
Author ada cerita Baru ni. Klik profil author dan tekan karya baru author. Yang Berjudul
PERJODOHAN GADIS SMA DENGAN ABDI NEGARA
Jangan lupa di baca ya..
Selamat membaca para readers..
...----------------...
Suara peluit begitu terdengar memekakkan telinga.
Wasit melakukan jump ball lebih terdahulu sebelum memulai pertandingan. Dan Bola basket itu berhasil di ambil oleh Ryan. Alvares dan regu basket lainnya dengan cepat berusaha mengejar dan merebut bola basket itu dari Ryan. Saat bola itu di lempar ke ring oleh Ryan. Dino melompat dan mengambil bola basket itu sebelum masuk ke Ring.
"Damn ****". Gumam Ryan kesal. Melihat bola basket nya di rebut oleh Dino padahal sedikit lagi masuk Ke Ring.
Pertandingan terus berlanjut sampai sudah beberapa menit. Dan sekarang school teladan mencetak poin empat puluh lima. Sedangkan SMA harapan Empat puluh.
Alvares melihat di hadapan nya ada regu Ryan yang sedang mengepung nya. Dengan pandangan Alvares tetap fokus kedepan tanpa sadari oleh regu Ryan. Kalau Alvares melemparkan bola itu ia lempar kearah Andi.
Andi berhasil menangkap bola nya. Namun itu cuman beberapa detik. Karena tiba tiba Ryan di hadapannya. Andi menelan ludah dengan susah payah ia gak tau harus bagaimana lagi. Bahkan waktu sedikit lagi half time.
"Ayooo Alvares kamu pasti bisa."
"Alvares ayoo.. ayoo.."
Orang di atas Tribune tidak ada henti-hentinya memberikan kata semangat untuk cowok idaman mereka. Terutama Alvares, sungguh cowok itu sangat tampan dengan nafas terengah-engah dan keringat di tubuhnya. Sungguh cowok sangat perfect and cool.
"Gila gue disini mau hampir mati berdiri. Malah Alvares yang di beri dukungan. Emang rasanya anj* banget kek odading mang oleng." Gumam andi dongkol.
"Hah! mau kemana lu. Liat sekarang Lo gak bisa kemana mana lagi kan. Mending itu bola kasih gue." Pinta Arif. yang berdiri di hadapan Andi dengan gaya angkuh.
"Mau bola ni sayang." Ujar Andi genit.
"Sayang sayang cuih najis." Arif memperagakan gaya membuang ludah kesamping. Seolah merasa jijk atas ucapan Andi.
"Lama banget sih." Ketus Ryan yang dari tadi berdiri di depan Andi. Saat Ryan maju beberapa langkah mendekati Andi untuk mencoba merebut bola itu dari cowok itu. Namun Andi segera melempar kan bola itu udara.
"Ambil aja sendiri." Ucap Andi dengan gaya sombong. Tatapan sorot mata Andi seperti sangat meremehkan kan lawannya. Membuat Arif menjadi dongkol melihat nya.
Alvares dengan siap siaga. Mengambil bola itu, yang di lempar ke udara. Cowok itu mendribble bola dan mengshoting bola basket itu dari jauh. Dan bola itu masuk ke Ring dengan tepat sasaran.
Teriakan dari tim chealeadears dan orang di atas Tribune. Sungguh menghebohkan tempat pertandingan dan juga suara peluit begitu juga terdengar memekakkan telinga. Menandakan waktunya istirahat atau jeda untuk mengatur strategi dan memulihkan tubuh kembali. Sebelum babak kedua di mulai.
"Hebat Lo res." Ucap Dino seraya merangkul pundak Alvares. Cowok itu hanya senyum tipis membalas pujian dari dino
"Gila benar dah lu Alvares. Mainnya behhh. Hebat banget." Puji Andi seraya mengancung kan jempol nya.
"Kalian juga kok. Karena kalian juga mainnya sportif. Maka tim kita bisa mencetak beberapa poin." Ujar Alvares. Sebuah pertandingan basket di katakan hebat itu. Kerena berkat regunya sportif dan tidak asal main menyalakan tim sendiri jika melakukan kesalahan. Kalau ada salah satu mereka melakukan kesalahan kita akan memperbaikinya sama sama. Dan mencoba berusaha mengejar poin sebanyak mungkin.
Para pelatih dan regu lainnya berkumpul. Untuk merencanakan strategi selanjutnya. Sebelum itu banyak para cewek cewek memberikan minuman kepada Alvares. Sehingga cowok itu sulit memegang begitu banyak botol Air. Tapi, cowok itu hanya minum dari air pemberian vino. Sekian banyak orang kasih minuman. Cuman punya vino yang ia minum. Sedangkan keisha hanya menatap para cowok dengan tatapan susah di tebak.
Ryan berdiri dan menghadap temannya yang sedang duduk. Cowok itu dari tadi asik memarahi anggota nya. Sungguh Ryan itu sekarang merasa kesal dan malu mencampur aduk menjadi satu. Akibat tertinggal poin begitu jauh dari sekolah school teladan.
"Argh kalian semua gak becus. Dan Lo juga Arif asik sibuk ngomong sama Andi. Bukannya rebut terus tu bola malah ngomong." Ucap emosi Ryan.
Arif yang di marahin merasa kesal sama kapten nya. Padahal cowok itu juga gak becus. Tidak segara mengambil bola. Pas bola itu melambung ke udara. Mau apa boleh buat. Mau protes gak bisa yang nantik kalau protes pasti di keluarin dari tim basket. Lebih diam aja agar tidak memperkeruh keadaan.
******
"Neha, Dina. Gue pergi ke toilet dulu ya." Ucap Keisha.
"Mau konser. Yahh mau pipis lah." Balas akhir kalimat Keisha dengan perasaan dongkol. Karena sebentar lagi air kencing nya mau keluar.
"Oke oke. Jangan lama lama ya. Bentar lagi pertandingan basket nya mau mulai." Ujar Dina dan neha.
"Iya'-iya". Balas Keisha. Dan cewek segera cepat cepat berlari menuju ke toilet. Perasaan Keisha menjadi kesal setengah mati. Padahal kencing nya dikit lagi mau keluar. Cewek itu kesal karena ada yang menghalangi jalan nya.
"Hai."
"Iya".
"Boleh kenalan."
"Boleh."
"Nam-"
"Kenalin nama gue Keisha." Tangan Keisha terulur untuk menjabat dengan tangan seorang cowok itu sebagai perkenalan. Dan Keisha pun segera pamit pada cowok tersebut. Cowok tersebut menatap kepergian Keisha dengan senyuman lebar. Pandangan cowok itu beralih pada ke tangannya yang tadi di pengang oleh Keisha. Bahkan mencium aroma tangan nya tersebut. Dan aroma Keisha tercium di Indra penciuman.
Keisha keluar toilet dengan perasaan lega. Karena tadi hampir aja ia kencing di celana. Tiba-tiba ada cowok yang begitu tampan menatap Keisha. Dan Keisha sangat mengenali cowok tersebut.
Tanpa Aba-aba cowok itu mendekat ke kuping Keisha."Makasih atas hadiahnya." Kata yang singkat mampu membuat jantung gadis itu berdebar tidak karuan.
"Dan sekali, lagi gue mau bilang. Jauhin cowok yang bernama Ryan. Karena gue gak suka lu dekat sama dia." Cowok itu berlenggang pergi meninggalkan Keisha memantung.
"Hah. Hadiah-Jauhin. Maksudnya apaan dah. Dan Kok bisa tiba-tiba Alvares ada disini." Gumam Keisha bingung sembari mengeryitkan dahinya. Ntah kenapa cowok itu berdiri di depan toilet wanita. Dan berdiri dekat kuping nya mengatakan yang susah di cerna baginya.
Dengan perasaan bingung sekaligus salting. Karena cowok itu berbisik pada. Padahal cuman mengatakan dekat telinga cewek tu. Sudah membuatnya salting. Biasanya Keisha tidak pernah merasakan seperti itu. Apakah dia sudah ada rasa terhadap Alvares.
*****
Wasit melakukan jump ball. Sebagai tanda permainan sudah di mulai. Wasit itu pun mundur beberapa langkah dan membunyikan peluit yang memekakkan telinga. Bola tersebut basket berhasil di ambil oleh Alvares.
"Ihh cowok gue ganteng banget."
"Hebat banget bisa ngambilin bola basket nya. Rebutin hati saya juga dong."
Cewek di atas Tribune memulai heboh lagi. Namun tiba-tiba suara kehebohan itu menjadi suara kaget.
Brukk
Arif mendorong tubuh Alvares dengan sangat kasar.
...----------------...
Maaf buat para readers atas kelamaan update nya soal nya author ikut PMR. 😀🙏
Jadi begitu lah banyak urusan. Tapi sekarang Alhamdulillah udah selesai kok. Makasih atas setia menunggu karya author update 😘
----------------
**Thanks you...
Jangan lupa dukunganya**
LIKE..
VOTE...
KOMENTAR...