Geng Motor And School

Geng Motor And School
Malu di tempat pertandingan basket



"Sebentar lagi pertandingan basket nya segara di mulai. Persiapkan diri diri kalian masing-masing." Instruksi dari pelatih SMA high school teladan. Membuat para peserta yang ikut pertandingan basket yang tadi duduk dan bersantai santai. Sekarang kini mulai bersemangat untuk bertanding.


Keisha berjalan-jalan dengan langkah yang cepat. Dan tidak sengaja ia menubruk punggung seseorang cowok yang badannya berbalut baju basket.


Brukk


"Duuuh." Ringgis nya kesakitan di dahinya seraya mengusap dahinya dengan tangan. Karena ada seseorang yang menubruk punggung nya. Sang empunya tu pun membalikkan badannya. Pada pandangan pertama cowok itu langsung terpaku melihat kecantikan Keisha sekaligus jantung nya berdebar kencang.


"Maaf maaf saya tidak sengaja. Kamu gak papa kan" Tidak ada respon dari cowok itu. Sehingga Keisha mulai sedikit meninggi kan suaranya.


"Kamu gak papa kan."


Lamunan cowok badan berbalut baju basket itu pun buyar. "Ouh- yah gak pa pa." Ucapnya dengan terbata-bata. "Kamu".


"Saya gak papa. Maaf yah sudah menabrak punggung kamu". Ucap Keisha dengan rasa bersalah.


"Ouhh gak papa. Santai aja lagi pun gak ada yang luka kan." Balas cowok itu dengan sembari tersenyum


"I-ya".


"Oi Ryan. Kemana aja sih lu. Pertandingan nya mau mulai itu." Suara bariton terdengar dari belakang. Sehingga cowok yang badan nya berbalut baju basket menoleh kebelakang tepat di mana orang yang memanggil nya. Keisha memiringkan kepalanya melihat siapa orang yang telah memanggil cowok yang di depan nya ini.


Sama seperti hal dengan nya baju basket berbalut di badannya menghampiri nya."Yuk. dah mau mulai ni pertandingan basket nya." Ajak Cowok itu bernama Arif.


Ryan pun mengangguk sebagai jawaban. "Saya pergi dulu ya." Pamit Ryan kepada Keisha.


"Iyahh." Balas Keisha dengan tersenyum canggung.


Arif tidak menyadari kalau di depan nya ada Keisha. Ia telah menyadari di depan ada seorang cewek. Setelah mendengar Ryan berpamitan sama seseorang di depannya. Arif pun langsung kagum dengan cewek di depannya.


Arif menyenggol lengan Ryan."Siapa tu cewek. Pacar Lo, kok gak pernah lu kenalin sama gue." Tanyak Arif kepo dengan cewek cantik di depan.


"Bukan." Yang menjawab pertanyaan Arif bukanlah Ryan. Melainkan Keisha.


Arif pun mangut mangut."Kamu cantik sekali. Dah punya pacar apa belum. Kalau belum mau gak jadi pacar saya" Ryan langsung menyenggol lengan Arif dengan kasar. Arif pun langsung menatap heran kepada Ryan. Cowok tu membalas menatap tajam kepada Arif. Bahwa dirinya gak suka mendengar penuturan teman nya kepada Keisha.


Ryan pun menarik baju yang di leher Arif. Membawa ke sebuah ke ruangan yang dimana berada anak basket SMA harapan."Lu ngapain sih narik narik baju leher gue. Hampir mati kecekik tau aku." Ucap Arif kesal. Ryan pun melepaskan tangannya yang memegang baju di leher Arif.


"Sebentar lagi. Pertandingan basket nya mau mulai." Ketus Ryan.


Arif mendesah pelan. Padahal ia ingin sekali meminta tukar nomor wa sama cewek cantik tu. Namun belum ngomong apa apa sama cewek cantik itu. Sudah di tarik duluan oleh Ryan. Pikiran Ryan berkelana dengan wanita cantik yang telah menubruk punggungnya. Dan ntah kenapa jantung nya berdetak lebih kencang melihat cewek itu.


****


Para cewek tidak henti henti nya berteriak histeris. Sungguh cowok yang bertanding basket harini tampan nya seperti oppa Korea.


Wasit berdiri tengah di antara SMA high school teladan yang di sebelah kanannya. Dan sebelah kirinya SMA harapan.


"Gila.. tu cowok SMA school teladan Tampan banget anj."


"Gue pengen minta nomor kontak nya Anying."


"Mamanya dulu ngidam apa sih punya anak sengantenng itu."


" Ayooo Alvares Semangat...." Teriakan itu berasal dari Bella, Bianca, tilana. Mereka tidak henti hentinya berteriak memberikan dukungan kepada Alvares.


Andi menepuk pundak Alvares pelan "Gila Res. Cewek yang dukung lu banyak banget Njir. Jadi koleksi pacar buat gue bisalah." Seloroh Andi seraya memainkan alis nya.


Alvares berdecak kesal."Ambil aja." Balas nya enteng dengan wajah datar menatap ke arah lawan. Pandangan Alvares pindah ke arah Tribune. Sorot mata seperti mencari seseorang. Melihat betapa nya banyak penonton. Namun yang paling seseorang ia tunggu tunggu kehadirannya datang. Untuk hanya menonton nya bertanding basket. Sayang seseorang tidak ada di Tribune bisa di bilang seseorang itu gak datang untuk sekedar menonton.


Yang cewek makin salting sendiri. Karena melihat Alvares melihat kearah Tribune seolah Seolah menatap mereka. Padahal tidak.


Saking ribut nya membuat wasit ingin kasih instruksi tidak bisa. Bahkan wasit menghampiri ke arah panitia untuk memberikan arahan agar mereka jangan terlalu ribut.


"Pertandingan basket nya akan segera dimulai. Harap para penonton di Tribune diam. Agar nonton nya lebih te-". perkataan panitia berhenti. Karena mendengar teriakkan di atas Tribune. Seorang dua perempuan.


"Keisha...." Teriakkan Dina dan neha membuat para semua penonton mengalihkan pandangannya menatap dua orang perempuan yang sedang berteriak memanggil seseorang di bawah. Sampai para Peserta yang ikut pertandingan basket, menatap perempuan siapa yang orang dua perempuan itu panggil.


Keisha rasa nya seperti mati kutu. Sebab semua orang menatap dirinya."Dina neha b*ngke. Awas kalian berdua setelah pertandingan basket ini selesai. Ku buang kalian ke jurang buaya. Biar mampus mati kalian makan sama buaya."Umpat nya dalam hati. Malunya bukan main, rasanya ingin sekali ia menghilangkan diri di tempat itu juga. Berteriak di tempat umum bukan nya hal biasa, tapi yang ada bikin memalukan aja.


Neha dan dina cenggesan melihat para menonton yang menatap kearah nya. Sungguh mereka berdua merasa malu juga. Ntah kenapa mulut mereka asal main teriak aja di tempat ramai gini, jadi malu kan.


Para cowok dan sebagian cewek. Merasa kagum dengan Keisha yang terlihat begitu cantik hari ini dengan rambutnya terurai panjang.


Perasaan Alvares yang tadi sedikit kecewa. Kini kedua ujung bibir nya terangkat menjadi tersenyum tipis menatap kearah Keisha yang sedang malu.


" Siapa tu cewek Cantik banget."


"Di ajak kencan mau gak sih tu cewek sama gue."


"Keisha cantik banget Njir kek mirip bidadari


"inseciure gue sam tu cewek cantik banget."


"Pasti banyak banget tu cewek di nasksir para cowok."


Ryan juga tak kalah senang, rasanya ingin sekali berkenalan dengan cewek cantik itu. Dirinya begitu penasaran terhadap cewek yang baru saja menubruk punggung nya dan sudah bikin menarik perhatiannya.


...----------------...


JANGAN LUPA


LIKE


VOTE


KOMEN


Beri semangat agar authornya cepat update 🤩♥️