Geng Motor And School

Geng Motor And School
Taman



"Alvares sejak kapan lu ada di sini". Tanyak vino setelah meminum air mineralnya. Mereka kini berdua berada di kursi panjang taman untuk beristirahat sejenak setelah lari memutar taman yang luas.


"Sejak pukul lima pagi". Balas nya. Yang duduk di kursi panjang sebelah vino dengan membungkuk badannya, sambil menatap air mineral nya yang ia pegang. Vino mengangguk paham dengan perkataan Alvares.


"Vino". Panggil Alvares. yang kini sudah Duduk tegak sambil menatap vino yang pandangan nya lurus kedepan.


"Ada apa". Tanyak vino menatap Alvares dengan menaikkan alisnya sebelah.


Pandangan Alvares lurus kedepan melihat taman yang sangat luas."Gak ada apa apa". Lirihnya.


"Lo ada masalah". Tanyak Vino ambigu.


Alvares menatap vino sambil mengerutkan dahinya."Lo ada yang ingin cerita ke gue ceritain aja gausah ragu". Ketus vino sambil bersandar di kursi panjang dan menatap lurus kedepan."Gue ni ketua lo kalau Lo ada masalah gue siap bantu".


Alvares tersenyum simpul melihat vino yang begitu peduli pada anggota nya, ia lah adalah sosok paketu yang peduli sama anggota nya jika ada anggota nya terluka ia paling garda depan membalas nya.


Pandangan vino menyapu ke taman dan menyipit matanya melihat seseorang ia kenal, dan vino pun dapat melihat seseorang ia kenal, orang itu adalah Gilang, Andi, dan Dino yang sedang berjalan santai.


"Woi kalian bertiga Gilang, Dino, Andi kesini". Teriak vino memanggil Gilang, Andi, Dino. Mendengar ada yang memanggil mereka. Dengan suara orang yang seperti mereka kenal. Sontak pandangan mereka mencari sosok orang itu.


Alvares mendengar teriakkan vino memanggil Andi, Dino, dan Gilang. Sontak mengarahkan pandangannya Dimana mereka berada.


"Buta atau gak ada mata orang ni". Ketus vino melihat mereka bertiga gak nampak melihat vino berada di kursi panjang.


Alvares hanya diam dan memperhatikan mereka bertiga celingak-celinguk, dan yang jarak nya lumayan jauh.


"Ck' benaran buta mereka". Berdecak sebal vino melihat mereka masih gak nampak keberadaan vino."Alvares gue pergi bentar dulu". Ucapnya sambil menepuk pundak Alvares.


Alvares mengangguk kepala nya dan menatap Punggung vino, yang sedang berlari menuju ke arah Gilang, Andi, Dino.


Alvares yang merasa gerah ia bangkit dari kursi menuju ke kran air yang gak berada jauh dari mereka duduk. Cowok tu menghidupkan kran air nya dan membasahi rambutnya yang hitam lebat.


Cewek yang berlalu-lalang situ berteriak histeris melihat Alvares yang sangat tampan dengan membasahi rambut nya.


Alvares pun mematikan kran air setelah membasahi rambutnya. Cowok tu mengeleng kepalanya yang rambut nya basah. Para cewek berada di situ makin teriak histeris. Alvares berhenti mengeleng kepalanya-.


Kini Keisha berada di kursi panjang yang tadi di duduk Vino dan Alvares. Sambil memakan es krim yang berada di tangan nya dan pipinya memerah. Mukanya cemberut mengingat Fina-mamanya memarahinya karena telah melepaskan pintu nya dan membuat Dina dan neha jatuh.


Flash back


"Makan tu enak". Ejek Keisha melihat Dina dan neha tersungkur kelantai. Dina dan neha meringis kesakitan berada di punggung mereka, akibat jatuh mereka menahan pintu nya dan pintu kamar Keisha pun rusak dan menimpa mereka berdua.


Untung mereka tahan dengan tangan mereka kalau gak pintu tu dah berhimpitan dengan tubuh mereka berdua.


"Tahan lagi yang kuat..". Ledek nya sambil tertawa terbahak-bahak.


"Bantuin kami angkat ni pintu dong Keisha". Titah Dina dan neha dengan suara terbata-bata menahan pintu yang mau menghimpit Dina dan neha.


"Gak mau aku, angkat aja sen-". Belum melanjutkan perkataannya ia mendengar suara seseorang memanggilnya dengan suara begitu melenggar satu rumah.


"KEISHA!"


"Mama". Gumamnya melihat Fina-mamanya berjalan mendekati nya.


Fina membantu angkat pintu yang menghimpit Dina dan neha. Setelah pintunya bantu diangkat oleh Fina, Neha dan Dina merasa lega karena tangan nya gak perlu menahan pintu yang hampir menghimpit mereka berdua.


"Kalian berdua gak apa apa". Tanyak khawatir Fina kepada neha dan Dina.


Dina dan neha meminjat punggung mereka yang sakit."Kami gak apa-apa kok Tante". Ucap Dina dan neha barengan."Makasih ya Tante dah tolong kami". Bilang Dina dan neha kepada Fina yang telah membantu mereka mengangkat pintu yang akan menimpa mereka berdua.


"Sama sama". Balas Fina ramah


Fina menatap Keisha dengan penuh amarah. Keisha mengigit bibir bawahnya merasa dirinya Bentar lagi ia akan kenak amukan dari Fina-mamanya.


PLAK


Suara tamparan cukup nyaring dari tamparan keras mengenai pipi Keisha. Fina menampar pipi Keisha cukup kuat sampai ujung bibir nya berdarah ia merasakan rasa darah dari bibirnya.


Dina dan neha tercengang kaget melihat Fina-mamanya Keisha menampar anaknya sendiri dengan cukup kuat.


Flash off


Tanpa di sadari mata keisha berkaca-kaca mengingat mamanya menampar dirinya tanpa mendengar penjelasan lebih dulu dari nya. Ia mengedip kan matanya yang terasa perih menahan air matanya yang ingin keluar dari mata nya.


Dina dan neha kini sudah pergi menuju ke tempat vino, sebenarnya mereka merasa bersalah telah membuat Fina memarahi Keisha karena ulah Dina dan neha. Namun saat ingin mereka menghibur. Keisha cuman bilang dia ingin waktu untuk sendiri, terpaksa mereka mendengarkan keinginan Keisha yang ingin mereka pergi meninggalkan Keisha sendiri agar Keisha bisa menenangkan dirinya. Dari pada mereka di samping nya makin membuat suasana hatinya hancur.


Keisha mendengar ada suara teriakkan wanita yang berada gak jauh darinya. Ia menyipit matanya melihat wanita salting sendiri seraya melihat."Alvares". Gumam Keisha melihat Alvares dengan rambutnya basah.


Alvares menyisir rambut nya yang basah kebelakang dengan tangan nya. Sungguh melihat Alvares para cewek pada seperti cacing kepanasan sendiri. Sedangkan keisha ntah kenapa melihat Alvares rambutnya basah merasa ganteng.


Alvares mengangkat sedikit bajunya ia ingin menggelap wajah nya basah dengan baju kaos nya. Namun mendengar teriakkan histeris wanita disitu ia urungkan niatnya. Para wanita disitu merasa sedih melihat Alvares tidak jadi menyingkap bajunya.


Kalau di buka dapat di pasti kan cewek berada di situ pingsan semua dapat melihat Perut alvares sixpack yang terawat itu, karena bisa di liat walaupun sedikit, bahwa lengan atas nya aja berotot karena Alvares pakai baju lengan pendek dapat dilihat, apalagi perutnya sungguh menyegarkan mata cewek cewek.


Keisha merasa kesal melihat Alvares tidak jadi mengangkat bajunya."Haish padahal sedikit lagi nampak". Gerutu nya melihat Alvares."Kok gue jadi ikut ikut kek mereka".Gumamnya. Merasa bahwa dirinya sama kek wanita lain yang kepengen liat perut sixpack Alvares.


Alvares menyipit matanya melihat kursinya yang ia duduk tadi bersama vino,kini didudukin seorang cewek. Cowok tu pun dapat melihat yang cewek yaang sedang duduk kursi itu adalah Keisha yang duduk di kursi panjang sambil memakan es krim dan banyak bungkusan es krim di bawah kursi itu.


Keisha membeli es krim gak hanya satu tapi banyak, bungkusan es krim ia buang sembarangan padahal disitu ada larangan.


Jangan buang sampah sembarangan buang lah pada tempatnya


Namun tidak memperdulikan ia tetap membuang sampah sembarangan. Dapat diliat Keisha tengah menatap kearahnya, ujung dua bibir Alvares terangkat menjadi senyuman tipis. Dahlah cewek disitu-.


Alvares menghampiri Keisha. Melihat Alvares seperti berjalan menghampiri nya, dengan cepat Keisha mengalihkan pandangannya ke lain arah dan ntah kenapa jantungnya kini berdetak cepat. Melihat Keisha mengalihkan pandangan kearah lain membuat alvares ingin segera menghampiri nya.


Para cewek yang di taman berbisik-bisik melihat Alvares berjalan seperti pergi mendekat cewek berada duduk di kursi panjang dan-.


...----------------...


...jangan lupa dukunganya!!...