Geng Motor And School

Geng Motor And School
Sadar dari koma



Kelopak mata Alvares terbuka sempurna. Bau-bau obat begitu menyergap di hidungnya. Sekarang kini dirinya telah berada di rumah sakit, Batin Alvares.


Ia mengehela nafas berat. Mencoba mengingat apa yang telah terjadi. Terakhir, kali ia teringat berada di sekolah. Kemudian datang seorang lelaki yang tidak di kenal dengan membawa golok. Dan dirinya terluka, karena dipukul pakai golok dengan seorang lelaki itu yang tidak kenal. setelah itu datang vino menyelamatkan-. Lamunan, Alvares buyar setelah tiba-tiba terdengar suara pintu kamar rawatnya terbuka. Cowok tu segera memenjamkan matanya kembali.


Ceklek


Keisha menatap Alvares yang masih matanya terpejam. Ia pun berjalan menghampiri tempat ranjang Alvares setelah pintu rawat inap nya ia tutup. Setelah duduk di kursi samping ranjang Alvares, Keisha menggapai tangan Alvares. Dan mampu membuat, Alvares penasaran. Siapa? sekarang ini yang memengang tangan nya.


Mata Alvares terbuka sedikit, ingin tahu siapa orang yang telah memegang tangan nya. Alvares sontak terkaget namun di dalam batinnya. Dirinya, kaget bahwa seorang memegang tangan nya kini Keisha.


Tiba-tiba rasa senang muncul di dalam dirinya. Ntah perasaan apa yang mampu membuat nya bahagia, padahal ia tidak terlalu suka ada seseorang perempuan yang memegang tangan nya. Tapi beda dengan sama Keisha yang ada ia merasa bahagia tangganya di genggam oleh Gadis itu.


Keisha merasa aneh atau dirinya kini sedang halusinasi. bahwa kini ia telah melihat mata Alvares terbuka sedikit. ia mengucek-ngucek matanya, namun hasilnya sama mata nampak terbuka sedikit.


Alvares merasa aneh dengan sikap Keisha. Apa keisha kini tahu Kalau ia sekarang sudah sadar.


"Alvares apa Lo udah sadar." Tanyak Keisha pada Alvares yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Namun tidak ada sahutan dari Alvares.


"Apaan sih Lo Keisha gak mungkin dia sudah sadar, kalau ia sudah sadar dah ngomong dari tadi dia sama lu. fakta nya sekarang lo tadi mancam orang gila ngomong sendiri." Gumam Keisha menolak apa yang di pikir nya kalau Alvares sudah sadar. Gumam Keisha, terdengar oleh Alvares yang pura-pura matanya terpejam.


Senyuman tipis di bibir Alvares muncul tapi sangat tipis sampai tidak terlihat. Dan suara pintu terbuka terdengar lagi. Menampilkan seseorang dua cowok remaja, dengan penampilan rapi. Berjalan menghampiri tempat Keisha.


Keisha bangkit dari kursinya. "Kalian ngapain masuk". Tanyak Keisha kepada dua cowok yang dihadapannya adalah Andi dan Dino.


Keisha mangut mangut. "Tapi gak boleh masuk ramai ramai ni kan ruang ICU." Ujar keisha.


Andi dan dino saling menatap. Mereka berdua pun mengedikan bahunya. Keisha medesah pelan, dan berjalan keluar dari rawat inap Alvares.


Setelah Keisha keluar. Dua cowok remaja ini, menatap wajah Alvares yang tampan seperti bak dewa. "Alvares bangun dong jangan bobo mulu. nantik di gigit nyamuk loh." Ujar Andi dengan raut wajah di buat sedih. Dino yang di sebelah Andi mendengar nya merasa geli, apa yang cowok itu katakan. Sedangkan Alvares susah di tebak.


"Gausah lebay bisa." Ketus Dino.


Mata Andi membulat lebar. "Gak bisa." Sahut Andi dengan nada tinggi.


Dino memutar bola matanya dengan malas. Ia pun berjalan dekat dengan ranjang Alvares. "Alvares ututu sadar dong Ntar di kasih ASI kalau sadar. untuk kamu Adek ku sayang." Ujar Dino yang lebih jijik dari pada andi, jika mendengar nya.


Alvares merasa mual, jijik, kesal, marah terhadap teman karib dua nya ini. Ia merasa gak sanggup mendengar celotehan gajelas, dan merasa jiik mendengar nya.


"Ayoo bangun nantik kamu gak di kasih gak di kasih uang jajan."


"Pok pok ame ame belalang kupu-kupu, kalau gak mau bangun nantik ****** kamu di gigit sama Andi". Ucap Dino. Andi mendengar nya mendelik matanya tajam ke arah Dino.


Tiba-tiba Alvares pun bangun dari ranjang nya. Dan membuat Andi dino.