Geng Motor And School

Geng Motor And School
Modus



Jantung Keisha berdentang lebih kencang dari pada sebelumnya, ia sangat deg degan karena Alvares sangat begitu dekat nya. Pahatan wajah Alvares yang sempurna terlihat jelas.


Alvares tersenyum simpul melihat Keisha memejamkan matanya. Alvares pun berdiri tegak dan menyentil dahi Keisha. Merasa sakit di dahinya ia pun membuka matanya dan mengusap dahinya terasa sakit.


"Ck' siapa sih sentil dahi gue". Berdecak kesal Keisha sambil mengusap dahinya terasa sakit.


"Mikir apa Lo". Tanyak Alvares. Yang Melihat tadi Keisha memenjam kan matanya seperti memikirkan sesuatu.


Keisha menatap Alvares yang berdiri di hadapan. "Bukannya lu tadi kek mau cium aku". Ketus Keisha dan terus mengatup bibir nya dengan tangan nya


"Tadi Lo mikir gue mau cium Lo gitu". Ucap Alvares sambil menaikkan alisnya.


"Gak ada, siapa juga yang mikir kayak gitu". ketus Keisha gak terima apa Alvares ucapkan padahal ia tadi memikirkan apa yang di bilang Alvares, kalau Alvares mau cium Keisha.


Keisha yang merasa malu perkataan nya tadi, ia pun ingin bertanya kenapa Alvares kenapa mendekati nya.


"Tadi Lo ngapain dekat dekat gue". Tanyak ketus Keisha.


Alvares mengerutkan dahinya mendengar perkataan Keisha.


"Lo gausah pura pura gak tau bego". Ucap Keisha kesal. Melihat Alvares yang pura pura gak tau kalau ia tadi mencoba mendekati Keisha.


Alvares terkekeh pelan melihat Keisha yang sudah emosi menghadapinya.


"Tadi di rambut kamu ada daun layu". Ucap Alvares santai dan duduk bersebelahan dengan Keisha.


"Alah modus bilang aja lu mau deketin Gue". Ketus Keisha melihat Alvares yang duduk bersebelahan dengan dirinya.


"Siapa yang modus emang benaran kok". Balas Alvares. Tadi emang benaran di rambut Keisha ada daun layu, Alvares mendekati Keisha karena mengambil daun layu di rambut Keisha yang terurai.


"Gausah bohong Lo". Ucap Keisha yang gak terima Alvares cuman bilang mengambil daun layu di rambutnya, Keisha ingin tahu lebih dari pada pada maksud Alvares mengambil daun layu di rambutnya, padahal emang kenyataan Alvares cuman ambil daun layu di rambutnya.


Alvares menghela nafas panjang dan menatap Keisha." Terus Lo pengen gue bilang lebih dari pada sekedar ambil daun layu pas deketin lo tadi". Ucap Alvares


"Hei Alvares". Panggil dina melihat Alvares yang sedang duduk bersebelahan dengan keisha. Dina berjalan mendekati mereka.


Dua orang yang berbeda jenis itu mengalihkan pandangan dimana Suara tersebut berada.


"Apa kabar Alvares". Tanyak Dina yang sudah di berada tempat mereka.


Alvares kembali kepada muka datar nya dan sifat nya yang dinginnya."Baik". Balas datar Alvares.


Dina tersenyum kecut melihat balasan Alvares yang begitu dingin kepadanya. Di belakang Dina ada beberapa orang berjalan mendekati mereka juga.


"Keisha". Panggil antusias Gilang sambil berjalan menghampiri mereka disusul oleh neha, Vino, Andi, Dino.


Mereka menatap malas melihat Gilang yang berusaha mendekati Keisha."Mulai dah itu anak goblok". Ucap Dino menatap Gilang yang begitu senang berdekatan dengan Keisha. Vino hanya cuek melihat mereka.


"Sha gue kangen banget sama Lo, kalau Lo kangen gak sama gue". Tanyak Gilang sambil memainkan alisnya. Alvares mendengar penuturan Gilang merasa seperti gak suka mendengar nya.


"Gue gak". balas Keisha membuat senyum dari Gilang luntur dan dapat tawaan dari Andi dan dino.


"Ayoo pulang". Ajak vino melihat jam pergelangan tangan nya dan menuju waktu makan siang.


Semua mengangguk kepala dan hendak pergi dari taman. Namun mereka berhenti mendengar Gilang ingin ikut kerumah vino.


"Vino gue ikut kerumah lu ya". Tanyak Gilang melihat punggung vino, yang tadi vino berjalan kini berhenti mendengar Gilang memanggil nya. Vino pun membalikkan badannya menghadap gilang.


Vino mengerutkan dahinya dan melihat kearah Keisha. Keisha mengangkat bahunya acuh. Vino mengehela nafas panjang melihat Gilang yang seperti memohon kepada nya.


"Boleh". Balas vino sambil tersenyum simpul. Gilang dengan perasaan senang mengikuti vino dan keisha.


Sedangkan neha dan Dina minta ikut juga namun di tolak mentah-mentah. Tapi tidak membuat mereka patah semangat, dan mereka minta izin ke vino dan vino mengizinkan nya melihat mereka sampai bermohon mohon sampai orang berlalu-lalang melihat mereka.


Dan terakhir semuanya ikut kerumah vino tapi, nantik malam sambil buat acara bakar bakar ikan. Alvares gak ikut karena dia ada urusan keluarga, sebenarnya ia ingin ikut tapi keadaan yang memaksa nya gak boleh ikut.