Geng Motor And School

Geng Motor And School
First kiss



Keisha kini terlihat sangat cantik dengan rambut hitam kecoklatannya yang terurai panjang, dan di ujung rambutnya terlihat bergelombang. Dress warna hitam selutut dengan corak sederhana namun elegan. Kontras dengan kulitnya yang putih. Penampilan tomboy Keisha selama ini. Kini berubah dengan penampilan seperti Cinderella.


Alvares menatap kagum pada Keisha yang begitu terlihat cantik. Dan dirinya juga sangat tampan, dengan kaos putih berbalut kemeja kotak-kotak hitam putih di luar nya, dengan kancing kemeja terbiar terbuka begitu saja. Jam tangan warna hitam di pergelangan tangannya yang putih. Cowok itu sekarang terlihat sungguh sangat tampan Sekarang.


Alvares menarik kursi dan mempersilahkan Keisha duduk. Setelah Keisha mendarat kan bokong nya di kursi. Cowok itupun berjalan beberapa jengkal dan menarik kursi untuk dirinya.


Keisha menatap sekitar restoran begitu sangat indah dan mewah namun yang menjanggal di dalam hatinya kenapa restorannya terlihat sepi, ada orang tapi hanya orang pekerja restoran tersebut.


"Keisha," Alvares menggapai tangan Keisha, dan menatap netra mata cewek tersebut. Keisha di buat salting, melihat Alvares yang begitu tulus menatap nya.


"Gue mau bilang. Mungkin gue gak bisa seromantis cowok lain, atau cowok yang seperti kamu idam-idamkan. Tapi aku akan tetap berusaha menjadi cowok yang kamu seperti inginkan." Keisha di buat tertegun dengan perkataan Alvares cowok itu.


Alvares menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan perkataannya. "Keisha Nathaline. Mau kah kamu jadi pacarku." Demi apa? cowok itu menyatakan perasaannya kepada cewek seperti Keisha yang bandel, malas, galak, judes, sedangkan cowok itu Pintar, rajin, dingin.


Keisha menatap manik mata Alvares yang berusaha cari kebohongan dari dalam diri cowok itu, namun tidak ada. Keisha dengan perasaan berdegup kencang mengatakan."Aku mau," Ucap Keisha."Maksudnya aku mau jadi pacar kamu." Ucap Keisha memperjelas kalau ia menerima menjadi pasangan cowok itu. Alvares bernafas lega mendengar pernyataan cewek itu.


Cup


Keisha di buat memantung oleh Alvares. Soalnya cowok itu mengecup bibirnya sekilas hingga membuat pipinya bersemu merah karena salting. Tanpa di sadari Alvares kalau itu first kiss bagi Keisha. Baru pertama kalinya bagi seorang Alvares mencium bibir seorang cewek.


...*****...


Cewek itu menatap layar ponselnya, membaca pesan dari seseorang di aplikasi hijau. Masih tidak percaya bahwa dirinya sudah resmi berpacaran Alvares.


Tingg


Suara notifikasi berbunyi, tertera nama bubu di layar ponselnya. Pesan tersebut tertulis.


"Belajar yang rajin ya cantik."


Rasanya ia ingin melempar ponselnya itu jauh-jauh, membaca notifikasi itu dan membuatnya menjadi salting paeah. Dengan perasaan senang Keisha membalas pesan Alvares.


"Iya! Kamu juga ya ganteng"


Dor


Keisha di buat menjadi kesal setengah mati. Melihat temannya asal main kagetin dirinya aja, untuk aja dia tidak punya riwayat sakit jantung. Hp iPhone 12 pro maxnya juga tadi hampir aja mau jatuh ke lantai, untuk dengan sigap ia menangkapnya.


Keisha menatap pelakunya dengan tatapan tajam seperti singa betina ingin menerkam mangsanya."Bisa gak sih loh gausah kagetin gue..." Pekik Keisha kesal. Dina yang pelakunya menutup telinganya, yang mendengar teriakkan yang cukup memekakkan telinga.


"Memang teman setan Lo. Untung hp iPhone gue gak jatuh karena di kagetin lo. Kalau misalnya jatuh ni hp dan retak akibat di kagetin lo, emang Lo sanggup ganti hah!. Terus misalnya jantung gue copot, gimana? mampu Lo bisa ganti hah!." Ucap menggebu Keisha dengan nafas naik turun. Dina hanya menyengir lebar mendengar amukan Keisha.


"Kalau misalnya jantung Lo copot. Ganti aja, dengan jantung bab*. Terus hp iPhone Lo retak, tinggal di solatip aja. Gampang kan," Keisha mengelus dadanya, naik turun yang harus menghadapi teman kayak Dina. Soalnya gilanya gak ada habisnya, untung teman. Kalau bukan teman, dah di pastikan itu cewek ia lempar ke kadang buaya. Biar mampus! sana jadi santapan buaya.


"Lo siapa?" Tanyak Dina dengan raut wajah bingung melihat tampilan cewek tersebut. Seragam-seragam anak sekolah, tapi muka kayak badut. Bedak yang cukup tebal begitu juga lipstik nya, dan blush on nya sungguh sangat pink di pipinya, rambut yang di kuncir dua, persis cewek itu kayak badut. Tapi yang bedanya bajunya seperti seragam anak sekolah, sama seperti mereka lagi kenakan sekarang.


"Kenalin gue Neha. Cewek yang paling cantik sedunia," Ucap gadis itu sembari menunjuk kedua tangannya di wajahnya. Sekaligus senyuman lebar yang terukir di bibirnya yang mengunakan lipstik sangat tebal.


"Ppfttt Hahaha...."


Tawa Keisha dan dina pun pecah, yang melihat penampilan neha seperti badut. "Lo serius neha?." Tanyak Keisha masih dengan iringan tawaan.


"Iiiihhh. Kalian ini kenapa sih ketawa. Enggak hargai Neha banget, yang capek dandan biar terlihat cantik di hadapan Alvares." Ujar cewek itu dengan mengerucutkan bibirnya kesal. Kita melihat bibir neha yang mengerucut bukannya lucu malahan ngabrut, ngakak brutal.


"Serius! Lo pergi ngaca dulu deh, sebelum berhadapan sama Alvares." Ucap Dina dengan memegang mulutnya agar menahan ketawa.


"Betul tuh" Timpal Keisha. Neha menatap bingung melihat temannya yang sedang tertawa karena dirinya. Cewek itu bingung apa yang salah dengan dirinya hingga membuat mereka tertawa.


Dina segera membuka resleting tas nya, mencoba cari sesuatu. Beberapa detik, yang ia cari pun dapat. Ia segera mengeluarkan cermin lipat mini dari tasnya. Dan membuka cermin lipat mininya yang sering dia bawa ke sekolah.


Tampilan wajah yang cukup mengeneskan di cermin lipat mini itu, mampu membuat neha berteriak histeris."Dia siapa jelek banget kayak badut."


Dina Keisha saling memandang dan kembali menatap neha."Itu lo sendiri bodoh." Balas kompak neha dan Keisha dengan tawaan renyah di akhir kalimat.


...****...


Alvares berjalan di koridor dengan tangan nya ke saku dan pandangan fokus ke depan, dan di sampingnya ada dino dan Andi yang asik berbincang sembari berjalan. Tiba-tiba tiga gadis keluar dari kelas, mata Keisha dan Alvares bertemu sejenak setelah mendengar suara neha.


"Ada Alvares" Ucap neha gegelapan sembari menutup mukanya. Tiga cowok itu mengeryitkan dahinya bingung melihat neha menutup mukanya dengan kedua tangan nya.


"Kenapa dia." Tanyak Andi sembari menunjuk ke arah neha dengan dagunya. Dina mengedikan bahunya dengan iringan tawaan. Andi di buat penasaran oleh neha, yang sedang menutup mukanya.


"Dah pergi kalian hush." Usir Keisha dengan galak, tapi galak-galak gitu wajahnya imut. Alvares yang melihatnya tersenyum tipis, sangat tipis sampai tidak bisa di liat oleh siapapun. Cowok tiga pun melanjutkan langkahnya yang tertunda. Tanpa di sadari dengan secepat kilat Andi menarik tangan neha. Alhasil-


...----------------...


Jangan lupa dukunganya


Like.


VOTE.


komentar.


LANJUT?