
Gilang mengusap-usap tangannya yang sakit akibat di pelintir oleh Paketu-nya, Vino. Cowok itu mengehela nafas panjang sebelum, ingin membahas sesuatu yang penting.
"Anak Geng motor kunfu dark ajak tanding?" Raut wajah semua kini berubah terlihat serius.
"What, buat apa?" Celetuk Andi dengan raut wajah kaget.
"Gak habis pikir sih kalau anak kunfu dark, pengen cari masalah sama anak Geng kita" Ucap Dino santai.
"Tanding apa?" Tanya Alvares dengan ekspresi datar. Dia juga gak habis pikir dengan satu geng ini. Yang selalu cari masalah dengan Geng motor BET LIFE.
"Balap motor." Tatapan raut wajah vino terlihat serius, dan aura dingin sangat menyeruak kuat, di tubuh kokohnya.
"Vino..." Seru Nana heboh sendiri. Kini Nana berada dekat dengan berada meja perkumpulan geng motor BET LIFE. Begitu juga Kelly yang ikut turut mengikuti temannya.
Vino mencebik kesal. Raut wajah cowok itu berubah kesal, ngapain coba cewek itu kesini. Pasti mencari perhatian.
"Vinoo.. sayang dengar gak." Tidak ada respon dari vino, Nana memanggilnya lagi dengan embel-embel sayang.
Semua menahan tawanya. Kenapa gak jadian aja sih orang ni dua. Ceweknya alay sedangkan cowoknya galak. Pasangan yang serasi.
Vino pun menoleh kearah Nana dengan tatapan tajam. Muka cowok itu tampak merah karena menahan amarahnya.
"Ngapain Lo kesini" Suara yang begitu dingin begitu menusuk di pendengaran Nana. Cewek itu pun berusaha mungkin untuk tidak takut kepada Vino.
"Mau ikut nimbrung juga"
"Gak cukup kursi" Sentak Vino tajam. Kursi di meja mereka kini tidak ada lagi, semuanya sudah didudukin oleh anggotanya Vino.
"Tenang aja di meja lain kan ada kursi." Nana pun menarik kursi dari tempat meja lain. Membuat Vino mengeram kesal.
"Vin..Vin kalau dah tamat SMA ini kamu mau kemana?" Tanya Nana yang sudah menarik kursinya dan melentakan dekat dengan Vino. Sementara Kelly juga menarik salah satu kursi, dan duduk dekat dengan Alvares.
"Ke kuburan" Jawab Vino asal. Nana mendengarnya tercengang bingung.
"Ngapain ke kuburan?" Nana yang sempat bingung sekarang kembali bertanya.
"Kamu nanya?" Celetuk Andi seraya tersenyum hingga menampakkan deretan giginya.
"Kamu bertanya-tanya" Sambung Dino membuat mereka tergelak tertawa.
"Ck' gue gak nanya sama lu" Balas Nana dengan raut wajah gak suka.
"Dasar cowok jelek" Tambahnya lagi. Dino dan Andi hanya bisa menggerutu dalam hati, mancam Lo cantik aja.
"Vinoo aku haus." Ucap Nana dengan manja.
Vino bergedik ngeri melihat cewek yang alay satu ini.
"Air got banyak, ambil aja gratis" Kata Vino membuat para anggotanya tergelak tertawa.
Kelly tertawa. Langsung dapat tatapan tajam dari Nana. Sehingga menelan saliva-nya dengan susah payah.
"Iiih vino..." Nana bergelayut manja di lengan Vino. Vino pun segera menghempas tangan Nana yang berada di lengannya.
"Ini pasti minum kamu" Nana yang melihat di depan vino gelas yang berisi jus. Ia pun segera menyeruput jus itu.
"Heii... jangan minum" Nana pun menghentikan menyeruput jusnya.
"Kenapa," tanyanya seraya menaikkan alisnya, tanpa menunggu jawaban. Nana pun melanjutkan menyeruput jusnya itu hingga habis.
"Itu punya gue" Seru Andi kesal melihat jusnya di minum oleh cewek yang dirinya belum terlalu kenal dengan cewek itu.
Byurr..
Air jus yang di dalam mulut Nana pun, Keluar. Dan tersembur di wajah Alvares.