
Keisha berguling-guling di kasur dengan pikiran melayang tentang Alvares. Yang dimana cowok tu mengucap terima kasih sambil memengang pipinya.
"Argh kok gue jadi salting gini sih." Monolog nya dengan mukanya ia tutup dengan batal.
"Apa mungkin gue suka sama Alvares. Gak mungkin, gue suka sama Alvares." Pekik nya Sambil memengang erat batal guling nya dan berguling-guling di kasur.
"Kenapa kamu teriak teriak. Mancam anak stress." Ujar Fina-mamanya Keisha. Dirinya tadi berjalan lantai dua. kini masuk kedalam kamar Keisha. Karena mendengar putrinya teriak teriak sendiri.
Seketika Keisha langsung diam setelah mendengar suara ia sangat kenali. Keisha merutuki dirinya sendiri karena teriak teriak gajelas hanya karena memikirkan bahwa dirinya menyukai Alvares.
"Gak ada apa apa kok mah. Cuman kelupaan Kalau besok ada Ekskul musik." Ucap Keisha dengan cengengesan.
"Terus kenapa mesti teriak teriak kalau besok ada Ekskul. Mancam orang gila aja." Ucap Fina-mamanya. Wanita paruh baya itu pergi setelah mengatakan itu pada putrinya.
Keisha tersenyum kecut mendengar perkataan mamanya, yang bikin hatinya sedikit terluka atas penuturan mamanya. Ia pun mulai memejamkan matanya, karena sekarang waktunya sudah untuk dirinya tidur.
*
*
Semua orang di sekolah pada teriak histeris, teriak histeris itu berasal dari anak cewek yang alay sekolah.
Seseorang anak cowok dengan wajah yang tampan seperti bak dewa, dengan pakaian seragam yang rapi, dan rambutnya yang hitam lebat juga tersisir rapi. Cowok itu dengan raut wajah yang datar berjalan santai dengan tangan nya ia masukkan dalam saku celananya.
"Alvares." Suara bariton terdengar dari belakang.dan ia pun membalikkan badannya di mana suara orang itu berada. Terlihat cewek dengan makeup begitu tebal seperti badut.
"Apa kabar kamu sekarang." Tanyak nya yang sudah berada dekat Alvares. Cowok itu dengan raut wajah datar nya ia melanjutkan langkahnya tanpa niat menjawab pertanyaan perempuan itu yang pastinya perempuan itu bernama Bella.
Bella yang melihat Alvares gak menjawab pertanyaan merasa kecewa. Padahal dirinya sangat merindukan sosok cowok yang selalu ada di dalam hatinya. Tapi nyatanya cowok itu tidak peduli padanya. boro boro peduli ngomong aja jarang. Alvares sikapnya sangat dingin tapi pi sayang cowok itu sangat tampan. Membuat para cewek pasti banyak mengejar nya.
"Alvares Lo dah sembuh kan." Tanyak nya lagi seraya berusaha berjalan sejajar dengan Alvares.
Tiba tiba datang lagi seorang cewek dengan senyuman lebar sambil berjalan mendekat tin Alvares. Bagi nya senyuman cewek tu seperti hantu Momo.
"Alvares gue kangen sama Lo." Ucap cewek itu dengan memelas seraya memegang lengan Alvares. Dirinya pun segera melepaskan tangan cewek itu yang memegang lengan nya.
Bella menjadi kesal pada cewek dengan gaya genitnya itu. Karena berani beraninya cewek tu, mendekati pujaan hati nya. Padahal kenyataannya dirinya juga genit.
"Ngapain Lo kesini." Ketus Bella pada perempuan samping Alvares.
"Upss. Baru tau gue kalau ada ikan lele disini." Sindir Bianca Tidak ada orang lain selain dirinya dan Alvares, emosi nya pun naik.
"Lo genit. Gausah kurang ajar ya. Kalau mau berantem bilang."Ucap Ketus Bella yang emosi nya sudah naik.
Bianca berdecak sebal."Kenapa Lo merasa tersindir. Baperan amat sih." Balas Bianca seraya memutarkan bola matanya malas. Alvares yang berada mereka berdua merasa pusing mendengar ocehan gajelas. Kayak nya mereka butuh cermin besar biar bella dan Bianca tu ngaca lalu sadar bahwa mereka berdua tu sama sama genitnya.
Melihat Keisha baru keluar dari kelas Ekskul musik. Alvares pun segera menghampiri dan meninggalkan dua wanita yang alay itu.
Keisha pun tersenyum tipis sambil menatap Alvares yang berada dekat nya. Para anak sekolah siswa siswi gak lama lagi bakal akan ada ujian. Bagi yang sudah kelas dua belas bakal ikut ujian kelulusan. Sedangkan Para sebelas dan sepuluh mereka akan ujian naik kelas selanjutnya.
Keisha yang ekskul musik, waktu Latihan nya makin bertambah. Karena dirinya bakal ikut nyanyi sekaligus bermain musik. Berbagai acara pun segera menantikan mereka.
Pertandingan basket yang di undurkan karena ada terjadi sesuatu masalah. Kini akan di akan mulai lagi yang tentunya lawan nya masih sama. Alvares yang kondisi tidak memungkinkan tetap ingin ikut.
"Lebih baik lo gausah ikut Lomba basket. Lo kan baru sembuh." Ujar keisha perhatian pada kondisi Alvares.
"Khawatir?". Tanyak Alvares singkat mampu membuat Keisha kesal setengah mati.
...----------------...
Mohon maaf karena jarang sekali updatenya. soalnya banyak kali urusan di real 🥺. Doakan saja semoga bisa update selalu walaupun katanya sedikit :) Makasih atas dukungan nya selama ini para readers♥️.