Geng Motor And School

Geng Motor And School
Supermarket



"Woi bangsat, berani melayangkan pukulan ke dia habis kalian"


Ryan pun seketika menoleh ke suara tersebut, begitu juga anggotanya. Mata mereka membulat sempurna melihat siapa cowok itu.


"Cabut" Seru Ryan pada dua anggota gengnya.


Tidak ingin mengambil resiko lebih, mereka pun menaikin motor dan langsung melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat itu juga.


"Woi pengecut jangan kabur kalian" Pekik Gilang kesal. Vino, Dino, Andi datang menghampiri Alvares yang sedang terluka.


"Lo gak apa-apa kan Res" Tanyak Vino dengan raut wajah khawatir. Alvares yang memegang sudut bibirnya sobek, kini mengalihkan pandangannya menatap para gengnya.


"Gue gak papa" Balas Alvares yang berusaha biasa saja. Padahal ia cukup terasa nyeri dan sakit akibat pukulan para geng motor Ryan.


"Sialan, kabur mereka" Ucap Gilang sambil mengacak rambutnya frustasi. Para inti geng motor BET LIFE menatap Gilang yang nampaknya sangat kesal pada anak geng motor Ryan. Yang telah membuat salah satu teman geng motor terluka.


"Apa kita aja kejar mereka. Para pengecut itu" Ucap Gilang kepada anak inti Geng motor BET LIFE. Rasanya ia ingin juga membalaskan apa yang mereka lakukan pada Alvares.


"Gausah" Balas Alvares datar.


"Lagipun gak ke kejar lagi mereka" Lanjut Alvares lagi. Karena motor mereka sekarang tidak terlihat lagi di jalan lagi. Dan tidak tahu para geng motor Ryan itu cabut kemana. Daripada buang-buang waktu mencari keberadaan mereka yang ntah dimana lebih baik gausah kejar. Tunggu saja di pertemuan selanjutnya.


Para orang inti Geng motor BET LIFE, mengaguk setuju atas ucapan Alvares. "Ya lebih baik gausah, nantik jika kita ketemu lagi dengan mereka. Kita balas mereka yang telah berani memukul wakil Geng motor BET LIFE." Ujar Vino dengan perasaan emosi yang berkobar-kobar.


"Dan pas ketemu nantik ku patahin lehernya" Ucap Dino sambil mengepalkan tangannya dan meninju telapak tangannya.


"Aku juga, ku sepak burungnya hingga pecah" Ucap Andi seraya tersenyum smirk.


"Jangan tol*l. Kalau Lo nyepak burungnya ntar kasian yang jadi bininya" Balas Dino dengan terkekeh geli sembari menepuk pundak Andi.


Andi menaikkan dua alisnya. "Emang gue peduli." Para inti geng motor BET LIFE yang mendengarnya menjadi tergelak tertawa dengan perkataan Andi yang nampaknya percaya diri sekali. Kecuali Alvares, cowok itu menanggapi kelucuan mereka dengan mengeleng kepalanya pelan. Bahwa Andi akan memecahkan pusaka yang ada pada diri Geng motor Ryan.


"Songong banget lu yah. Ntar yang ada Kont*l lu, yang pecah di buat sama anak geng motor Ryan" Ledek Gilang dengan iringan kekehan. Andi mendengar ledekan Gilang mendengus kesal.


"Janganlah ntar gue gak bisa malam pertama seratus ronde sama istri gue" Ucap Andi sambil memberengut kesal. Mereka yang mendengarnya tawanya makin renyah.


"Buset seratus ronde gak kasian sama bini Lo. Yang ada mati bini lu tu nantik" Balas Gilang dengan raut wajah seperti mengejek pada temannya yang beraninya sekali bilang. Jika Andi malam pertama langsung seratus ronde.


"Jangan gitu Lang" Kata Dino sambil menepuk pundak Gilang. Gilang melihat perkataan Dino menjadi heran.


"Kenapa" Tanyak Gilang sambil menaikkan alisnya.


...***...


Terlihat cewek cantik dengan rambut hitam kecoklatan terurai panjang dan mengenakan seragam sekolah. Cewek tersebut adalah Keisha, ia tadi baru saja pulang dari sekolah. Melihat supermaket ia mengingat peralatan mandinya habis dirinya pun mampir ke supermarket. Saat ini cewek itu sedang memilih snack untuk ngemil di rumah nantik. Pas rebahan sambil menonton kartun.


Tanpa sengaja seorang cowok menabraknya hingga yang keranjang belanjanya jatuh. Tanpa melihat siapa yang menabraknya Keisha pun cepat-cepat menjongkok dan segera belanjaannya yang jatuh sebab seseorang cowok itu.


Melihat belanjaan cewek itu jatuh karenanya. Cowok itu pun membantu cewek itu menarukkan kembali belanjanya di keranjangnya. Selesai menaruknya Cowok itu berdiri tegak.


"Maaf ka-". Cowok itu terpaku dengan kecantikan cewek tersebut. Rambut hitam kecoklatannya indah, wajah yang putih bersih dan bola matanya.


Keisha mengeryitkan dahinya heran melihat cowok itu yang menatapnya tanpa kedip. Dan terlihat wajah cowok itu ada luka-luka lebam. Tangan Keisha pun melayang. Lamunan cowok itu pun tersadar.


"Hmm ada apa" Tanyak cowok itu lembut kepada Keisha.


"Hah? kamu itu yang ada apa lihat gue seperti itu tadi" Balas Keisha dengan Ketus. Ryan mendengar perkataan Keisha menjadi menggaruk kepalanya yang gak gatal karena apa yang ia telah lakukan. Melihat cewek itu tanpa kedip.


Keisha pun melanjutkan langkahnya. Namun langkahnya terhenti dan ia pun menoleh kebelakang dimana cowok itu mencekal lengannya. Melihat tatapan cewek itu yang seperti gak suka. Ryan pun segera melepaskan tangannya yang mencekal lengan Keisha.


"Saya ingin bilang sesuatu sama kamu" Ucap Ryan dengan tatapan penuh harap. Bahwa Keisha mau mendengarnya.


Kini mereka berdua berada di cafe dekat supermarket. Ryan dari tadi asik tersenyum melihat Keisha sambil menyesap kopi lattenya. Keisha yang mau mendengar sesuatu dari Ryan. Cowok itu pun langsung mengajak dirinya cafe terdekat supermarket. Keisha merutuki dirinya yang mau menerima mendengar sesuatu dari cowok itu. Karena cowok itu asik menatapnya terus hingga membuatnya risih dan lagi katanya mau ngomong sesuatu dengan dirinya. Tapi kok cowok itu belum ngomong apapun itu juga.


"Cepat! katanya mau ngomong sesuatu?" Ucap Keisha yang gak sabaran. Ia ingin cepat pulang karena badannya sudah terlalu bau apek dan terus mandi. Apalagi ia baru pulang dari sekolah.


Ryan menangapi ucapan Keisha dengan tersenyum. Keisha melihat cowok itu tersenyum kepadanya merasa cowok yang di depannya itu gila. Cewek itu pun bergedik ngeri memikirkan bahwa jika cowok yang di depannya itu benar-benar orang gila. Tapi penampilan seperti bukan orang gila. Nampaknya pun seperti anak orang kaya. Apa jangan-jangan cowok gila ini mencuri terus ingin sekarang ia sedang berusaha mencuri apa yang ia punya. Apalagi banyak sekarang modus-modus cowok yang ajak jalan-jalan dan ujung-ujungnya di perkosa.


Melihat wajah cewek itu seperti takut membuat Ryan menjadi penasaran. "Kamu kenapa" Tanyaknya. Keisha yang yang tanyak jadi gegelapan.


"Gak ada apa-apa" Balasnya dengan tersenyum canggung. Melihat senyuman Keisha walaupun canggung membuat Ryan terpesona pada cewek di depannya tersebut.


"Cantik." Satu kata keluar dari mulutnya. Keisha yang dapat mendengar walaupun samar-samar.


"Tadi kamu bilang apa?" Tanyak Keisha mengeryitkan dahinya.


Ryan pun mengeleng kepalanya cepat "Gak ada apa-apa kok. Emang tadi aku bilang apa." Ryan meretuki dirinya yang telah bisa-bisanya ia terpesona pada cewek depannya ini. Emang benar sih cewek ini cantik.


Keisha yang di tanyak balik tentang cowok itu tadi ngomong apa. Menjadi mendengus kesal. Mata Keisha berhenti pada pintu cafe itu.


Mata Keisha membelalakkan melihat siapa seseorang yang masuk dari pintu cafe tersebut. Melihat cewek di depannya kayak aneh yang sedang melihat belakangnya. Sontak cowok itu pun menoleh kebelakangnya.