Geng Motor And School

Geng Motor And School
Sekolah



Pagi hari pun datang, ia pun bersiap-siap untuk berangkat sekolah, selesai dengan bersiap-siap mulai dari memakai pakaian sekolah dan semua yang di butuhkan untuk sekolah dah siap, ia pun turun kelantai bawah menuju ke dapur,gak jauh dari dapur ada ruang meja makan,di meja makan itu sudah ada mamanya dan Abangnya yang sudah menggunakan seragam sekolah. Mereka sedang menunggu Keisha untuk sarapan bareng.


"Selamat pagi mama dan kak vino". ucap keisha seraya menarik kursi dan mendudukan bokong nya di kursi.


"Pagi juga sha".jawab samaan Fina dan vino


Mereka pun mengambil piring,dan menaruh nasi dan lauk di piring masing masing,dan mereka pun memulai memakan nya, tidak ada yang bersuara mereka sibuk dengan makanan masing-masing, hanya suara dentingan sendok aja!.


Selesai makan mereka pun berangkat ke sekolah,"Mama kami berangkat sekolah dulu ya". pamit mereka berdua.Vino dan keisha mereka beda sekolah, Keisha sekolah di high school teladan, sedangkan vino SMA negeri school.Keisha pergi sekolah nya menggunakan mobil sedang kan vino menggunakan motor sport nya.


Pukul 7:10 Keisha sudah berada di sekolah, Keisha berjalan di koridor menuju ke kelasnya, pertengahan jalan ia melihat ke samping yang gak jauh darinya ia melihat vares sedang duduk sambil membaca buku, yang tadi ekspresi wajah nya datar sekarang melihat kearah vares dengan sorot mata tajam dan kesal."Si babu sekolah,awas lu tunggu aja pembalasan gue, apa yang lu lakuin ke gue". gumamnya


"Keisha". Panggil neha dan Dina dengan nada suara keras.ia yang tadi memperhatikan vares tanpa tahu temannya datang, sontak membuat kaget,"Eh monyet-monyet". ucap nya kaget. "is kalian bisa gak gausah kagetin orang". bilang nya kesal.


Mereka berdua mencengir."Hehe sorry-sorry". ucap mereka berdua, Keisha memutarkan bola matanya dengan malas.


"Emang disini ada monyet". bilang neha yang mendengar Keisha tadi menyebut monyet tadi.


"Ada"


"mana? monyetnya".


"Lu berdua monyet nya". cibir nya


"Setan emang lu, cantik-cantik gini di katain monyet". bilang Dina


"Kan emang kenyataan lu berdua mirip monyet". ucapnya malas


"Cih lu kali yang mirip monyet". Cibir Dina yang gak terima ia di katain monyet


"Keisha tadi lu liatin siapa sih serius amat".tanyak neha ya dari tadi diam memperhatikan mereka berdua kini bersuara.


"Gak ada". jawabnya singkat dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua, Mereka memantung melihat Keisha pergi meninggalkan mereka.


"Neha liat tu ada ayang vares".Tunjuk Dina mengarah ke belakang neha,neha yang berdiri di hadapan Dina memutar kan badannya menghadap kebelakang yang dimana gak jauh dari mereka ada cowok sangat tampan dan menawan itu sedang membaca buku.


"Iyaa".jawab neha tercengang kagum melihat vares yang tampak di mata mereka berdua vares sangat tampan,apalagi sedikit angin yang berhembus kearah vares membuat sedikit rambut vares berterbangan mengikuti arah angin.


"Ayang vares". panggil mereka dengan teriak


Vares yang tadi baca buku, mendengar kan teriakan yang memanggil namanya mengarah kan pandangan nya ke kanan di koridor sekolah tepat nya ada mereka berdua berdiri di situ sambil melambaikan tangan mereka.


Dina dan neha yang melihat vares melihat kearah mereka jadi salting.


"Aduuh dia liat kita". ucap Dina dengan salting


"anj*r jantung gue berdetak kencang". Bilang neha seraya memegang dadanya


Vares yang melihat mereka berdua aneh sendiri, ia pun berlenggang pergi dari tempat itu.


Mereka masih salting sendiri padahal vares sudah pergi,dan tanpa mereka sadari ada guru yang melihat mereka berdua yang berdiri tengah koridor dan bikin menghalangi jalan aja.


"Ngapain Kalian berdua masih berdiri disini". teriak seseorang yang di berada di belakang mereka, yang membentak mereka adalah guru laki-laki yang kepala nya botak, guru itu bernama Bobby, karena ada suara teriak sontak bikin mereka berdua kaget.


Dina dan neha mengelus dada nya yang berdebar karena kaget."Setan kali, siapa sih yang bikin kaget". ucap mereka berdua, mereka berdua pun membalikkan badan mereka karena suara itu berasal dari belakang Dian dan neha.


Dina dan neha tercengang kaget."Anj*r pak Bobby".gumam dina namun masih bisa di dengar oleh pak Bobby


"Gak ada siapa-siapa pak". Jawab terbata-bata Dina dan neha."Pergi masuk kelas sana sampai mau jam berapa kalian berdiri disini! kalau mau berdiri di lapangan sana tepat di tiang bendera sambil hormat bendera!". Bentak pak Bobby dengan nada masih samaa


Mereka berdua pun jadi kabur."kami permisi dulu pak". Bilang mereka dan terus berlari di koridor menuju ke kelas.


Sampai kekelas mereka ngos-ngosan, Keisha yang melihat temannya ngos-ngosan macam lari di kejar setan aja!.


"Kenapa kalian berdua?".tanyak nya


mereka menarik kursi dan mendudukan bokong mereka."Di marahin pak Bobby tadi". ucap neha yang masih ngos-ngosan


Keisha terkekeh mendengar temannya di marahin pak Bobby, apalagi guru itu termasuk guru killer juga sama kek buk yeyen, selain guru itu botak dan killer ngomong pun gak pernah selow! nada bicaranya kek pakai 10 mikrofon aja gila nya! guru itu pelajaran matematika,dahlah bukan pelajaran yang masuk ke otak yang ada pengen cepat mati di ajar sama guru itu!.


"Ketawa lu.." ketus Dina, Keisha hanya menjawab dengan cengengesan.


Bell masuk berbunyi.


TRINGG....


TRINGG...


TRINGG...


Guru pun masuk dan memulai pelajaran mereka semua.Setelah beberapa jam kemudian bell istirahat pun berbunyi.Para siswa-siswi pun berhamburan ke luar.


"Keisha,Dina, neha". Panggil kakak kelas perempuan yang bernama Rina ia juga menjabat sebagai OSIS, sebagai sekertaris.


Mereka berdua mendengar ada yang memanggil mereka, mereka bertiga pun mengarah kan pandangan mereka dimana kakak kelasnya itu berada,belum mereka menjawab nya, namun sudah kakak kelasnya duluan yang ngomong."Ke ruang BK sekarang!". Sambung nya lagi dan ia pun langsung pergi dari ruang adik kelas itu.


Mereka bertiga yang di suruh ke ruang BK,mereka pun keluar kelas menuju keruang BK, Sampai di ruang BK sudah ada orang tua mereka bertiga yang berada di ruang BK, dengan raut wajah yang susah di tebak.


Berdebatan, di pukul, kenak maki, kenak marah pun di mulai di dalam ruang BK tersebut, sampai suara mereka terdengar dari luar.


Beberapa jam kemudian akhirnya perdebatan mereka pun selesai orang tua mereka bertiga pun pamit dan minta maaf atas kelakuan anak mereka di sekolah.


Muka mereka bertiga pada merenggut semua, ada yang mengusap pipi mereka yang kenak tamparan,dan ada juga yang meringis kesakitan di area pinggang,tapi yang paling sadis kenak pukul keisha habis mukanya boonyok di pukul orang tuanya.


Mereka banyak di perhatikan semua orang, melihat mereka yang abis kenak pukulan,ada orang mencibir kan mereka,ada yang merasa kasian dan ada juga yang tertawa terbahak bahak ia adalah,Andi, Dino, Bianca. mereka bertiga paling puas melihat Keisha menderita.


"Haha makan, tu enak di pukul".Ucap Andi cukup keras sambil tertawa terbahak, mereka berdua yang mendengar ada yang mengejek Mereka sontak jadi malu,tapi beda dengan Keisha ia hanya diam dan cuek apa yang mereka bilang.


"Kenapa gak sampai mati aja lu di pukul,kan lumayan jadi sekolah ni gak ada yang bikin ulah lagi". Orang yang berada di situ menjadi kaget mendengar ucapan seorang itu.


Langkah Keisha pun menjadi berhenti, dan ia pun menghadap orang yang ucap pengen dirinya mati!.


"Yahh sayang nya gue gak dipukul sampai mati!,tapi keknya lu duluan yang pengen cepat mati!". Ucap nya sinis Keisha sambil tangannya di lipatkan ke dada


Bianca yang mendengar ucapan Keisha mendadak jadi marah,tapi tidak di hiraukan oleh Keisha ia langsung pergi menuju ke kelas.


Dan mendudukan bokong nya di kursi nya, sampai jam pelajaran habis dan bell pulang.


Para siswa siswi pun berhamburan keluar dan pulang.


Mereka bertiga pun pulang Tanpa berbicara sepotong kata pun, yang ada mereka pikirkan pas pulang pasti kenal amukan lebih ngeri dari pada di sekolah!.


Yahh benar saja, sudah ada mama Keisha duduk di sofa sambil menyilang kan kakinya,dan ekspresi nya susah di tebak!.