
Air jus yang di dalam mulut Nana pun, Keluar. Dan tersembur di wajah Alvares. Semua pandangan tertuju ke arah Alvares dengan tatapan matanya membelalakkan.
Nana yang telah menyembur air jus ke wajah Alvares. Segera ambil tisu dan membersihkannya.
"Aduuh maaf ya" Ucap Nana dengan rasa bersalah sembari membersihkan wajah Alvares yang terkena jus.
"Gak papa" Balas Alvares dingin seraya menyudahi cewek itu membersihkan wajahnya.
Saat selesai membersihkan wajah cowok itu. Nana tercengang kagum melihat cowok yang di depannya begitu sangat tampan.
"Kenapa baru sadar ya, aku kalau teman vino ada yang sangat tampan" Batin Nana.
"Lo gak papa kan Alvares, apa perlu di ganti wajah Lo" Seloroh Gilang sembari memegang wajah cowok itu untuk memeriksanya.
Alvares wajah yang dipegang merasa kesal dan segera menepis tangan temannya itu. "Enggak perlu" Balas Alvares dengan ketus. Cowok itu pun kembali pada raut wajahnya yang datar.
Tanpa di sadari Nana dari tadi memperhatikan Alvares dengan mata yang tidak berkedip sedikitpun. Dion yang melihatnya tersenyum tipis. Rasanya cewek di dunia ini pada tertarik semua pada pada Alvares.
Vino pun tidak luput dari pandangan Nana yang seperti suka pada Alvares. Cowok itu pun tersenyum miring. Semua cewek itu sama aja, bilangnya suka dengan satu orang. Padahal kalau lihat cowok yang lebih tampan langsung itu berpaling.
"Vino nyebelin banget tau itu teman kamu" Ucap Nana mengadu kepada Vino. Para anggota Vino semua mengeryitkan dahinya heran, mereka tidak salah apa-apa kok di salahin.
Vino menaikan alisnya sebagai respon.
"Nyebelin dari mananya coba, yang ada Lo yang nyebelin tiba-tiba datang dan bikin masalah aja" Ujar Andi ketus.
"Ck' Lo yang nyebelin gara-gara Lo gue salah minum kan. Gue kira punya ayang vino ternyata punya Lo setan" Balas Nana berkacak pinggang.
Vino pun bangkit dari kursinya.
"Vino kamu kemana tungguin aku" Panggil Nana dengan teriak yang melihat vino yang sedang berjalan keluar dari Cafe. Nana yang memanggil Vino dengan teriak, seketika orang sekitar menutupi kupingnya mendengar suara Nana yang begitu nyaring.
"Lo bisa diam gak" Ucap Andi kesal sembari membungkam mulut Nana. Cewek itu yang di membungkam mulutnya. Segera menepis tangan Andi.
"Tangan Lo asin" Tatap dengan mata nyalang. Ia pun beranjak pergi dari situ menyusul Vino, begitu juga dengan temannya Nana, Kelly.
Alvares pun beranjak dari tempat itu menuju parkiran.
Setelah menuju parkiran, ia pun menaiki motor ninjanya. Cowok itu mengendarai motor nya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dengan jalan raya yang begitu padat dengan kendaraan.
Pas saat simpang jalan raya , tiba-tiba Alvares menghentikan motornya, karena ada lampu lintas yang lampunya tengah warna merah. Sebenarnya cowok itu ingin menerobos lampu lintas yang sedang warna merah itu. Tapi tidak bisa soalnya banyak kendaraan yang sedang menunggu untuk lampu lalulintasnya warna hijau.
Para kaum hawa yang juga ada yang berhenti menunggu lampu hijau. Terpana dengan ketampanan Alvares. Padahal cowok itu menutup mukanya dengan helm full face. Tapi tetap saja ada yang terpana dengannya. Mungkin karena di lihat dari tampilannya yang keren.
Di balik helm full face, mata Alvares menyipitkan matanya. Melihat sosok wanita di lihat punggungnya seperti pacarnya Keisha, sedang berboncengan
Lampu lalu lintas warna merah pun berubah menjadi warna hijau. Cowok itu menarik gas dengan kecepatan tinggi.
Tiba-tiba ada seseorang yang sedang mengendarai Honda Scoopy dengan berlawanan arah. Dengan spontan Alvares menginjak rem.
"Bella"