Geng Motor And School

Geng Motor And School
koma



Keisha duduk di samping ranjang Alvares. Ia menatap wajah tampan Alvares yang begitu pucat, di jauh di lubuk hatinya. Keisha sangat merasa bersalah, Andai aja Alvares tidak melindungi nya, pasti ini tidak terjadi pada cowok itu.


Keisha Menghela nafas dengan berat. ia menggapai tangan Alvares, dan memengang tangan Alvares yang tertancap jarum infus, di tangan nya, dan tangan cowok itu pun begitu dingin. "kamu harus kuat." Ucapnya sambil tersenyum tipis, dengan iringan satu air mata lolos dari mata keisha.


*


*


"Keisha oi." Panggil dina , Namun tidak ada sahutan. Dina menatap ke neha yang berada di sebelah nya. Neha hanya mengangkat bahunya. Dina kembali menatap Keisha yang sedang mengaduk air nya dari tadi. kini mereka berada di kantin sekolah.


"Keisha ada Alvares." Seru heboh Dina. Keisha yang mendengar ada yang sebut nama Alvares. Menjadi Celingak-celinguk.


"Tapi bohong." Sambung Dina dengan iringan tawa nya. Neha pun ikut tertawa.


Keisha melihat temannya yang sudah mempermainkan dirinya, membuat emosinya jadi menyala. "Ck' gajelas lu pada." Sentak Keisha kesal.


"Lu yang gajelas." Balas dina setelah tawa nya berhenti. Keisha mendengar nya memutar bola matanya dengan malas. Dan menyeruput air Nutrisari nya.


"Lo kenapa sih, dari tadi diam aja ada masalah at-."


"Gak ada." Pontong keisha dengan ketus, dan melanjutkan menyeruput Air Nutrisari nya.


"Bilang aja gak ada, padahal di pikiran nya, gimana ya? keadaan ayang Alvares sekarang". Tawa Dina dan neha pun pecah.


Keisha merasa marah dirinya ditertawakan. Cewek tu melempar air Nutrisari yang berada di pipetnya. Walaupun yang keluar air pipet nya cuman sedikit, nyaris membuat mereka berdua risih.


"Ihh jorok tau Keisha". Ucap barengan Dina dan neha. Air itu mengenai muka mereka.


Dari antara mereka lagi tidak ada mengeluarkan suara lagi, sampai jam istirahat selesai. Bell pun berbunyi, tiga gadis itu pun bangkit, dan berlenggang pergi menuju ke kelas. Pas saat menaikin tangga ada yang seseorang memanggil Keisha, gadis itu pun berhenti dan berbalik badan dimana berada seseorang itu berada.


"Gimana sekarang keadaan Alvares sekarang?. Apa sudah mulai membaik." Tanyak Andi sudah di depan Keisha.


Keisha menggelengkan kepala nya pelan, sebagai jawaban. Membuat Andi mengehela nafas berat. Sudah Seminggu Alvares belum sadar dari koma. Ya! Alvares kini, dikatakan koma setelah selesai melakukan operasi.


"Lo dah tau siapa pelaku, di balik semua ini." Tanyak Keisha. Siapa sebenarnya lelaki itu, dari mana asal usulnya kenapa lelaki itu sungguh kejam,. Hendak hampir mau membunuh mereka berdua, bukan hendak membunuh, lagi tapi sudah dilakukan nya. sampai Alvares yang jadi korban nya.


"Gak tau." Balas Andi. Sebenarnya ia sangat marah, melihat temannya nyaris hampir mati!, gara lelaki itu. Tapi apa mau buat lelaki itu juga lagi di rawat, dan juga mau hampir sekarat, Karena pukulan brutal vino bukan main.


"lelaki itu koma, jadi kurang tau penyebabnya nya. Kenapa sampai melakukan hal itu." Sambung Andi yang melihat kerutan di dahi Keisha.


Bahkan pihak sekolah juga sedang berusaha menyelesaikan permasalahan ini. Karena sekolah juga ikut kenak. Beberapa ruangan sekolah jadi hancur dibuat lelaki itu. Dan perkiraan mungkin aja, ada seseorang menyuruh lelaki itu untuk membunuh mereka, atau ia ingin membalas dendam atau maksud sesuatu hal yang lain. Keisha mengangguk paham. Cewek tu pun berlenggang pergi menuju kelas.


Pulang sekolah Keisha menuju kerumah sakit dimana Alvares di rawat. Cewek tu turun dari taksi dan menatap bangunan menjulang tinggi, bernama rumah sakit MEDIKA UTAMA. Keisha sudah beberapa kali datang kerumah sakit MEDIKA UTAMA, hanya ingin memastikan keadaan Alvares. Bahkan sampai menginap di rumah sakit untuk menjaga cowok itu dan merawat nya.


...----------------...


...Jangan lupa dukunganya...


...like...


...vote...


...komentar*...