Tawa mereka pun pecah mendengar ledekan Dino terhadap geng goodfrees.


"Benar tuu Dino jangan sampai maknya bawa pisau pula untuk lawan ke kita dahlah di mutilasi kita" . Sambung Andi tawa mereka pun tertawa lepas.


...----------------...


"Kamu cantik sekali mau gak jadi cintaku". Rayu Andi pada perawat mengobati luka nya, perawat itu tersenyum malu malu."Kamu bisa aja". Balas perawat itu dan tanpa sengaja menekan kuat dengan kapas yang dibasahi alkohol obat, sampai andi meringis kesakitan."aaaa ad.u.u.uh a.du..duuh sa-kit". Ringgis nya kesakitan.


"Aduuh maaf-maaf". Ucap perawat itu. Namun bukan di hilangin rasa sakit malah tambah lagi rasa sakit nya namun ini lebih sakit dari sebelumnya."Am...pu..nnn ga..k lagi". Teriaknya sambil menarik tangan nya dari perawat mengobati luka nya.


"Lebih kuat lagi suster tekan lukanya, siapa tau mati dia". Seru Dino


"Enak aja, gue belum pengen cepat mati pengen nikah dulu abis Tu buat anak sampai seratus ronde". Bilang Andi yang terima dengan perkataan dino


"Gila sampai seratus ronde yang ada anak lu gak jadi jadi kecebong, soalnya istri lo dah tewas duluan". tawa mereka pun pecah


"Lagi pun, gaak ada yang mau cewek nikah sama cowok kek lu dah buriq kere lagi, cita-cita nya pengen punya istri spek bidadari boro boro bidadari kuntilanak sama lu aja gak mau". ejek Dino.


Semua orang yang di markas tertawa terbahak bahak semua, begitu juga dengan para suster itu, kecuali satu orang ialah Alvares dia hanya mengeleng kepalanya melihat tingkah laku mereka dan cuman dia sendiri di gak di obati lukanya katanya ia bisa mengobati luka nya sendiri dirumah tanpa perlu bantuan di obati para perawat/suster yang di panggil vino itu ntah kenapa dia gak pengen di obati para perawat itu.


Muka Andi jadi merah padam menahan amarahnya kesal dengan Dino, emang benar sih perkataan nya tapi tidak buruk kali sekali! apa yang di bilang Dino.


"Mancam lu gak aja Dino, lu sama Andi kan sebelas dua belas adik kakak". Seru Gilang sambil menaikkan alisnya.


"ck' ogah gue punya saudara kek Dino". decak sebal Andi


"Dihh amit-amit gue punya saudara kek Andi, mending andi gue jadiin babu aja dari pada saudara". Cibir Dino


"Apa lu bilang dinosaurus". Emosi Andi sudah di ubun-ubun pengen rasanya menampol kawannya itu.


"Sudah-sudah gausah Berantem lagi! mending kita bubar dah jam 3 pagi". Ucap vino melerai pertikaian antara Andi dan Dino.


Mereka pun menatap jam yang berada dalam markas geng Bet Life sudah menuju pukul jam tiga pagi!. Mereka pun bubar menuju pulang kerumah masing masing.


Alvares sampai di rumah mewah milik orang tuanya, ia memparkir kan motor sport di garasi, cowok tu pun masuk kedalam rumah mewah milik orang tuanya. Saat menaiki tangga ada suara bariton seseorang dari belakang nya yang memanggil namanya.


"ALVARES". Panggil seorang pria paruh baya dengan suara begitu melengar di rumah besar itu. Alvares memenjam kan matanya sejenak dah menghirup udara yang terasa seakan menepis dan membalikkan badannya kebelakang dimana papanya berada.


"Darimana aja kamu". Tanyak dengan nada tinggi


cowok tu menghembuskan nafas dengan berat."Pergi tawuran". Katanya dengan santai


Plak


Tamparan cukup keras mengenai pipi Alvares sampai ujung bibirnya sobek dan mengeluarkan banyak darah. cowok tu mengelap darah bibirnya dengan punggung tangannya.


"Udah papa bilang jangan ikutan hal yang gak berguna seperti itu! kamu itu akan menjadi satu-satunya penerus perusahaan company lergan, jangan sampai kamu ikutan hal seperti itu bisa membuat malu keluarga!". Bentaknya


Alvares langsung menaikin tangga menuju lantai atas di mana kamarnya berada, sampai Teriakan papanya memanggil nya dan ancaman ia tidak pedulikan. Sekarang ia butuhkan merebahkan tubuhnya ke kasur nya ia dah cukup lelah hari ini apalagi harus mendengar marahan papa nya!.


ia membuka handle pintu kamar nya, dan menuju ke kamar mandi dan menghidupkan shower, dan betapa banyak darah mengalir di badannya akibat tawuran melawan goodfrees, cukup dalam lukanya akibat terkena pisau, anggota Geng Bet Life tidak menyadari jika Alvares terluka parah, cowok itu menutupi dan menahan rasa sakit bagian tubuhnya, di depan anggota geng Bet Life ia tidak pengen lia lemah dihapadan temannya. Cowok tu menutup matanya, merasakan begitu perih luka nya apalagi langsung terkenak air sungguh sangat perih.