
"Vino jalannya jangan cepat-cepat" Pinta Nana sambil berjalan sejajar dengan cowok itu. Namun vino tidak menggubris ucapan Nana yang memintanya tidak suruh jalan cepat-cepat. Tali sepatu Nana yang memang awal tidak terikat sontak ia terinjak dengan tali sepatunya. Alhasil Nana pun jatuh.
"Vino.."
Vino melihat Nana jatuh, berhasil menangkap cewek itu. Mereka pun saling menatap dengan begitu lama. "Kamu ganteng banget vino" Ucap Nana membuka suara. Cowok itu pun mendengarnya mengeryitkan dahinya heran. Dengan segera vino pun melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang dan leher cewek tersebut.
Nana sontak yang di lepaskan begitu saja. Bokongnya mendarat sempurna di lantai.
Bruk
"Aduuh" Ringis Nana kesakitan di bokongnya. Ia pun menatap pelakunya yang terlihat datar saja dan seperti merasa bersalah sedikitpun.
"Vin kamu kok gitu sih sama cewek. Sakit tau ini bokong aku" Ujar Nana yang seperti hendak nangis. Vino yang melihat ekspresi Nana mau hampir nangis tersenyum miring.
"Bodoh amat gue gak peduli" Ucap cowok itu ketus dan memutuskan melanjutkan langkahnya. Nana yang melihat cowok itu pergi meninggalkannya begitu saja tanpa meniat membantunya pun menjadi kesal.
"Iiih... Vino nyebelin. Liat aja nantik kamu bakal klepek-klepek sama Nana yang cantik ini" Ucap Nana sambil menggoyang kakinya kesal.
Para murid yang berlalu lalang di koridor menatap Nana aneh. "Apa Lo liat, mau gue gorok Lo" Ucap Nana galak pada murid yang menatapnya. Murid pun mengeleng kepalanya pelan dan berlari menuju ke kelasnya.
Nana terkenal di sekolah ini sebagai cewek galak. Dan cewek itu pun juga di sekolah merupakan bendahara Osis maupun bendahara kelasnya. Jadi siapa yang tidak membayar uang kas akan siap-siap akan kenak hukuman dengannya. Semua murid takut terhadap cewek yang galak satu ini, bernama Nagifa. Tapi beda cewek itu berhadapan sama vino yang terkenal sebagai ketua Geng motor BET LIFE.
Cowok terkenal cool itu juga banyak di sukai para cewek-cewek di sekolah ini. Tapi para cewek di sekolah ini tidak ada yang berani mendekati Vino. Karena apa Nana sudah mencap Vino sebagai pacarnya. Padahal mereka tidak punya hubungan khusus. Lagipun Nana sering mendekati cowok itu selalu menghindar darinya.
Tetapi gak papa ia akan berusaha mendapatkan hati cowok tersebut. Dengan semangat empat lima Nana pun bangkit dari duduknya yang di lantai. Terus berjalan dengan senyuman lebar menuju ke kelasnya.
Berselang beberapa menit berjalan cewek itu pun sampai di kelasnya. Nana pun berjalan mendekati kursinya yang ia duduk selama kelas 12 ini. Cewek tu pun menoleh kebelakang yang dimana ada vino yang tidak jauh duduk darinya. Nana pun mengedipkan matanya sebelah kepada vino.
"Lo kalau suka sama Nana jadian aja. Daripada Nana keburu di ambil orang ribetkan ceritanya" Ucap Gilang seperti menasihati. Vino yang mendengarnya mendelik matanya tajam.
"Mending Lo urus itu kehidupan Lo sendiri" Sentak Vino kesal. Gilang yang mendengarnya menjadi cemberut. Dia kan cuman bilang baik-baik kenapa cowok itu jadi marah kan. Gilang yang sering melihat tingkah mereka berdua. Mereka itu seakan cocok. Daripada bertengkar mulu mending jadian. Jadi dah ada kepastian bahwa cewek itu sudah jadi milik orang.
Guru pun masuk. Para murid yang sibuk main hp dan berbincang-bincang sama temannya. Kini hanya fokus pada guru.
...***...
"Alvares jika misalnya kita putus gimana?" Tanyak Keisha pada Alvares yang memejamkan matanya di paha keisha.
"Sstt.. aku gak ingin kamu bilang begitu. Bagaimana pun caranya kita bakal terus bersama sampai maut memisahkan kita" Ujar Alvares menatap Keisha dalam. Keisha yang mendengarnya menjadi salting sekaligus sedih atas perkataan Vino yang semalam menyuruh untuknya putus dengan pacarnya.
Keisha pun mendesah berat. "Kamu gak akan ninggalin aku kan Alvares." Cowok itu pun mengeryitkan dahinya bingung atas pertanyaan pacarnya.
Alvares yang tadi tidur di paha keisha kini duduk tegak dan menatap Keisha dengan tatapan tulus. "Enggak akan. Aku gak akan ninggalin kamu. Percaya deh cinta aku tu sama kamu tidak bisa di uraikan dengan kata-kata lagi saking besarnya cinta aku itu ke kamu" Ujar Alvares panjang lebar.
Keisha yang mendengarnya pipinya menjadi merah merona. "Aku juga" Balas Keisha malu-malu sambil memegang kedua pipinya yang memerah. Alvares yang melihat pipi pacarnya menjadi merah merona. Merasa gemas terhadap Keisha.
Tangannya pun terangkat mengacak rambut terurai Keisha. Ia pun bergeser mendekati Keisha. Keisha yang melihat Alvares mendekatinya pun hanya diam terpaku.
Kini pun mereka sangat begitu dekat dan tidak ada terkikis oleh jarak lagi. Alvares pun mendekati wajahnya ke wajah Keisha. Cewek itu hanya diam saja melihat wajah Alvares begitu dekat dengannya.
Bibir kenyal cowok itu pun terasa di bibir Keisha yang merah seperti ceryy. Alvares pun mengingit bibir Keisha. Sontak mulut Keisha pun terbuka. Tanpa berlama-lama cowok itu pun ******* bibir pacarnya dengan secara lembut. Keisha yang bibir yang di ***** dengan lembut hanya diam mematung dan membiarkan Alvares melakukan apa yang cowok itu mau. Lagipun dirinya belum berpengalaman sekali tentang hal begituan.
Di sekitar taman itu pun sepi dan tidak ada orang sedikitpun. Dan mereka pun duduk di kursi di ujung taman.