
Alvares berjalan koridor terlihat sepi bukan sepi lagi, Namun tidak ada orang lagi di sekolah. Ia baru saja tadi abis melentakan bola basket di tempat penyimpanan peralatan olahraga. Dan juga mengecek beberapa kelas sudah terkunci apa belum, setelah semua aman. cowok tu pun menuju parkiran sekolah dimana mobil nya berada.
Alvares mengedarkan pandangannya, melihat hari sudah mulai gelap. Tiba tiba seorang cewek menabraknya dari samping. Sontak membuat Alvares mengarahkan pandangannya ke samping.
Cewek tu menatap kedepan melihat siapa ia tabrak. Tinggi ia sama cowok tu hampir sama tapi lebih tinggi sedikit cowok itu. "Alvares". Gumam cewek tu melihat bahwa ia tabrak adalah Alvares Ketos di sekolah ini.
Sebaliknya Alvares mengeryitkan dahinya melihat bahwa seorang cewek menabraknya adalah Keisha. Berbagai pertanyaan bersarang di pikiran nya, ngapain cewek tu berada disini?, bukanya waktu pulang sekolah sudah dari tadi siang, dan lagipun sekarang aja mau menjelang malam.
"Ngapain kamu disini". Tanyak Alvares dengan wajah khas nya datar.
Keisha menggaruk kepala nya merasa gatal, ia sendiri aja gak tau bisa masih berada disekolah. "Ntah". Sahut nya enteng.
Alvares mendengar jawaban Keisha mengehela nafas panjang dan lanjut berjalan menuju parkiran tanpa mau ingin bertanya lagi sama Keisha. Keisha terdiam sejenak menatap punggung Alvares, dan ia pun ikut berjalan di belakang cowok tu.
Alvares mendengar suara kaki dari belakangnya, cowok itu pun menatap sekilas kebelakang melihat Keisha mengikuti nya. Keisha mengetahui bahwa Alvares sedang melihat nya ia pun membuang pandangannya kearah lain.
Pandangan Alvares pun kembali fokus kedepan. Keisha mengedarkan pandangannya sekitar, ia merasa bergidik negeri, karena tiba-tiba aja ada sebuah lampu mati hidup mati hidup di koridor. Ia pun menunduk pandangan nya dan berjalan sedikit cepat.
Alvares melihat nya merasa aneh tapi ia mencoba tidak usah merasa peduli. Alvares menarik tangan Keisha dan mendapat mendengar suara mulut Keisha berdecak sebal karena tiba-tiba saja ada orang menariknya.
"Cek' Siapa sih narik tangan gue". Ucapnya sebal sambil membalikkan badannya, ia melihat bahwa Alvares sedang mencekal tangannya.
Alvares pun segera melepaskan tangannya yang memegang tangan Keisha. "Jalan tu liat-liat". Ucap Alvares datar.
Keisha merasa bingung dengan ucapan Alvares ia pun melihat ke depan nya ada got. Dan sekarang ia paham mengapa Alvares tadi mencekal tangannya. "Makasih ya". Ucap Keisha merasa bahwa Alvares telah menolong nya.
Alvares pun melanjutkan langkahnya tanpa membalas ucapan terima kasih Keisha. Keisha pun merasa dongkol melihat Alvares pergi tanpa membalas nya, tapi cuman sejenak setelah ia menyipitkan matanya. Ada melihat sesuatu tapi samaran karena jauh, terlihat seorang laki-laki membawa golok.
"I... itu siapa". Ucapnya terbata bata dan kini pun tiba-tiba bulu kuduk nya berdiri. dan seorang lelaki terlihat jauh itu tiba-tiba menatap nya. Ia pun segera berlari mendekat Alvares dan memengang lengan cowok itu, dan sebelah tangan nya Alvares lagi sedang membuka pintu mobilnya.
Alvares mengerut kan dahinya melihat tubuh Keisha bergetar dan seperti orang ketakutan. Ia pun mengulum senyum tipis, merasa aneh melihat seorang Keisha ketakutan, karena cewek tu terkenal keberanian nya dan sikap suka buat onar nya.
Namun itu cuman sejenak, setelah Alvares melihat kedepan dan ternyata sudah ada di hadapannya seorang laki membawa golok. Alvares segera mendorong tubuh Keisha hingga tersungkur tanah karena melihat lelaki itu mengangkat golok nya hendak memukul mereka.
Mata Keisha membulat lebar melihat Alvares menahan golok dengan tangan nya. Dan darah begitu banyak mengalir keluar dari tangan nya yang menahan golok.
Alvares segera menendang perut lelaki itu hingga memundur beberapa langkah. Alvares tanpa merasa peduli bahwa tangan terluka segera memberi pukulan lagi.
Bugh
Bugh
Bugh
Tiga Pukulan kuat mengenai wajah lelaki itu. Sekarang lelaki itu terasa cukup nyeri di area wajahnya karena pukulan Alvares cukup kuat. Dan Hingga untuk terakhir nya ia memberikan tendangan cukup kuat hingga lelaki terhempas ke tanah. Setelah lelaki itu terhempas ke tanah Alvares menginjak badan cowok tu dengan mengebu-ngebu.
Keisha tercengang melihat nya betapa sadis Alvares yang terkenal dingin dan murid teladan itu, menginjak tubuh lelaki itu dengan cukup kuat seperti tidak mengasih ampun pada lawannya. Lelaki itu pun memuntahkan darah yang kental keluar dari mulutnya.
Alvares pun berhenti setelah melihat lelaki itu muntah darah. Ia pun menggelap pelipisnya berkeringat dengan punggung tangannya. Ia pun membalikkan badannya menatap keisha yang sedang tercengang melihat nya.
"Kamu gak papa". Tanyak Alvares pelan dengan nada khawatir.
Keisha mengeleng kepalanya pelan. "Kamu yang kenapa kenapa". Balas nya dengan suara bergetar.
Alvares melihat telapak tangan nya terluka dan banyak mengeluarkan darah karena lukanya cukup dalam. Rasanya seperti mengenai tulang telapak tangan nya.
"Ini cuman luka biasa aja kok". Ucap Alvares mencoba terlihat biasa saja di depan Keisha. Padahal kenyataannya ia cukup merasa sakit sedikit di telapak tangannya. Namun berusaha menyembunyikan lagi pun ia pernah mendapat pukulan lebih dari ini.
Keisha mendekatin Alvares dan mencoba mengambil sesuatu di dalam tasnya untuk memberhentikan darah nya. Alvares tersenyum lebar melihat Keisha terlihat peduli padanya. Dan Keisha pun mengambil botol minum untuk membersihkan luka Alvares agar luka tidak terinfeksi.
Alvares mendengar ada suara dari belakangnya. Ia pun segera memeluk tubuh Keisha dengan erat dan menelungkup kan kepala Keisha di dada Alvares, hingga botol minum Keisha penggang terjatuh karena kaget tiba-tiba Alvares memeluk nya. Dan beberapa detik ia mendengar pukulan kemudian di susul mendengar ringisan pelan dari mulut Alvares. Pelukan Alvares melemah cowok itu melepaskan pelukannya dan menatap Keisha dan tersenyum tipis. Dan cowok tu pun jatuh ketanah.
Keisha menatap penyebab Alvares terjatuh ke tanah. lelaki itu tersenyum kemenangan melihat Alvares pingsan.
Sedangkan Keisha merasa syok melihat apa yang ia lihat, dan menundukkan kepalanya kebawah, Ia melihat baju basket membalut tubuh Alvares sobek di belakang nya dan mengeluarkan banyak darah segar. Dan ia pun menjongkok melihat Alvares pingsan. Ia menutup mulut nya melihat banyak darah keluar dari badannya Alvares.
"Alvares bangun". Ucapnya lirih dengan Air matanya keluar dan membasahi pipi mungil nya. Merasa lawan nya lengah ia pun segera melayangkan golok nya dan-.
...----------------...
Jangan lupa dukunganya like, vote, dan komentar dukungan nya agar author semangat update nya 😍