Geng Motor And School

Geng Motor And School
Susah di bilangin



"Kenapa sih Lo di bilangin baik baik susah banget. Lo itu baru sembuh dari sakit, mending gausah ikut pertandingan basket." Ujar keisha kesal. Namun apa yang di ucapkan oleh Keisha tidak di gubris oleh Alvares.


Alvares hanya fokus jalan kedepan, dengan kedua tangan nya di saku. "Lo dengar gak sih. Gue itu peduli sama keadaan Lo." Ucap Keisha seraya berjalan sejajar dengan Alvares.


Alvares memberhentikan langkah kakinya. Dan membalikkan badannya kesamping menghadap Keisha."Lo khawatir." Kata Alvares dengan singkat mampu membuat Keisha kesal setengah mati.


"Enggak.." Balas ketus Keisha. Ia pun langsung meninggalkan Alvares yang berdiam diri dengan menatap Keisha yang sudah berjalan mulai begitu jauh dengan dirinya.


Kini Alvares berada di kelas, yang asik baca buku sendiri. Daripada mendengar ocehan temannya yang gak bermanfaat.


"Gila suster di tempat Alvares di rawat cantik banget." Ucap Andi dengan pikiran melayang tentang suster di rumah sakit Medika utama.


Dino menggeleng kepala nya pelan."Bukannya loh. Takut sama mereka." Balas nya.


Andi menaikkan alisnya sebelah."Takut Apanya." Tanyak Andi heran.


Dino terkekeh pelan."Ya takut, lu kira mereka itu setan hahah." Andi menjadi tersenyum kikuk Karena merasa malu.


Tring..


Tring...


Tring....


Bel istirahat pun berbunyi para siswa siswi pun berhamburan keluar kelas menuju ke kantin.


*


*


"Kesal banget gue anj sama tu cowok." Umpat Keisha dengan kesal. Mereka kini sekarang berada di kantin.


"Lo kenapa sih. Dari dari tadi marah sendiri." Tanyak Dina sambil menyuap kan baksonya dalam mulut nya.


"Gimana gak kesal coba. Dia kan baru sembuh dari sakit nya, masak mau ikut pertandingan basket kan stres itu orang." Sahut Keisha sambil menyeruput air nutrisarinya.


"Dia tu siapa." Tanyak neha kepo.


"Siapa lagi kalau bukan Alvares." Balas Keisha.


"Lo khawatir sama Alvares." Pekik kaget neha dan Dina. Membuat para orang kantin merasa risih dan menatap mereka dengan tatapan yang susah di artikan. Termasuk Alvares, Dino, dan Andi langsung mengalihkan pandangannya ke arah tempat meja kantin tempat Keisha berada.


"Siapa yang khawatir sama Alvares." Tanyak Andi kepo dengan pandangan tetap menatap tempat Keisha berada.


Alvares menatap perempuan itu dengan wajah yang susah di artikan. Sedangkan tempat Keisha. Perempuan tu mengomel ngomel pada dua perempuan yang duduk di depannya.


"Bisa gak sih lu tu berdua gausah bikin bikin gue malu." Ketus Keisha sambil menutup mukanya dengan satu tangan nya Karena malu. Banyak orang di kantin menatap mereka.


Dina dan neha menatap orang para kantin dengan cengengesan."Lu sih". Ucap Dina menyenggol lengan neha.


Neha mengeryitkan dahinya"Kok gue sih. Yang jadi kenak." Gerutu neha sebal.


Daripada mereka lama lama disitu yang ada bikin tambah malu. Para tiga perempuan itu pun beranjak pergi keluar kantin.


"Gara gara lu kan, gue enak enak makan sekarang. Harus pergi dari kantin karena malu ulah lu berdua." Ujar keisha emosi. Kini mereka berjalan di koridor menuju ke kelas.


"Yah maaf." Balas kompak neha dan Dina merasa bersalah.


Tiba tiba Keisha berhenti sambil memegang perutnya."Kenapa lo". Tanyak Dina yang melihat Keisha berhenti dengan wajah seperti menahan sesuatu.


"Gue kebelet kencing. Lo berdua pergi aja langsung ke kelas". Pekik Keisha. Setelah mengatakan itu ia pun berlari menuju ke toilet.


"Kebiasaan." Ucap Dina menatap punggung keisha yang sudah menjauh. Neha pun mangut mangut kepala nya membenarkan apa di ucapkan Dina. Dua perempuan itu pun melanjutkan langkahnya menuju ke kelas.


Keisha pun keluar dari toilet setelah membuang hajat nya. Dia merapikan seragam sekolah yang terlihat kusut. Tanpa sadari ia menabrak Alvares.


Alvares langsung menoleh kan pandangan nya siapa yang telah menabrak nya. Keisha memutar bola matanya jengah melihat yang ia tabrak Alvares. Ia pun lanjut berjalan tanpa mempedulikan Alvares.


"Keisha." Panggil Alvares menatap punggung keisha. Keisha pun membalikkan badannya menghadap Alvares.


Alvares berjalan mendekati Keisha." Jangan lupa datang di pertandingan basket nantik." Pinta Alvares sambil berbisik di samping kuping Keisha.


Keisha menaikkan alisnya. Menatap Alvares dengan tatapan bingung. Alvares melihat Keisha bingung menjadi gemas ia pun mengacak rambut terurai Keisha. Namun Keisha tetap berdiri diam. Alvares pun berjalan meninggalkan Keisha yang memantung.


"Dia suruh gue nonton pertandingan basket nya?." Gumam Keisha dengan mengeryitkan dahinya.


...----------------...


JANGAN LUPA DUKUNGANYA


LIKE


VOTE


KOMENTAR