Geng Motor And School

Geng Motor And School
Ajak ketemuan



Ia pun masuk kedalam rumah mewahnya. Tiba-tiba ponselnya berdering dan tertera nama seseorang yang selalu ia berusaha hindari.


"Ck' kenapa sih cowok gak berhenti-henti nya nelepon gue" Gumam Keisha kesal. Dengan terpaksa cewek itu mengangkat telepon dari Ryan.


"Halo, ada apa" Ucapnya ketus setelah mendekatkan ponselnya di telinganya.


"Galak amat sih" Balas Ryan seraya terkekeh pelan. Membuat Keisha di seberang sana memutar bola matanya malas.


"Dah gausah banyak bacot, Lo telepon gue karena apa!. Dan lagi gue gak bisa lama-lama hanya untuk mendengarkan ocehan Lo yang gajelas" Ujar Keisha yang gak sanggup harus teleponan lama-lama sama Ryan. Karena apa dia tidak ingin menghianti Alvares, sebab dirinya teleponan sama cowok lain.


Ryan hanya menghela nafas panjang. "Untuk Lo cantik, kalau gak cantik mana gue sama teleponan sama Lo" Batin Ryan kesal.


"Ketemuan yuk." Mendengarnya Keisha menjadi kaget.


"Hah buat apa?" Sahut Keisha kaget dengan ajakan Ryan.


"Enggak-enggak gue gak bisa" Tambahnya lagi.


"Yuklah Keisha sekali nii.... aja kita ketemuan nya. Soalnya gue pengen lihat wajah kamu lagi. Ntar nantik kita jalan-jalan gue traktir deh. Mau kemana ke mall, ke restauran. Tenang aja biar gue bayarin semuanya. Asalkan Lo mau ketemuan. Kalau Lo pengen di jemput juga boleh. Lo kasih alamat rumah mu. Sekarang gue jemput" Ujar Ryan yang sangat ingin ketemuan dengan gadis yang cantik ini.


"Gue gak bisa. Dah malam soalnya. Lo buat apa sih ajak ketemuan, Karena pengen liat muka gue. Emang dasar cowok gajelas Lo" Cibir Keisha di akhir kalimat.


"Gue gak jelas-jelas gini. Tapi gue sayang banget Loh. Sama kamu kei" Lirih Ryan sembari menatap langit-langit malam.


"Hah? sayang. Ngapain Lo sayang sama gue" Balas Keisha sambil mengerutkan dahinya. Keisha belum tahu kalau si Ryan suka sama dirinya.


"Emang gak boleh ya sayang sesama manusia" Ucap Ryan di seberang telepon.


"Enggak boleh! soalnya gue dah punya cowok." Ryan samar-samar kalau Keisha sudah punya cowok.


Dia pun berusaha bertanya kembali memastikan bahwa dirinya dengar itu benar atau tidak. Kalau benar, tetap saja Ryan akan berusaha mendapatkan Keisha dan menjadi miliknya. Kalau sebaliknya Ryan sangat senang.


Tetapi dia ingin memastikan, dan bertanya Keisha dah punya cowok apa belum. Namun apa yang di tanyak oleh Ryan tidak di jawab oleh Keisha.


"Halo... Halo Keisha" Panggil Ryan di seberang telepon. Sayangnya panggilannya tidak gubris. Dia pun menatap layar ponselnya. Ternyata teleponan sudah di matikan sepihak oleh Keisha secara tiba-tiba.


Ryan mendesah berat. Cowok itu pun menyugar rambutnya kebelakang. "Semoga apa yang gue denger kalau Lo dah punya cowok itu gak benar"


...****...


"Vin, kemana itu pacar Lo" Tanyak Gilang dengan nada mengejek. Vino yang sedari tadi duduk santai kini mendelik matanya tajam.


"Jangan gitu Vin, nantik kalau Lo begitu nantik cewek gak ada yang naksir sama Lo" Cibir Dino dan mengundang tawa dari mereka.


"Diam kalian semua" Sentak Vino kesal. Seketika mereka langsung diam melihat Vino yang mukanya sudah memerah karena menahan amarah.


Alvares dengan gaya coolnya turun dari motor sport nya. Membuat para cewek di sekitar berteriak histeris dengan ketampanan Alvares. Cowok itu pun menatap teman gengnya yang sedang berkumpul di satu meja. Terlihat mereka seperti tidak baik-baik saja.


Alvares pun berjalan mendekati mereka yang sedang berada di Cafe depan sekolah Vino. Cowok itu mengajak anggota gengnya berkumpul di sebuah cafe yang biasa mereka kumpul untuk membahas sesuatu.


Namun setelah anggotanya berkumpul. Vino yang sebagai Paketu Bet Life di jadiin bahan candaan oleh anggotanya. Pasca gara-gara cewek sialan itu, Nana.


Alvares yang sikapnya dingin langsung duduk. Dan menatap gantian para temannya yang tengah menunduk kepalanya.


"Jadi buat apa Lo kumpul kita-kita disini" Tanyak Alvares dingin yang membuka suara. Semua pun dengan mode serius mendengarkan apa yang akan di tuturkan oleh Pak ketua mereka katakan, bahwa mereka akan berbicara hal serius.


Saat vino ingin menjawabnya, tiba-tiba ada suara yang sangat mengusiknya. Sehingga Vino yang ingin menjawab dari pertanyaan Alvares, di urungkan niatnya itu.


Bruk..


"Aduh... sakit Kelly" Pekik Nana sembari meringis sakit di bokongnya. Sontak mengundang perhatian semua orang mendengar teriakkan Nana.


"Upss maaf, makanya jangan ngelamun. lagian kamu tadi liat apa sih sampai panggilan aku tidak di jawab" Kelly pun menoleh kesamping, menyipitkan matanya.


Matanya membulat lebar. "Gila itu cowok ganteng banget" Pekiknya histeris membuat orang yang berada di sekitar menganggap dua wanita itu gila.


Vino mengehela nafas berat. Ntah kenapa dua cewek itu merupakan satu sekolah dengannya bahkan satu kelas. Selalu membuat mengundang perhatian semua orang, yang pastinya gak jelas apa mereka buat.


Para cowok yang satu meja dengan vino. Menatap dua cewek itu heran, "Aneh banget cewek Lo. Kayaknya cewek itu Lo lagi sakit Vin. Mending Lo bawa kerumah sakit jiwa sana.." Tanpa di sadari vino menatap penuh amarah kepada Gilang.


Krek...


"Aaa....."