
Tiba-tiba ada seseorang yang sedang mengendarai Honda Scoopy dengan berlawanan arah. Dengan spontan Alvares menginjak rem. Motornya pun berhenti dengan dadakan. Cowok itu pun mendongak melihat siapa yang membawa motor dengan berlawanan arah. Ia pun dapat melihat di balik helm full facenya kalau seseorang itu.
"Bella" Gumam Alvares mengerutkan dahinya heran.
"Hufft untuk selamat" Bella bernapas lega, kirain dirinya bakal ketabrak ternyata tidak.
Alvares yang tidak ingin berlama-lama di situ. Lagipun banyak terdengar suara kendaraan yang mengklason dari arah belakangnya. Dengan cepat cowok itu menarik gasnya kembali.
Bella melihat cowok yang hampir dia tabrak, pergi begitu saja.
"Kayak kenal tu cowok. Tapi siapa ya!" Bella bergumam dalam hati dengan tatapan menatap motor cowok itu yang sudah menjauh.
"Tolong mbak jangan berhenti di tengah jalan" Pekik salah satu orang pengendara motor merasa kesal melihat seorang gadis berhenti di tengah jalan. Bikin menganggu orang lewat saja.
Dengan kesal Bella kembali menyalakan motor nya. Dan langsung pergi dari tempat itu juga.
Alvares menatap sekitar jalan raya. Sial dia kehilangan jejak. Tak butuh waktu lama, ia dapat melihat kembali dari punggungnya seperti Keisha. Ia pun mengikuti motor itu dari belakang.
"Ryan kita mau kemana sih" Celoteh keisha yang dari tadi mereka asik jalan mulu tidak ada berhentinya. Berhenti pun karena kehabisan bensin.
"Sabar Keisha bentar lagi sampai kok" Balas Ryan sembari tersenyum di balik helm full face nya.
Gak butuh waktu lama mereka pun sampai di sebuah restoran mewah yang berada dekat pantai.
"Restauran seafood" Gumam Keisha mengerutkan dahinya heran.
"Iya restauran seafood emang kenapa" Ujar Ryan sembari melentakan helm full face nya di atas tangki minyak motor ninjanya.
"Gak ada apa-apa sih," Jawab jutek Keisha.
"Yaudah yuk masuk" Ryan menggenggam tangan Keisha sembari berjalan masuk kedalam restauran seafood itu.
Keisha yang di genggam tangannya, merasa risih. Ia pun menghempaskan tangan cowok itu.
"Gausah pengang-pengang" Ucap ketus Keisha yang tidak suka tangannya di pengang sama cowok yang bukan status siapa-siapa dirinya.
Ryan mengusap tengkuknya. "Upss sorry" Ucapnya seraya menyengir. Membuat Keisha melihatnya memutar bola matanya malas.
"Duduk di mana ni kita masa berdiri terus kita disini" Ujar Keisha yang mulai jengah.
"Ouh iya, kita duduk di.... situ" Ryan menunjukkan salah satu meja kosong dekat dengan jendela restauran. Keisha pun manggut-manggut kepalanya, lalu langsung pergi di tempat meja kosong itu berada.
"Kamu mau pesan apa," Tanya Ryan yang sekarang mereka sudah duduk di tempat meja kosong itu sembari memegang buku menu.
"Apa-apa aja deh yang penting enak" Sahut Keisha malas.
Ryan pun mengangguk kepalanya, "Mbak pesan minuman orange dua, sama cumi raksasa yang berkuah dua mbak" Para pelayan itu pun mencatat apa yang di pesan pelanggannya.
"Ada lagi tuan, nona?" Tanya pelayan itu adakah yang mereka ingin pesan lagi.
Tanpa sedari tadi, Alvares menatap mereka berdua dari kejauhan dengan tatapan yang susah di tebak.
"Emangnya Lo ngajak aku kesini buat ngapain sih" Tanya Keisha yang menanyakan tujuan awal mereka pergi kesini.
"Ada yang ingin sesuatu yang ingin aku ingin sampaikan," Ucap Ryan dengan raut wajah terlihat serius.
"Ingin sampaikan sesuatu apa! cepat Jangan lama-lama" Balas Keisha ketus, cewek itu tidak ingin berlama-lama di situ. Karena takut tiba-tiba ada seseorang yang kenal dengannya. Dan mengadu kepada pacarnya bahwa dirinya berjalan sama cowok lain. Padahal tidak ada satupun orang tau kalau dirinya sudah punya pacar. Apalagi pacarnya itu Alvares.
Ryan tertawa kecil menatap Keisha yang begitu cantik di matanya. "Lo memang cantik banget ya Keisha" Puji Ryan dengan tatapan mendambakan.
Keisha yang di puji hanya diam saja.
"Jadi?.." Keisha menaikan alisnya.
"Jadi kamu mau gak jadi pacar aku" Ujar Ryan menatap manik Keisha.
Keisha yang mendengarnya mendadak otaknya jadi lemot. "Hah maksudnya?"
Ryan yang melihat wajah Keisha seperti orang kebingungan. Kembali tertawa, kini suara tawa lumayan besar. Sampai pandangan orang yang berada di restauran menatap mereka dengan tatapan sulit di artikan.
"Cih jangan ketawa gue serius ini! Lo tadi bilang apa coba ulangi sekali lagi" Pinta Keisha yang minta di ulang ucapan cowok itu tadi.
Ryan pun berhenti tertawa dan kembali dengan eskpresi seriusnya "Gue suka sama Lo, mau gak jadi pa-"
Bugh
Sebelum menyelesaikan perkataannya, sudah ada seorang remaja yang terlihat tampan. Menyepak kursi Ryan hingga membuat cowok itu tersungkur ke lantai.
"Bangun Lo" Titah Alvares dengan wajah merah padam. Kini cowok itu sangat marah setelah mendengar seorang cowok yang menyatakan cintanya kepada kekasihnya.
Ryan mendongak siapa yang berani menyepak kursinya hingga dirinya terjatuh.
"Alvares" Bola mata Ryan membulat sempurna.
"Bangun Lo, bangun! gue bilang bangun-bangun" Alvares menarik kerah kemeja Ryan. Dan mulai melayangkan pukulan di wajah cowok itu.
Wajah Ryan terasa nyeri mendapatkan pukulan kuat di wajahnya. Ia pun tidak mau kalah. Ryan pun melayangkan tinjunya. Namun segera di tangkis oleh Alvares. Dan melemparkan pukulannya kembali di bagian perut Ryan.
Semua berteriak histeris melihat pertengkaran anak muda itu. Keisha menutup mulutnya, melihat Alvares yang terlihat begitu sangat marah.
"Ngapain Lo nyantain cinta ke dia hah" Alvares menarik kerah kemeja Ryan dan menggoyang nya.
"Apa urusan Lo, kalau gue nyantain cinta ke dia" Tanya Ryan dengan suara meninggi. Kini wajah cowok itu di buat babak belur oleh Alvares.
"Apa urusan gue! dia itu pacar gue"