
"Kamu mau aku suapin gak?." Tawar Keisha. Alvares mendengar tawaran Keisha merasa aneh, kenapa aja tiba-tiba perempuan itu mau menyuapi nya. Setau nya Keisha orang nya tidak mudah akrab dengan namanya cowok, apalagi cowok kek Alvares yang paling ia benci.
Alvares mengerut kan dahinya sambil menatap ke arah Keisha. "Kenapa gak mau aku suapin." Tanyak Keisha kepo.
Alvares tersenyum simpul."Ada sakit apa kamu. sampai mau nyuapin saya makan.". Ucap Alvares.
Mendengus pelan. "Kamu jangan salah paham. Aku mau nyuapin karena sebagai tanda terima kasih atas kejadian di sekolah itu yang mana kamu telah lindungi gue." Balas Keisha kesal.
Alvares mengangguk paham."Kamu gausah repot repot suapin saya." Ucap Alvares datar.
"Terus kalau gak mau di suapin kamu makan nya. Kayak gimana, pakai kaki." Balas Keisha ambigu.
"Istilah dari mana sih. Makan pakai kaki gajelas kamu." Ucap Alvares seraya terkekeh pelan.
"Siapa yang gajelas. Gini ya. kan, tangan kamu luka jadi untuk pengang sendok kan jadi susah. Kalau pakai tangan gak bisa otomatis pakai kaki lah. Berarti kamu yang gajelas." Ujar keisha yang gak terima di bilang cowok itu gajelas di akhir kalimat.
"Yaudah deh." Balas Alvares gak mau di perdebatkan lagi." Tadi kamu bilang kan bisa makan pakai kaki. Coba kamu tes makan pakai kaki." Titah Alvares.
"Ck' ya gak bisa lah gblok makan pakai kaki." Balas Keisha ketus.
Alvares mendengar penuturan Keisha menjadi terkekeh."Yaudah jadi kenapa kamu bilang saya makan pakai kaki." Ucap Alvares sambil menggeleng kepala nya pelan.
"Kan dah saya bilang tangan mu luka, otomatis makan gak bisa pakai tangan kan. Terus gak bisa pakai tangan pakai kaki lah. Jadi kenapa lo Suruh gue makan pakai kaki. Yang sakit kan kamu buka gue." Gerutu Keisha sebal.
Alvares makin pusing dibuat oleh Keisha ada ada aja yang di pikiran perempuan itu makan pakai kaki
Aneh aneh aja di dalam pikiran nya.
"Kamu tanyak saya makan pakai apa." Ucap Alvares. Keisha mengangguk kepalanya sebagai jawaban.
"Saya gak makan." Balas Alvares datar. terjadi lah hening sejenak di antara mereka.
"Kalau kamu gak mau makan ntar nantik kamu tambah sakit." Ujar keisha. cewek tu mengambil makanan nya di atas nakas dan menyuapi Alvares.
"Buka mulut kamu." Pinta Keisha sambil memegang sendok untuk menyuapi Alvares.
"Saya gak mau." Balas Alvares datar.
"Nantik kalau gak makan Lo tambah sakit. Buka mulut mu sekarang." titah Keisha. Alvares tetap gak mau buka mulut nya ia hanya menatap datar ke Keisha.
"Mau Lo apa sih hah. Kalau pengen cepat mati bilang, biar gue bunuh lu sekarang." Ucap nya kesal. Alvares hanya diam mendengar penuturan Keisha.
"Ishh, kesal banget ni cowok. Tinggal makan aja ribet". Gumam Keisha dalam hati. Cewek tu tanpa sadar menyuapkan makanan yang seharusnya ia suap untuk Alvares. Kini makanannya masuk kedalam mulutnya.
Keisha mengunyah makanan itu pelan. Dan menelan makanan itu dengan susah payah. Karena makanan itu tidak ada rasa sekali.
"Makanan apa sih nih rasanya gak enak banget. Pengen muntah aku makannya. Gak ada rasa lagi, hambar banget rasanya." Gumamnya menatap piring berisi makanan seharusnya untuk orang sakit itu.
"Nama nya makanan untuk orang sakit." Celetuk Alvares datar.
"Tapi gak ni juga kali makanan untuk orang sakit nya. Yang ada orang makan nasi ni tambah sakit." Ujar keisha sebal.
ceklek
Tiba-tiba pintu rawat inap nya terbuka. Muncullah vino sambil membawa kresek."Vares Lo dah sadar." Ucap vino dengan kaget. Alvares pun mengangguk sebagai jawaban dengan tersenyum tipis.
"Lo buta apa gimana sih Vin." Cibir Keisha. Karena jelas jelas nampak Alvares terlihat sudah sadar, dan duduk di atas ranjang. Masih aja Abangnya itu menanyakan Alvares dah sadar.
"Bisa gausah dorong gak sih." Ketus nya. Tetap aja vino tidak menggubris perkataan Keisha.
Vino yang sudah dekat di ranjang Alvares. Pun ia memeluk Alvares seperti seorang sahabat, yang lama tidak pernah berjumpa."Gue khawatir banget sama Lo res. Takut Lo pergi ninggalin kita semua." Ucap vino dengan suara parau. Alvares tersenyum lebar, ia bisa merasakan begitu tulus Vino pada nya. Betapa vino begitu mengkhawatirkan dirinya seperti seorang kakak. Padahal meraka gak sedarah tapi hubungan mereka seperti saudara.
Keisha disitu merasa hatinya tenang melihat adegan yang begitu mengharukan. Sekaligus iri, ia yang sebagai saudara kandung sekaligus seorang adik kandung, tidak pernah tu merasakan pelukan seorang vino-Abangnya. Yang ada ia selalu di jadiin babu oleh vino dan selalu membuat dirinya nya kesal setengah mati kepada vino.
"Gausah lebay." Celetuk Keisha.
Vino pun menatap adiknya dengan tatapan remeh." Lo kenapa mau gue peluk juga." Seloroh vino.
"Is najis gue di peluk sama lu yang ada. Badan gue bisa gatal gatal." Cibir Keisha.
"Bilang di mulut aja najis. Padahal dalam hati pengen juga di peluk. Kalau pengen di peluk bilang aja sha, gausah sok gengsian." Seru Vino. Keisha memutar bola matanya malas. Dan dapat tawaan dari vino, melihat Keisha kesal dengan nya.
"Ini Alvares gue ada makanan buat lo." Ucap vino sambil mengasih kresek yang berisi kotak nasi yang pastinya di masak oleh Fina-mamanya. Dia tahu pasti nya Alvares gak suka makanan rumah sakit. Makanya ia bawa makanan dari rumah, dan juga ia pun belum tahu Alvares sudah sadar. Vino bawa karena pengen pengen aja.
Keisha dapat mencium aroma makanan yang begitu enak jika di makan. Dapat dipastikan di dalam kresek itu ada makanan kesukaan nya.
"Makasih ya Vin." Ucap Alvares. Keisha pun yang disitu mulut mengomel kesal dengan pelan. Gimana gak kesal yang adik nya sendiri gak pernah tu di perhatiin seperti itu. Sebenarnya vino pernah perhatian sama Keisha, Keisha nya aja gak tau diri.
Vino pun pamit keluar dari rawat inap untuk menebus obat Alvares yang di suruh dokter tebus nya di apotek.
Ruangan itu pun menjadi hening, Keisha dari tadi asik melihat kresek yang di kasih Vino.
"Kamu mau." Tawar Alvares punya makanannya yang di kasih vino.
"Kalau lu tawar gini gue mau Bangetttttt temannya. Tapi masalahnya makanan untuk lu lagipun Lu lagi sakit." Batin, Keisha.
"Gak usah." Balas Keisha dengan senyuman terpaksa. Melihat makanan itu terdiam gitu aja tanpa di sentuh oleh Alvares ia pun mengambil makanannya, dan membuka tutup kotak nasi. Sendok yang berisi makanan itu pun siap di suapkan.
Alvares menaikkan alisnya."Kan tangan Lo sakit, jadi gue bantu Lo dengan suapin makanan itu ke mulut kamu." Ujar keisha. Alvares pun dengan senang hati menerima suapan dari Keisha.
Melihat Alvares aja makan. Saat sendok itu mau di sulang kan lagi ke mulut Alvares. Cowok tu pun memengang tangan Keisha dan membalikkan sendok itu untuk menyuap kan balik ke Keisha. Jantung berdebar kencang.
Ia mengunyah makanan itu dengan jatung berdebar. Ntah kenapa makanan itu terasa lebih enak di mulut dari pada. Sebelumnya memang makanan itu enak. Tapi ini lebih enak dari sebelumnya ntah karena di suapin Alvares. Atau memang makanan nya memang.
Begitu juga Alvares ia tampak semangat makannya di suap oleh Keisha. Setelah selesai makan Keisha pun melentakan kota nasi itu kresek. Dan tiba aja Alvares memengang pipinya.
"Makasih ya." Ucap Alvares dengan tersenyum lebar. Senyuman nya pun terlihat berbeda dari sebelumnya. Kini senyuman terlihat tulus dan wajah nya terlihat sangat tampan.
"Salting boleh gak sih..."
...----------------...
...Jangan lupa dukunganya...
Like
VOTE
komentar .
**Buat kalian makasih udah setia baca novel saya♥️**