Geng Motor And School

Geng Motor And School
Takut ketahuan



Alvares berjalan masuk di sebuah cafe. Baru saja cowok itu masuk, sudah mengundang perhatian banyak orang terutama para kaum hawa, mereka berbisik-bisik siapa cowok ganteng itu. Tetapi Alvares tidak memedulikan apa yang mereka bilang.


Tidak jauh dari sana tapi tempatnya masih sama juga. Seorang cewek berusaha menutupi wajahnya dengan buku menu agar tidak ketahuan. Ryan yang berada di depannya jadi merasa aneh dengan tingkah Keisha.


"Kamu kenapa" Tanyak Ryan yang melihat tingkah Keisha seperti orang ketakutan gitu. Namun apa yang di tanyakan oleh Ryan tidak di gubris oleh Keisha. Tetap saja cewek itu sibuk menutupi wajahnya dengan buku menu.


"Hello kamu gak papakan. Apa adakah orang yang kamu takutkan disini. Bilang saja sama aku biar aku hajar orangnya" Ujar Ryan mencoba menenangkan Keisha. Keisha bukannya takut sama seseorang. Tapi cewek itu takut ketahuan dengan Alvares. Karena ia sekarang ini tengah duduk berdua di satu meja dengan cowok. Takutnya pacarnya itu mengamuk dan juga berpikir macam-macam.


Cowok ganteng dengan baju kaos hitam dan celana jeans hitam. Menyipitkan matanya untuk berusaha melihat seseorang, kayak macam ia kenal. Namun seberusaha apapun ia mencoba melihat wajahnya. Tetap saja wajahnya itu tidak terlihat jelas. Karena wajahnya itu di tutupin oleh buku.


"Res Lo lagi liat apaan" Tanyak vino yang kayak melihat pandangan Alvares seperti kearah seseorang cewek yang mengenakan seragam sekolah dan duduk satu meja dengan cowok yang berada di depan cewek itu.


Seketika Alvares menoleh ke arah vino dan menaikkan alisnya sebelah. Vino mengehela nafas panjang melihat wakil gengnya.


"Lo lagi liat apaan" Ulang Vino yang pertanyaan tadi ia ucapkan.


Alvares mengeleng pelan. "Gue gak liat apa-apa." Mendengar jawaban perkataan membuat Vino tidak percaya begitu saja.


"Masak? gue liat Lo tadi lagi liatin cewek yang mengunakan seragam sekolah" Balas Vino dengan tatapan menatap sekilas cewek yang mengunakan seragam sekolah.


Alvares menghela nafas berat. "Bagi gue tu cewek kayak gak asing" Ucap Alvares dengan menatap cewek tersebut. Dan juga siapa cowok yang di depan cewek itu?, ia juga begitu penasaran dengan dua yang orang beda kelamin itu. Yang sedang duduk di satu meja.


Vino yang mendengar ucapan Alvares ujung bibir nya terangkat. "Sejak kapan Lo udah tertarik dengan namanya cewek" Ucap vino yang kayak gak nyangka dengan Alvares yang tidak pernah tersentuh sedikitpun dengan namanya cewek. Bahkan begitu banyak cewek cantik yang mengantri ingin menjadi pacarnya. Tetap saja Alvares tidak tertarik dan menolak pernyataan cinta mereka dengan mentah-mentah.


Tapi beda dengan Keisha. Ntah kenapa cowok yang dingin seperti kutub utara itu. Luluh pada gadis yang terkenal buat onar di sekolahnya. Dan ada seperti rasa nyaman jika berdekatan dengan Keisha.


Alvares mengeryitkan dahinya. Dan lebih memilih menyesap kopinya dari pada menjawab pertanyaan dari Paketunya itu.


Vino yang melihat Alvares diam dan datar. Dan juga seperti tidak ada niat menjawab pertanyaan yang ia lontarkan kepada cowok itu. Vino pun hanya menghela nafas panjang melihat temannya yang satu ini, si paling dingin. Lagipun sudah hal biasa bagi vino pertanyaan ia lontarkan kepada cowok itu tidak pernah mau menjawabnya. Jadi bukan hal baru lagi, bagi Sang ketua geng motor BET LIFE, Vino.


Sementara Keisha kini. Ia sudah berkeringat dingin. Rasanya ia ingin cepat-cepat keluar dari cafe ini. Tapi tidak bisa, takutnya Alvares melihat dirinya.


Sedangkan Ryan dari tadi hanya menatap bingung pada Keisha. Dan tatapan cowok itu berhenti pada Alvares. Cowok yang semalam yang, ia hajar bersama anggotanya. Ia mengepalkan tangannya emosi, dia sungguh tidak suka ada kehadiran Alvares disini. Takutnya cewek yang berada duduk di depannya ini. Dan yang sudah menarik perhatiannya. Kini takutnya jatuh cinta pada Alvares. Ryan tidak bakal itu terjadi, ia akan berusaha semaksimal mungkin mendapatkan hati Keisha.


Padahal kenyataannya Keisha sudah jatuh cinta pada Alvares. Sekarang ini aja, hubungan mereka sudah menjadi pasang kekasih. Jadi buat apa lagi Ryan mengejar yang sudah menjadi milik orang.


Dret...


Drett..


Keisha tiba-tiba sontak kaget mendengar suara nada dering telepon di saku roknya. Ia pun segera merogoh saku roknya dan mengambil ponselnya. Tertera di layar ponselnya Dina.


"Apaan sih Dina bikin kaget aja" Gumamnya didalam Batinnya. Keisha kirain yang menelponnya adalah Alvares. Kalau benar Alvares bisa-bisa mati berdiri dirinya. Ia pun menolak panggilan dari Dina, dan langsung mematikan ponselnya.


Dina yang berada di seberang sana. Yang tadi mencoba menelpon Keisha. Kini menggerutu kesal dengan teman karibnya. Berani-berani cewek itu menolak panggilan dari Dina yang cantik ini. Ia pun mencoba menghubungi teman karibnya itu lagi.


Keisha pun sontak menjadi kaget mendengar nada dering ponselnya berbunyi kembali. Ryan yang berada hadapan Keisha. Menjadi kepo siapa yang menelepon cewek itu. "Kenapa gak diangkat teleponnya" Tanyak Ryan sambil menaikkan alisnya sebelah. Keisha yang sudah menolak panggilan dari Dina pun melentakan ponselnya di atas meja. Kini pasti si Dina itu tidak bisa menghubungi dirinya lagi. Soalnya ponselnya sudah ia matikan daya.


"Ya.... karena yang orang telepon itu tidak penting" Balas Keisha seraya menyeruput jusnya.


Ia pun bernapas lega melihat pacarnya itu sudah pergi. Ryan yang dari tadi hanya diam dan menatap cewek depannya bingung. Dirinya pun berusaha bodoh amat, cukup melihat wajah cantiknya Keisha ia sudah cukup senang. Walaupun cewek itu dari tadi tidak menjawab pertanyaan.


"Tadi kamu ingin ngomongin sesuatu. Cepat ngomongin sekarang. Soalnya aku mau pulang nantik di cariin sama orang tua ku" Ucap Keisha yang tidak sabaran.


"Nantik pulang aku antar gimana" Tawar Ryan kepada Keisha. Ia ingin biar bisa lebih dekat dengan cewek ini dan ingin tahu dimana tempat tinggalnya.


"Makasih udah tawarin. Tapi aku udah bawa mobil sendiri itu mobilnya di depan Supermaket." Ucap keisha seraya menunjuk mobilnya yang terparkir di depan Supermaket.


Ryan pun mengangguk kepalanya paham. "Aku ingin bilang kita kayak pernah ketemu?"


...***...


Keisha yang sedang memakan keripik potato sembari mencoba berusaha menghubungi seseorang. Perasaannya langsung senang panggilannya yang ketiga kali ini langsung di jawab sama orang yang ia hubungi.


"Iya ada apa?" Tanyak seseorang telepon di sebrang sana. Keisha yang mendengar suaranya aja langsung salting.


"Mmm? kamu kenapa baru angkat panggilan telepon aku" Ucapnya Keisha sambil mengaduk potatonya.


Alvares orang yang telah yang di hubungi berulang kali oleh Keisha. Ujung bibirnya menjadi senyuman sangat tipis sampai tidak bisa di lihat siapa-siapapun.


"Maaf sayang aku tadi ada urusan. Makanya gak bisa angkat telepon kamu" Balas Alvares. Kini cowok itu berada di perusahaan Papanya. Baru saja cowok itu selesai meeting. Yang pastinya di suruh oleh papanya Alvares. Untuk cowok itu pergi menghadiri meeting. Gak mau gak mau cowok itu menurut dengan perintah Papanya.


Cowok yang sudah di jenjang SMA itu. Di tuntut oleh Papanya belajar mengatur perusahaan. Ia ingin putra tunggalnya itu bisa menggantikan posisinya. Yang biasa anak remaja lain bermain, berkumpul sama kawan-kawannya. Tetapi beda dengan cowok itu. Ia harus belajar bagaimana cara menghandle perusahaan. Dan umurnya pun terbilang masih muda. Alvares pun mencoba menerima dengan hati hati dengan permintaan Papanya walaupun ada rasa terpaksa.


Rasa pusing yang menyerang kepalanya dan juga rasa lelah. Kini tiba-tiba langsung hilang dengan hanya mendengar cewek yang sudah bikin ia jatuh hati padanya.


Keisha yang mendengar jawaban Alvares hanya mangut-mangut walaupun tidak bisa di liat oleh Alvares yang di sebrang telepon. Dan ia juga menjawabnya hanya bero'h ria.


"Sayang tadi siang kamu kemana?. Aku tadi pas siang kayak ada liat kamu di sebuah Cafe, sama seseorang cowok!". Keisha yang mendengar pertanyaan Alvares jantungnya kini berdetak kencang dari pada sebelumnya.


"Mmm tad-"


...----------------...


JANGAN LUPA DUKUNGANYA


LIKE


VOTE


HADIAH


KOMENTAR


JANGAN LUPA GIFT HADIAHNYA YA!🤗