
Keisha menatap layar ponselnya dengan senyam-senyum sendiri. Dari tadi cewek cantik itu, tidak ada henti-hentinya membalas chat seorang. Yang di ketahui kini telah menjadi kekasihnya. Tanpa sadari cowok berpakaian kaos hitam dan celana pendek kini bersandar di pintu, tengah menatap Keisha yang sedang salting sendiri sambil menatap layar ponselnya.
"Hahaha.. Jadi makin cinta deh" Ucap Keisha yang sudah sinting. Dan mengskrol chatnya dari Alvares sembari membacanya.
Vino pun berjalan dan mengambil ponsel adiknya itu. Melihat ponselnya di ambil, membuat Keisha menjadi emosi. Apalagi setelah mengetahui yang mengambil ponselnya itu adalah Vino.
"Chattingan sama siapa Lo. Sampai senyum-senyum sendiri mancam orang gila." Ucap vino yang sedang memengang ponsel adiknya. Keisha tidak menggubris dengan perkataan vino. Ia malah berusaha mendapatkan ponselnya kembali dari cowok itu.
"Kak Vino balikin," Pekik Keisha kesal sembari berusaha mengambil ponselnya kembali dari kakaknya itu. Namun seberapa Keisha berusaha tetap saja hasilnya nihil, cowok itu mampu mengelak dari tangan Keisha yang sedang berusaha mengambil ponselnya dari tangan vino.
"Bentar! gue mau lihat dulu, sama siapa Lo chattingan" Balas Vino seraya mengangkat tinggi ponsel adiknya itu. Keisha pun menjinjit kakinya untuk berusaha mengambil ponselnya yang diangkat tinggi-tinggi oleh cowok itu.
"Kepo banget sih Lo sama urusan orang. Bawa balik sini ponsel gue" Sahut ketus Keisha. Vino pun tersenyum simpul dan bersigap berlari keluar kamar adiknya itu. Keisha yang melihat abangnya berlari membawa ponselnya mengacak rambut frustasi.
"Jangan sampai anak bangs*t itu lihat chattingan gue sama Alvares. Apalagi liat nama kontaknya.." Gerutu Keisha. Ia pun berlari keluar kamar dan mencari keberadaan abangnya itu yang membawa ponselnya.
Vino mengeryitkan dahinya heran membaca nama kontak seseorang. "Hah bubu?," Ia pun segera mengskrol chattingan mereka. Tapi sudah telat cewek itu sudah ada di hadapannya dengan emosi yang memuncak.
"Balikin...." Pekik Keisha hingga suaranya melenggar satu rumah. Para pembantu mereka pun datang dan melihat pertikaian adik dan kakak tersebut.
"Siapa bubu sha?" Tanyak vino dengan nada meledek. Keisha mendengarnya mengepal tangannya erat ingin sekali ia meninju muka abangnya yang kayak setan. Dan dirinya juga sedikit malu karena telah menaruk nama kontak kekasihnya dengan tulisan bubu. Tapi gpp daripada nama Alvares yang ada langsung mati berdiri Keisha misalnya vino membaca chatannya sama Alvares.
Adik dan kakak itu tidak ada henti-hentinya berlari sampai memutar satu rumah. Para pembantu pun mengeleng kepalanya melihat anak majikannya itu seperti kucing dan tikus.
Kemudian pembantu rumah mereka itu sebenarnya ingin mengasih tahu kalau ada temannya den, vino yang datang. Tapi Vino tidak menggubris perkataan pembantunya itu kalau ada temannya yang datang, malahan cowok itu tidak ada henti-hentinya berlari dan mengejek Keisha.
Disisi lain. Empat cowok inti geng Bet Life sekarang tengah duduk di sofa ruang tamu rumah Vino seorang paketu di Geng Bet Life. Tapi ntah kemana lah pak ketua Geng Bet Life ini tidak muncul juga. Padahal mereka ini sudah menunggu vino sudah dari tadi di rumah cowok itu.
"Ck' mana sih paketu ini lama banget datangnya" Ucap Andi berdecak kesal. Ia dari tadi tidak ada tenang sedikitpun menunggu Vino.
"Mungkin vino lagi mandi, makanya lama" Ujar Dino yang terlihat tenang duduk di sofa sambil memakan beberapa cookies yang di sediakan oleh pembantu rumah Vino.
Melihat Dino memakan cookies, Andi pun juga turut memakan cookies tersebut."Enak banget ya cookiesnya" Ucap Andi sambil mengunyah cookies di dalam mulutnya. Dino pun mengangguk setuju apa yang diucapkan Andi. Bahwa cookies mereka makan itu sangat enak.
Alvares menatap mereka datar yang sedang memakan cookies, sedangkan dirinya hanya duduk diam santai aja. Terlihat di wajah Alvares terdapat beberapa lebam, seperti abis berantem aja cowok itu.
Hingga Vino berlari dari kejaran Keisha yang tadi berusaha mengambil ponselnya dari dirinya, mereka pun sampai di ruang tamu. Sontak para inti Geng Bet Life melihat mereka berdua dengan tatapan bingung. Terlihat Keisha sudah nafasnya naik turun akibat berlari mengejar abangnya.
"Kak vino nyebelin.... sini balikin ponsel gue bangsa*t" Pinta keisha dengan nafas terengah-engah. Keisha membungkuk dan memengang lututnya berusaha menetralkan sesak nafasnya akibat berlari mengejar Vino.
"Oi setan balikin ponsel gue, apa mau Lo gue aduin ke nyokap" Ucap Keisha kesal. Vino terkekeh pelan melihat Keisha yang sangat kesal padanya.
"Silahkan bubu, gue gak takut." Mendengar perkataan Vino yang memanggil Keisha bubuk membuat, empat cowok itu bingung sekaligus geli mendengarnya. Alvares sendiri pun mengeryitkan dahinya mendengar vino memanggil Keisha bubu?.
"Bubu," Gumam Alvares mengeryitkan dahinya heran.
"Paketu Lo manggil sih Keisha bubu," Ucap Dino gak nyangka aja kalau vino memanggil adiknya dengan sebutan bubu.
Vino mengalihkan pandangannya ketempat para anggota inti gengnya berada. Dia, baru sadar kalau ada mereka yang sedang duduk di sofa rumahnya.
"Sejak kapan kalian udah kesini" Tanyak vino seraya menaikkan alisnya. Keisha yang melihat abangnya lengah, ia pun segera melayangkan kakinya dan menyepak perut abangnya itu.
Dan suara jatuh ponselnya pun terdengar. Keisha melihat ngenes yang ponsel iPhone 12 pro maxnya, layar nya retak.
Bola mata vino membulat lebar melihat ponsel adiknya jatuh dan retak, itu pun akibat cewek itu sendiri siapa suruh nyepak dirinya. Jadinya ponsel adiknya yang ia pengang jadi jatuhkan.
"IPhone gue." Suara Keisha begitu melenggar satu ruangan. Alvares, vino, Dino, gilang, Andi, empat cowok itu menutup telinganya mendengar teriakkan Keisha.
"Hiks.... hiks aku gak mau tau, ke harus ganti ini hp iPhone gue dengan iPhone yang baru" Ucap Keisha di sela-sela tangis. Vino menggaruk tengkuknya bingung dengan apa yang telah perbuat hingga adiknya itu minta ganti dengan iPhone baru.
"Udah jangan nanggis lagi kan bisa di perbaiki lagi hpnya." Cowok itu menggelap air mata adiknya dengan jari jempolnya. Andi dan Dino terkekeh geli melihat adik dan kakak itu.
Alvares melihat itu ingin menghapus air mata yang telah menjadi kekasihnya itu. Namun ia urungkan soalnya, mereka berpacaran privat cukup meraka berdua aja yang tahu.
"Tullah Lo vino, ambil hp Keisha lagi! jadi rusakan hpnya" Ucap Gilang mengompori. Vino yang mendengar perkataan Gilang mendengus kesal.
Keisha yang mendengar ada suara cowok itu pun membalikkan badannya menatap empat cowok itu. Sekarang jantungnya berdetak kencang melihat para empat cowok itu. Apalagi ada kekasihnya juga disitu.
"Aduuh malu banget bngke bisa-bisanya ada Alvares. Dia liat gue nanggis gak! aduuh jadi malu banget" Umpat Keisha dengan pipi merah merona karena malu. Pandangan cewek itu pun menunduk. Vino yang melihat reaksi adiknya berubah menjadi penasaran.
"Kenapa Lo" Tanyak vino yang Keisha menundukkan kepalanya.
"Bukan urusan ke" Balas Ketus Keisha, ia pun berlenggang pergi dari tempat itu juga. Vino menggaruk tengkuknya bingung melihat adiknya yang aneh, menurutnya. Cowok itu pun berjalan menuju ke sofa dan duduk di sofa tunggal.
"Vin!, anak geng motor si Ryan ajak tawuran, gimana"