
Jalanan yang Alvares lewati terlihat sepi. Tiba-tiba terdengar suara deruman motor di belakang punggungnya, membuat Alvares menoleh seketika ke arah belakang dan mendapati segerombolan anggota Geng motor tengah mengejarnya.
Ia pun menambah kecepatan lajuan motor. Dari belakang tetap saja segerombolan geng motor itu mengejarnya. Para geng motor pun berhenti tepat di depan motor Alvares seketika cowok itu rem mendadak. Dan membuatnya harus menabrak trotoar. Alvares pun turun dari motornya dan meletakkan helm full face di atas motornya.
"Lo apaan kalau mau mati bilang" Kata Alvares dengan rahang mengeras. Para anak geng motor itu menatap sinis kearah Alvares.
"Kayaknya Lo yang bakal mati harini" Balas Ryan dengan tergelak tertawa. Tanpa aba-aba cowok itu pun menghajar wajah Alvares. Namun dapat di tangkis oleh Alvares.
Alvares pun melayangkan pukulan tepat di perut Ryan, membuat cowok itu meringis kesakitan. Gak itu aja Alvares pun menyiku punggung Ryan.
Krek
Bunyi suara patah tulang pun terdengar nyaring. "Sialan." Anggota geng motor Ryan pun maju dan melawan Alvares. Alvares yang belum siap siaga pun dapat kenak pukulan di perutnya hingga Alvares mundur beberapa langkah.
Alvares pun membalas pukulan cowok itu dengan meninju rahang musuhnya yang telah menendang perutnya. Area mukanya terasa nyeri akibat pukulan kuat dari Alvares. Musuhnya itu pun melayangkan pukulan kembali kepada Alvares. Namun Alvares dapat menangkisnya, Ia pun memelintir tangan musuhnya tersebut.
Musuhnya itu pun tumbang. Kini tinggal satu orang lagi, anak geng motor bermotor yang sedang mencari masalah dengan Alvares berjumlah tiga orang. Dan ketuanya itu ada adalah Ryan.
Akibat kekalahan pertandingan bola basket. Membuat Ryan tidak terima kekalahan, dan membenci Alvares. Ia pun selalu mencari celah yang dimana Alvares sendiri dan tidak bersama Geng motor nya. Baru lah sekarang ini cowok itu sendirian dan tidak bersama anak geng motor BET LIFE. Tanpa membuang kesempatan ia akan membuat Alvares terluka .
Ajak berantemnya kayak banci. Berani lawan kalau ada kawan. Tiba sendiri keta-ketir. Lagipun perkelahian mereka tidak imbang. Soalnya Alvares sendiri sedangkan mereka bertiga. Namun begitu tidak membuat Alvares takut melawan mereka.
Ilmu beladiri Alvares lebih tinggi dari pada musuhnya. Jadi cowok itu mampu membantai mereka yang jumlahnya tiga orang. Dengan melawan mereka satu lawan satu terlebih dahulu.
Mereka yang telah di tumbangkan oleh Alvares merasa kesal. Ryan pun bangkit dan begitu juga para anggotanya. Sekarang mereka tidak melawan satu-satu lagi tapi dengan keroyok. Tiga orang itu pun bersamaan melawan Alvares. Dua anggota geng motor Ryan memengang lengan Alvares. Tanpa aba-aba Ryan pun melayangkan pukulan.
Bugh
Bugh
Bugh
Bugh
"Dasar lemah" Kata Ryan dengan tertawa sinis. Alvares tersenyum miring seraya tangan terkepal kuat mendengar perkataan Ryan. Alvares pun melayangkan pukulan telak di wajah Ryan. Ryan mengerang pelan. Pukulan yang di layangkan Alvares cukup kuat hingga sudut bibir Ryan berdarah. Cowok itu pun menendang perut Ryan hingga cowok tersungkur ke tanah.
Melihat ketuanya kenak pukulan. Salah satu anggotanya pun membalasnya. Saat melayangkan tinjuan, Alvares pun menangkisnya. Dan membalasnya dengan memukul tepat di rahang anggota Ryan tersebut.
Bugh
Bugh
Bugh
Alvares dengan nafas memburu menatap musuhnya yang sudah tumbang karena dirinya seorang. Sudut bibir Alvares berdarah. Cowok itu pun menggelap sudut bibirnya yang berdarah dengan kasar.
Sial, mereka bisa kalah dengan Alvares yang sendiri sedangkan mereka bertiga. Ryan yang sudah babak belur mengasih instruksi pada anggotanya, untuk melawan Alvares barengan.
Mereka bertiga pun kompak berdiri, dua anggota Ryan pun memengang tangan Alvares. Melihat pergerakan nya kunci Alvares pun hanya pasrah. Saat Ryan melayangkan pukulan cowok itu. Namun tangan cowok itu berhenti di udara mendengar teriakkan seseorang.
"Woi bangsat, berani melayangkan pukulan ke dia habis kalian"